Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
50. Menunggu Raka


__ADS_3

Terkadang hati seorang pria tak ada yang bisa menduga, kadang hatinya bisa bercabang tak menentu. Seperti hati Raka yang terselip nama sang mantan yang masih berkesan di lubuk hati yang terdalam.


"Hati ini masih sakit memutar memori mengenai Zoya di masa lalu


Aku butuh udara segar untuk menenangkan pikiran, Lebih baik aku hubungi Karina. Hanya dia wanita yang bisa menyembuhkan luka hati ini."Gumam Raka


Raka pun mulai merogoh saku jeans untuk mengambil ponsel pintar berwarna biru.


πŸ“±Drrrrt...Drrrtttt ..


πŸ“ž"Karina, Aku kangen." Ucap Raka


πŸ“ž"Sama, Aku juga." Karina


πŸ“ž"Besok aku akan datang ke rumah kamu untuk melamar ya, tapi sekarang bisa nggak kita merayakan ini semua dengan makan malam?" tanya Raka


πŸ“ž"Oke, boleh kebetulan aku juga belum makan malam." Ucap Karina


πŸ“ž"Aku jemput sekarang ya."Ucap Raka


πŸ“ž"Oke, Aku tunggu kamu jemput aku ya." Ucap Karina


πŸ“žThank you, Love." Ucap Raka


*******


Dengan kuda besi sportnya, Raka mengendarai kuda besi itu dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba saja dia teringat akan calon mertuanya

__ADS_1


"Apa aku belikan martabak manis ya untuk calon mertua aku. Siapa tahu dapat lampu hijau untuk meminang putrinya." Gumam Raka


Akhirnya Raka memutuskan untuk singgah di perempatan jalan raya untuk membeli martabak manis


"Rasa martabaknya mau apa saja, Mas?" tanya pedagang


"Hmmm, campur saja deh rasanya tabur kacang juga." Ucap Raka


"Oke, siap. Di tunggu ya." Ucap pedagang itu.


Dengan hati yang sukacita, Raka pun senantiasa menunggu sang ahli masak membuat martabak it tou agar tercetak rapi sesuai pesanan para pembeli dengan rasa yang berbeda-beda.


Penantian Raka pun berhasil, Ia mendapatkan sekotak martabak dengan hasil terbaik karena penjual martabak itu ahli membuat kesan yang baik untuk para pembeli.


"Ini, Mas semuanya tiga puluh lima ribu ya." Ucap Penjual


"Wah, Makasih banyak ya. Semoga sehat selalu." Ucap Penjual dengan ramah


Raka pun mulai bergegas menuju kediaman Karina dengan menancapkan pedal gas secara perlahan-lahan agar kotak martabaknya tidak terjatuh di jalan raya. Raka menjaga kotak martabak itu sebaik mungkin agar saat tiba di mansion keluarga Adinata, martabak tersebut tidak hancur.


Raka ingin memberikan kesan terbaik untuk calon mertuanya karena Raka sudah sangat bertekad untuk menjadikan Karina sebagai calon istrinya


"CK! lama banget sih Raka, Aku bisa jamuran lama-lama nunggu di sini, lebih baik aku cari cemilan deh." Ucap Karina


Karina mulai melihat ada tukang seblak di ujung jalan sana, Ia pun mulai berjalan menyelusuri jajanan tersebut karena rasa lapar melanda perutnya yang sedang keroncongan


"Bang, Seblak satu porsi level 8" Ucap Karina

__ADS_1


"Siap, neng! di bungkus apa makan di sini, Neng?" Ucap penjual


"Bungkus ajah, Bang" Ucap Karina


"Oke, Siapa. Neng! di tunggu ya" Ucap Penjual


Penjual itu pun mulai memasak Seblak yang Karina pesan dengan bersenandung ria karena mendapat pembeli lagi.


Tiba-tiba saja tenggorokan Karina merasakan kering, Ia ingin membeli minuman di ujung seberang sana


"Bang, Aku tinggal sebentar ya. Mau beli minuman teh di sebelah sana." Tunjuk Karina


"Siap, Neng." Ucap Penjual


Tak lama kemudian, Raka melihat Karina dari kejauhan yang hendak menyeberang jalan. Namun tiba- tiba saja mobil melaju dengan kecepatan tinggi membuat Raka berteriak untuk memastikan Karina sudah menyebrang jalan dengan selamat.


"Karina, Awas." Seru Raka


Pengendara mobil sedan berwarna silver itu tak bisa menghentikan laju kendaraan karena pengemudi tersebut di liputi oleh bau alkohol yang cukup pekat di setiap tarikan nafasnya.


"Akh, Sial! kenapa tidak bisa di rem, Apa karena efek minuman! aku sulit menginjak rem."Ucap Pengemudi


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2