
Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Rinto untuk menyaksikan Zakia bisa sembuh secara utuh melalui pencangkokan sum-sum tulang belakang yang di lakukan oleh Karina secara tertutup
Karina tidak memberitahukan kepada siapa pun termasuk kekasih asli maupun kekasih penyalur balas dendamnya.
Ia sengaja tak memberitahukan kepada siapa pun mengenai masalah ini karena janjinya terdahulu kepada sang Kakak untuk memberikan sum-sum tulang belakang.
Saat hendak masuk ruang operasi, Rinto pun menyemangati sang kekasih hati agar mental hatinya kuat menghadapi operasi.
"Sayang, Kamu yang kuat ya selama operasi. Aku yakin kamu akan sembuh total dan kira akan menikah," ucap Rinto dengan memegang tangan Zakia erat-erat.
"Makasih, Sayang. Tapi aku ingin tahu siapa pendonor itu?" tanya Zakia
"Kamu jangan pikirkan dulu mengenai pendonor itu, Sayang! yang terpenting kamu bisa sembuh." Ucap Rinto
"Iya, tapi setelah selesai operasi kamu harus memberitahukan siapa pendonor yang baik hati." Ucap Zakia
*******
Selesai operasi, mata Zakia masih sangat berat untuk membuka kedua kelopak matanya yang masih kuat oleh bius obat yang terlalu kuat di suntikan sebelum operasi itu tiba, hingga berdampak pasien masih belum bisa membuka kelopak matanya.
"Sayang, kamu bangun dong," Ucap Rinto dengan memegang jemari lentiknya.
"Maaf, Pak Rinto. Ada yang ingin bertemu. Apa Bapak bisa ke ruang pendonor sekarang?!" tanya suster
__ADS_1
"Oke, Saya ke sana." Ucap Rinto
*****
Ruang rawat 270
"Kamu sudah siuman??" tanya Rinto
"Sudah, Bagaimana dengan Kak Zakia?
"Dia belum sadar, tapi dia baik-baik saja." Ucap Rinto
"Bagus deh, Aku ingin Kakak juga menepati janji Kakak untuk tidak memberitahukan hal ini kepada dia sampai aku sendiri yang akan memberitahukannya
"Oke, Kamu tenang saja. Aku berjanji tidak akan memberitahukan hal ini kepada Kakak kamu. Sekarang lebih baik kamu istirahat juga." Ucap Rinto
"Harusnya aku yang sangat berterima kasih padamu Karina karena kamu sudah bersedia untuk memberikan sum-sum tulang belakang kamu kepada Kakak kamu." Ucap Rinto
*******
Saat Rinto sedang berbincang-bincang dengan Karina, Zakia membuka kedua kelopak matanya dengan perlahan-lahan dengan pandangan yang masih buram karena merasa ling-lung dengan sekitar. Zakia memutuskan menekan tombol yang berada di sampingnya
Setelah menekan tombol tersebut, tim medis pun segera muncul ke dalam ruangan Zakia
__ADS_1
"Suster, ini di mana?
"Anda sudah siuman, Nona?" tanya suster
"Iya, saya di mana ini?" tanya Zakia
"Apa anda lupa kalau anda berada fi rumah sakit untuk menerima donor sum-sum tulang belakang?" tanya Suster
"Oh, ya! Saya lupa karena kepala saya masih sangat berat. Di mana Rinto pacar saya, Suster?!" tanya Zakia
"Beliau sedang berada di kamar pendonor." Ucap Suster
"Kalau begitu suster bisa bantu saya untuk ke ruang pendonor karena saya ingin mengucapkan langsung terima kasih kepadanya." Ucap Zakia
"Tapi kondisi anda tidak memungkinkan untuk berjalan ke ruang pendonor." Keluh Suster.
"Saya mohon suster bantu saya! saya bersedia memakai kursi roda untuk melihat siapa pendonor yang baik hati itu." Pinta Zakia
"Baiklah, saya ambil kursi rodanya dulu. Anda tunggu di sini dulu sampai saya membawa kursi rodanya." ucap Suster
"Baik, Suster. Makasih." Ucap Zakia
Bersambung ..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....