
Berpura-pura marah menjadi bagian dari rencana cerdas Vincent, Ia nggak rela jika Raka berhasil merebut hati kekasihnya dengan cara berkorban.
Vincent pun meninggalkan kedua sejoli itu dengan perasaan bercampur aduk, Ia harus bisa menjalankan rencananya untuk menghilang sementara waktu agar Karina merasakan yang Vincent rasakan yaitu sebuah rasa kehilangan akan orang yang paling di cintanya sudah mulai berani untuk berbagi cinta
"Aku nggak rela kamu berbagi cinta dengan pria lain, Lebih baik aku jalankan rencana aku dan sekalian aku healing atas semua luka ini."Gumam Vincent
Sementara itu, Karina sedang sibuk mencari makanan untuk di berikan kepada sang Kekasih asli
"Loh, dia kemana?! kok dia tidak menunggu aku di luar ruangan ini. Apa dia lagi di toilet kali ya. Kebiasaan nggak kasih kabar kalau sedang ke toilet."Gumam Karina
Karina tidak sama sekali curiga akan kepergian Vincent karena yang Karina tahu bahwa Vincent tidak akan mungkin meninggalkan dirinya.
Setelah Karina membeli makanan di kantin rumah sakit, Ia pun bergegas kembali ke ruang tunggu untuk memberikan Kak Vincent makanna. Tapi dengan mata terbelalak, Ia tak melihat batang hidung sang Kakak angkat sekaligus kekasihnya.
Karina pun mulai merogoh saku celana jeans dan mengusap ponsel pintar miliknya untuk menelepon sang kekasih. Namun Karina merasa sangat gusar sekali ketika sang kekasih tak bisa juga di hubungi untuk kesekian kalinya
"Kok susah banget sih di hubungin. Kak Vincent kok jadi menghilang begini?! Apa dia marah sama aku ya?! Tapi letak kesalahan aku di mana sih? Hmmmmm...." Gumam Karina
__ADS_1
Karina pun menghela napas panjang, Ia tak mau ambil pusing dengan orang yang tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya tanpa sebuah kabar, Karina pun memutuskan untuk ke ruangan sang kekasih palsu untuk memberikannya juga makanan
"Kamu sudah kembali, Karina."Sambut Raka
"Iya."
"Kok cepet banget. Kamu nggak makan dulu di sana?" tanya Raka
"Nggak aku makan di sini saja
"Hmm, Iya. Aku sengaja membungkusnya agar aku bisa makan dengan kamu." Kilah Karina
Sebenarnya Karina membeli tiga bungus makanan karena ia ingin makan bersama Vincent di luar ruangan tersebut. Namun gagal karena Vincent tiba-tiba saja di telan bumi begitu saja.
"Sini aku bantu siapin kamu ya, Raka. Aku sengaja membeli kamu nasi tim ini agar kamu bisa segera sembuh," ucap Karina dengan meniupkan kuah ayam yang panas.
"Aaaa," ucap Raka dengan muka mulutnya secara lebar ke arah lawan bicaranya.
__ADS_1
"Bentar ini masih sangat panas," ucap Karina sambil meniupkan kembali kuah ayam yang masih mengebul.
"Makasih ya, Karina. Kamu perhatian sekali sama aku
"Kamu begini kan karena aku. Jadi sudah seharusnya aku perhatian sama kamu, lagipula aku tahu makanan rumah sakit itu nggak sama sekali enak. Tapi setidaknya kamu bisa lebih sehat jika aku yang suapi
"Mulai pinter gombal ya! calon istri aku." Ucap Raka
"Iya dong, Aku memang ratu gombal karena aku di ajarin tadi sama kamu yang notabennya adalah Raja gombal." Ucap Karina
"Enak ajah, Aku ini nggak pernah gombal tahu. Aku seriusan sama kamu." Ucap Raka
Bersambung..
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1