Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
47. Kegusaran Hati Vincent


__ADS_3

Vincent masih dalam kegusaran hatinya ketika melihat kekasihnya bermesraan di depan matanya, bahkan tangan Raka merayap menggenggam tangan Karina ketika hendak mengambil air


"Karina, Aku ingin melamar kamu secara resmi. Apa kamu bersedia menjadi istri aku?" tanya Raka dengan menggenggam tangannya.


"Bagus, Rencana aku sesuai dengan rutenya, Raka akan melamar aku dan aku akan mematahkan hatinya." Gumam Karina.


"Kok kamu diam lagi, Sayang! Apa kamu bersedia?


"Hmmm, Iya. Sayang! Aku bersedia menjadi istri kamu." Ucap Karina


"Makasih, Sayang!" Ucap Raka dengan kecupan tangan yang di daratkan kepada Karina


Sementara di seberang sudut sana, Vincent mengepalkan kedua tangannya dengan sorotan mata tajam mengarah kepada Karina, lalu ia mulai merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel pintarnya


Ting!


[Sayang, Aku nggak tahan lagi liat kamu sama Raka bermesraan seperti itu!!]


^^^[Sabar, ini sudah bagian dari rencana kita. Kamu harus tahan diri kamu saat ini]^^^


[Oke, Aku tahan diri. Aku tunggu kamu di mansion! jangan terlalu lama pegangan tangan!]

__ADS_1


^^^[Iya-iya, Sayang! maaf itu bukan keinginan aku, tapi Raka]^^^


Sementara Karina sedang sibuk mengetik untuk bertukar pesan dengan pacar aslinya dengan senyum mengembang di kedua sudut pipinya, pria di hadapannya malah memasang muka berkerut


"Kamu lagi bertukar pesan sama siapa sih? kok dari tadi aku perhatikan kamu kok sibuk sendiri?" tanya Raka


"Oh, ini aku lagi bertukar pesan sama Kak Vincent untuk mengabari kabar bahagia ini mengenai lamaran kamu." Ucap Karina


"Oh, Aku pikir kamu lagi selingkuh! soalnya kamu terlihat bahagia." Ucap Raka


"Ih, Kamu selalu negatif ajah." Ucap Karina


"Aku cemburu bukan negatif." Ucap Raka


"Kamu bisa saja sih, belajar gombal dari mana?" tanya Raka


"Kamu kan pakarnya." Ucap Karina


"Kok jadi aku sih?" tanya Raka


"Kok kamu nggak mau ngaku." Ucap Karina

__ADS_1


"Iya-iya, Aku ngaku kalau aku yang ajarin biar pacar kesayangan aku ini senang."Ucap Raka


"Kamu selalu membuat aku senang kok." Kilah Karina


"Terima kasih, Sayang. Aku bahagia siang ini bisa mendapatkan respon baik dari kamu. Secepatnya aku akan melamar kamu, kalau bisa besok."Ucap Raka


"Jangan dong! aku ingin kamu melamar aku secara resmi minggu depan saja." Ucap Karina


"Oke,.Sayang. Anything for you." Ucap Raka


"Kamu lihat saja Raka, sebentar lagi hati kamu aku bawa terbang ke langit ketujuh, lalu kamu akan merasakan sakit yang pernah aku rasakan ketika kamu patah hati." Gumam Karina


Rasa dendam yang ada dalam hati Karina begitu mendarah daging, Ia teringat akan kenangan pahit hidup bersama kedua orang tua kandung yang memperlakukannya secara tidak adil dan kasar.


Hanya Karena cenayang yang bisa meramalkan nasib baik atau buruk Karina di buang oleh mereka. Apa ada seorang orang tua kandung memperlakukan anaknya secara buruk dan lebih mempercayai perkataan cenayang. Padahal yang berkuasa di atas segalanya adalah maha pencipta bukan ramalan manusia.


Itulah yang Karina pikirkan selama ini, mengapa dan mengapa kedua orang tua kandungnya harus membuang dia seperti sampah. Bahkan Karina sempat berpikir keras jika dirinya memang bukan anak kandung mereka. Namun bukti kelahiran terpampang jelas di benaknya.


Karina harus menelan kepahitan itu seorang diri bahkan Isak tangisnya sampai tidak bisa lagi terdengar, Ia harus menahan rasa pedihnya seorang diri tanpa satu pun orang yang peduli akan hidupnya.


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....


__ADS_2