Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
35. Kecurigaan Vincent


__ADS_3

Seharian tanpa kabar dari sang pujaan hati, Vincent mondar-mandir di mansion adinata dekat dengan kolam renang milik keluarga Adinata


"Nak! kamu kenapa?! dari tadi mami lihat kamu bolak-balik seperti seterika lecek ajah." Cibir Lidia


"Eh, Mami kapan muncul?" tanya Vincent


"Ya ampun ini anak, Mami tanya apa jawabnya apa! Mami sudah dari tadi nonton kamu bolak-balik jalannya." Keluh Lidia


"Maaf, Mih. Aku lagi sedang banyak pikiran jadi tidak konsen mami tanya apa??" tanya Vincent


"Kamu kenapa bolak-balik dari tadi mami perhatiin seperti gelisah seperti itu?? apa karena putus dari Zoya jadi kamu galau?" Tebak Lidia


"Bukan, Mih. Aku lagi memikirkan anak kesayangan mami yang seharian ini sulit sekali di hubungi via Whatsapp maupun telepon seluler biasa." Ucap Vincent.


"Oh, Tumben sekali kamu peduli dengan adik kamu?!" Ledek Lidia


"Apa sebaiknya aku rahasiakan dulu hubungan aku dengan Karina ya. Aku takut mami akan menjauhi aku dengan Karina." Gumam Vincent


"Vincent! kok malah diam saja?" tanya Lidia


"Tadi barusan mami tanya apa lagi?" tanya Vincent

__ADS_1


"Ya ampun, ini anak kacau banget deh di tanya malah melamun! tadi mami bilang kenapa kamu jadi peduli sama adik kamu? biasa kamu jutek sama adik kamu?' tanya Lidia


"Aku takut mami sakit, Jika Karina tidak baik-baik saja." Ucap Vincent


"Nggak kok, Mami nggak mungkin sakit karena mami sudah tahu kalau Karina itu menginap di rumah temannya selama satu minggu kedepan karena ada tugas kelompok di kampusnya." Ucap Lidia


"Pantes saja dari tadi mami nggak cemas memikirkan anak kesayangannya." Ucap Vincent


"Karina kan selalu minta izin lebih dulu ke Mami. Anak itu benar-benar baik dan sopan, nggak seperti kamu yang sukanya nyelonong masuk dan keluar mansion." Cibir Lidia


"Ke mami izin ke pacar sendiri nggak izin, menyebalkan." Gerutu Vincent


"Maksud kamu pacarnya si Raka itu?! ya, mungkin Karina juga sudah minta izin ke Raka dong masa ia dia nggak bilang dan harus laporan sama kamu juga yang hanya di anggap Kakak, Kok kamu sewot begitu? seolah-olah kamu pacar Karina." Ucap Lidia


"Pakai senter kalau nggak mau gelap." Celetuk Lidia.


Seketika Vincent mengerutkan kening, dia memutar bola matanya dan bergegas pergi


"Mau kemana kamu?"Seru Lidia


"Pulang." Ucap Vincent

__ADS_1


"Pamit dulu dong! masa pergi begitu saja! nggak sopan banget jadi anak! apa mau di pecat jadi anak mami." Ancam Lidia


"Eh, Iah lupa, Jangan dong. Mih! masa di pecat segala?! Mami pikir aku ini pegawai kantor?! Vincent jadi kesel sama Mami." Ucap Vincent


"Kesel kenapa??" tanya Lidia.


"Tidak memberitahu Vincent kalau Karina itu menginap di rumah temannya." Ucap Vincent


"Kamu kan dari dulu membenci Karina, jadi Karina mana mungkin memberitahukan kamu, dan bisa saja Karina terlalu lelah dengan sifat kamu yang kanak-kanakan." Cibir Lidia


"Ih, Mami nyebelin. Sekarang Vincent mau tanya deh rumah teman Karina di mana?" tanya Vincent.


"Nggak tahu, Mami bukan orang protektif. Asal anaknya sudah minta izin, Mami sih percaya saja! nggak perlu tahu di mana!" Ucap Lidia


"CK, menyebalkan si mami. Yasudah Vincent cari tahu sendiri saja


"Tumben banget dia nyariin adik yang dia benci. Apa dia lagi kepentok kepalanya." Gumam Lidia.


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....


__ADS_2