
Pagi ini sangat berbeda dari hari biasa, Vincent yang terlelap akibat mabuk berat semalam mulai bergeliat dan sedikit demi sedikit membuka kedua bola matanya.
"Karina?! sejak kapan kamu di kamar aku?" tanya Vincent
"Ini bukan kamar tidur kak Vincent, ini kamar hotel! semalaman Kak Vincent mabuk berat." Ucap Karina
"Kok bisa kamu di sini?" tanya Vincent
"Aku di panggil sama pacar palsu kamu." Ucap Karina
"Maksud kamu siapa?" tanya Vincent
"Siapa lagi kalau bukan Zoya." Ucap Karina
"Kok bisa dia membawa aku ke sini?" tanya Vincent
"Aku nggak tahu! tanya saja pada Zoya yang berada di sebelah kamar ini." Ucap Karina
"Kok kamu terlihat cemburu?" tanya. Vincent
"Emang aku nggak boleh cemburu ya sama pacar asli aku?" tanya Karina
"Kamu masih anggap aku pacar? setelah kamu nggak ada kabar." Ledek Vincent
"Soal itu aku minta maaf, Kak. Aku nggak mau bikin Kakak khawatir mengenai aku yang mendonorkan sum-sum tulang belakang aku kepada Kak Zakia." Ucap Karina
"Siapa Kak Zakia itu?" tanya Vincent
"Dia Kakak kandung aku." Ucap Karina
"Oh, kenapa kamu baru cerita sekarang?" tanya Vincent
__ADS_1
"Aku nggak mau Kakak merusak semua rencana aku." Ucap Karina
"Memang ini salah satu bentuk rencana kamu?" tanya Vincent
"Tentu saja." Ucap Karina
"Oke, kalau itu memang menjadi rahasia kamu setidaknya kamu jangan buat aku cemas dengan tidak ada kabar lagi." Ucap Vincent
"Iya, Aku minta maaf mengenai itu! sekarang kamu jangan marah lagi. Lebih baik kita sarapan, Aku lapar sekali." Gerutu Karina
"Oke, kalau begitu kita ke bawah saja untuk sarapan tapi sebelumnya izinkan aku untuk memelukmu. Aku kangen banget sama kamu." Seloroh Vincent
"Ish! lepaskan, nanti kalau ada yang lihat gimana kakak memeluk aku seperti ini." Seloroh Karina
"Biar saja! lagian kamar ini masih terkunci rapat, jadi siapa juga yang akan melihat kita seperti ini," ucap Vincent dengan memeluk Karina dari belakang.
"Astaga, Kakak ini pintar sekali untuk mencari segudang alasan
"Tentu saja kamu itu adik rasa pacar aku." Ucap Vincent
"Oke, adik rasa pacar aku. Let's go." Ucap Vincent.
Dengan riang gembira Vincent menggenggam erat tangan sang adik rasa pacarnya itu menuju lift. Namun tiba-tiba pintu lift yang hendak mereka gunakan terhenti karena tangan seorang wanita.
"Tunggu." Seru Zoya
"Zoya?!" Ucap keduanya
"Kalian kok tega sih meninggalkan aku seorang diri di kamar hotel." Ucap Zoya
"Oh, Maafkan aku Zoya." Ucap Vincent
__ADS_1
"Maaf ya, kami lupa kalau ada kamu yang tertinggal karena dunia berasa milik aku dan pacar asli aku." Ungkap Karina
"Hah?! jadi kalian adik-kakak pacar asli? itu namanya cinta terlarang." Ucap Zoya
"Aku dan Kak Vincent hanya Kakak dan adik angkat saja. Kami beda orang tua kok." Ucap Karina
"Oh, syukurlah! kalau begitu aku ucapkan selamat dan langgeng selalu ya." Ucap Zoya
"Makasih, Zoya! kamu juga semoga dapat kekasih asli ya." Ledek Karina
"Tentu. Terima kasih." Ucap Zoya
Tak lama kemudian, seorang pria masuk ke dalam lift tersebut dengan melambai kepada sang sahabat
"Jodoh kamu sudah menunggu tuh ada di depan mata kamu."Celetuk Vincent
"Siapa?!"
"Dia Rian sahabat aku, sayang!" ucap Vincent
"Jadi pacar yang lu maksud itu bukan cewek ini?" tunjuk Rian
"Bukan! ini kenalin namanya Karina adik sekaligus pacar asli gw dan yang satu itu pacar palsu gw." Ucap Vincent
"Ribet banget hidup lu, masa dua cewek cantik gini semua jadi pacar lu. Bagi gw dong salah satu!" Ucap Rian
"Boleh! itu Zoya buat lu ajah, Bro!" Bisik Vincent
'Jadi dia hanya pacar palsu Vincent! Asyik ada kesempatan deh gw kejar cewek manis seperti dia.' Gumam Rian dalam hatinya.
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....