
Flashback on
Langkah berat seorang pria terhenti seketika, Ketika melihat kekasihnya duduk berdua di sebuah cafe dengan bercengkrama mesra memegang kedua tangannya serta tertawa lepas membuat hati Raka Ketar-ketir di landa api cemburu yang membakar jiwa.
Raka pun mulai menarik kasar tangan Zoya agar leluasa berbicara berdua tanpa pria yang di anggap berkencannya itu tidak mendengar arah pembicaraannya.
"Zoya! kamu tega mengkhianati aku seperti ini?! pergi dengan pria lain di belakang aku. Aku kecewa sama kamu! mulai sekarang kita putus dan jangan pernah saling kenal lagi." Ketus Raka
"Tunggu, biar aku jelaskan dulu. Dia itu-" ucap Zoya terputus ketika Raka pergi begitu saja
"Tidak perlu di jelaskan! Apa yang aku lihat ini sudah lebih dari cukup.* Ucap Raka meninggalkan Zoya begitu saja tanpa sebuah penjelasan
"CK! parah! pria pemarah seperti dia akan sulit untuk menerima penjelasan kalau Rinto adalah sepupu aku, Lebih baik aku ikuti saja kemauan dia, toh laki-laki yang lebih baik pasti menanti di depan sana." Ucap Zoya.
Flashback off
*
*
*
__ADS_1
Di sisi lain..
Terbiasa menjemput Karina di mana pun Karina berada, Kini Vincent lupa kalau dia tidak perlu bersusah payah lagi untuk menjemput adik angkatnya karena sudah ada sang kekasih hati Karina yang setia menjemputnya. Namun di saat yang bersamaan Raka menjemput Karina dengan menggunakan kuda besi berwarna hitam
Brmm.. Brmm..
Suara motor Raka mengangetkan Karina dari kejauhan yang sedang beres-beres dari tempat bazar itu.
Karina masih melakukan aktivitasnya setelah usai sekolah ia langsung ke bazar untuk melakukan pekerjaan paruh waktunya.
"Karina, Ayo cepat naik nanti kita kehujanan." Seru Raka
"Oh, sebentar. Aku beres-beres dulu." Ucap Karina
"Bodoh, ngapain sih gw jemput si gigi kelinci anak buangan itu." Umpat Vincent yang melihat Raka sedang merangkul mesra Karina menuju motornya.
Tiba-tiba saja niat hati mengantarkan Karina ke mansion Adinata terhenti seketika karena hujan mengguyur kota tersebut. Dengan berat hati Raka terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengantarkan Karina pulang karena hujan yang terlalu besar.
Dengan berlari ke arah dua sejoli itu tanpa sebuah payung, Vincent pun basah kuyup. Terlihat jacket putih berkerah itu menjadi transparan
"Biar aku saja yang antar Karina" Seru Vincent
__ADS_1
"Kak Vincent?! kok jemput aku??!" Kaget Karina
"Aku lupa kalau kamu sudah ada yang jemput." Ucap Vincent
"Kaka sudah kepala tiga sih jadi pikun." Cibir Karina
"Ish! kamu menghina terus. Ayo cepat masuk mobil." Ucap Vincent
"Mana mobilnya, Kak?" tanya Karina
" Di sana." Tunjuk Vincent
"Hah?! jauh banget Kak Vincent parkir di sana."Gerutu Karina
"Sudah jangan banyak bicara. Ayo pergi," ajak Vincent dengan menarik erat lengan Karina.
"Aku duluan ya, Raka!" Seru Karina dengan melambaikan tangan
"Akh! ngapain si Kak Vincent menjemput segala?! bukankah dia sendiri yang bilang untuk aku selalu antar-jemput Karina. Sekarang malah pacar aku di bawa kabur." Geram Raka
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...