Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
36. Rasa Penasaran Zakia


__ADS_3

Suster pun memapah lengan Zakia dengan erat untuk sampai ke kursi roda tersebut, hingga mendorong laju kursi roda itu menuju ruang sang pendonor.


Dengan hati yang berdebar-debar, Zakia membuka perlahan-lahan daun pintu tersebut.


Ceklek!


"Loh, Kok kosong ruangan ini, Suster??" tanya Zakia


"Hmm, Saya kurang tahu. Mungkin pasien sudah pulang." Ucap Suster


"Padahal aku ingin sekali tahu siapa pendonor itu. Apa bisa suster bantu mencari tahu siapa nama pasien yang mendonor," ucap Zakia dengan tampang frustasi.


"Maaf, tidak bisa membantu semua sesuai kesepakatan pendonor yang tidak ingin memberitahukan kepada anda." Ucap Suster


"Baiklah, kalau begitu tolong suster antar saya kembali ke ruangan saya lagi." Titah Zakia


"Baik,Bu. Saya akan antarkan Ibu kembali ke ruangannya," ucap suster dengan membalikan pegangan kursi roda dan berjalan ke arah ruangan inap Zakia.


'Makin penasaran! siapa sih orang yang rela mendonorkan sum-sum tulang belakang kepadaku secara cuma-cuma. Aku harus selidiki semua ini.' Gumam Zakia dalam hatinya.


Flashback on


Ruang inap 270


"Kak, Sekarang Aku ingin tukar kamar di sebelah saja karena aku yakin Kak Zakia akan mencari tahu keberadaan aku di sini, Kakak bisa bantu aku kan untuk dorong kursi roda itu kemari." Tunjuk Karina


"Oke, Kakak bantu kamu ya." Ucap Rinto

__ADS_1


Rinto memapah lembut Karina ke dalam dekapannya, hingga kedua bola mata mereka saling pandang sesaat, lalu meletakan Karina di kursi roda beserta selang infus yang di pegangnya


"Kamu mau pindah ke ruang yang mana, Karina?" tanya Rinto


"Bangsal VVIP, Ruang Khsus saja.


"Itu pasti mahal."Ujar Rinto


"Tidak masalah, Aku akan membayar dengan uangku sendiri, jadi Kakak tidak perlu memikirkan biaya aku menginap di sana. Lebih baik Kakak sekarang kembali ke ruangan Kak Zakia." Usir Karina


"Hmmm, Tapi kamu butuh orang untuk ada yang urus biaya admin." Ucap Rinto


"Tidak perlu, Aku bisa sendiri. Tolong Kaka panggilkan suster jaga saja." Ucap Karina


"Baiklah akan aku panggilkan. Aku pamit dulu, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bicara padaku melalui pesan singkat. Aku akan merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada kamu


"Tentu, Aku peduli pada kamu karena kamu calon adik ipar aku." Ucap Rinto.


Flashback off


********


"Zakia? kok kamu nggak bilang sama aku kalau kamu sudah sadar? kenapa kamu keluar?" tanya Rinto


"A-aku mencari si pendonor itu." Ucap Zakia


"Untuk apa kamu tahu mengenai dia?" tanya Rinto

__ADS_1


"Aku penasaran siapa nama orang yang mendonorkan sum-sum tulang belakangnya untuk aku." Ucap Zakia


"Kamu tidak perlu tahu dulu, Sekarang lebih baik kamu istirahat saja." Titah Rinto


"Tapi tadi kamu sendiri ke ruangan pendonor itu untuk apa??" tanya Zakia


"Aku hanya mengucapkan terima kasih sebagai perwakilan kamu saja kok." Ucap Rinto


"Apa kamu melihat rupa sang pendonor?? apa dia laki- laki atau perempuan?" tanya Zakia


"Dia perempuan muda, tapi aku tidak tahu nama dan wajahnya. karena wajah dia membelakangi ku secara sengaja."Ucap Rinto


"Hmmmm, padahal aku ingin sekali mengucapkan terima kasih secara langsung." Lirih Zakia


"Sudah jangan sedih lagi! nanti ketika kamu sembuh, Aku janji akan membantu kamu untuk mencari tahu siapa yang mendonorkan sum-sum tulang belakang."Ucap Rinto


"Benarkah?! kamu akan membantu aku?" tanya Zakia


"Tentu sayang, Aku janji akan mempertemukan kamu dan pendonor, tapi tolong untuk kali ini saja kamu menuruti perkataan aku kalau kamu harus istirahat dulu." Ucap Rinto


"Oke, Aku tunggu janji kamu!" ucap Zakia


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2