
"Karina, Awas!!" Seru Raka dengan mendorong tubuh Karina ke tepian dan memutar kuda bedi sampai seratus delapan puluh derajat.
Raka menghentikan laju mobil itu dengan menyelipkan kuda besinya untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan putaran serta dorongan keras agar tubuh Karina terlempar ke tepian untuk mencegah terjadinya tabrakan. Namun naasnya kuda besi harus terbanting cukup keras.
"Astaga!! Raka, Bangun!!" Pekik Karina yang menahan sakit juga di pergelangan kakinya.
"Aku nggak nyangka kamu berkorban hanya untuk aku, padahal aku nggak cinta sama kamu. Maafin aku Raka dendam aku lebih besar dari rasa simpati aku kepada kamu"Gumam Karina
📱Drrrrt...drrrt...
📞"Halo, Kamu jadi pergi sama Raka?" tanya Vincent
📞"Jadi, Kak. Tapi ada masalah besar di sini. Tolong Kakak sekarang ke sini." Ucap Karina
📞"Masalah apa? tolong kamu cerita yang jelas." Ucap Vincent
📞"Aku hampir tertabrak mobil saat aku hendak menyeberang jalan untuk membeli sebuah minuman untuk menghilangkan rasa dahaga. Aku berlari kecil dan aku nggak sadar kalau ada mobil sedan yang melintas dengan kecepatan tinggi. Untung saja ada Raka yang mendorong aku hingga aku terkapar di tepian jalan" Ucap Karina
📞"Kamu jangan baper ya atas apa yang di lakukan oleh Raka karena jika aku ada di posisi Raka. Aku juga akan melakukan hal yang serupa dengan apa yang Raka lakukan saat ini."Ucap Vincent
__ADS_1
📞"Rasa dendam aku lebih besar dari pada rasa simpati aku." Ucap Karina
📞"Aku harap kamu nggak baper dengan semua kejadian ini dan tetap melakukan misi balas dendam nya sama aku." Ucap Vincent
📞"Kakak tidak perlu khawatir seperti itu karena akan aku pastikan kalau dendam ini lebih besar dari rasa simpati aku." Ucap Karina
📞"Baiklah, Kakak percaya. Sekarang Kakak ke sana ya untuk mengecek keadaan kamu. Tolong sekarang kami kirimkan lokasi kejadian kecelakaannya." Ucap Vincent
📞"Oke, Kak aku kirimkan lokasinya tidak jauh dari mansion kita dan tolong panggilkan ambulance juga untuk menolong dia, Aku nggak mau hutang nyawa." Ucap Karina
📞"Oke, Siap Kakak meluncur." Ucap Vincent
"Aku nggak yakin dengan apa yang di ucapkan oleh Karina karena bisa saja dia mengatakan hal sebaliknya di dalam hatinya. Aku harus pastikan kalau Karina benar-benar akan meninggalkan Raka." Gumam Vincent
Dengan sigap Vincent pun mencari titik lokasi yang di kirimkan oleh sang adik sekaligus kekasihnya itu melalui GPS ponsel pintarnya yang berada di depan mobilnya.
"Itu, dia," ucap Vincent dengan memutar stir kemudi karena terlewat beberapa jengkal dari padangan matanya.
"Kak Vincent, sebelah sini,"seru Karina sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
Vincent pun turun dari mobil besar yang kokoh itu dengan tergesa-gesa menghampiri Karina di tengah kerumunan yang padat.
"Kamu baik-baik saja kan? Kakak khawatir kamu terluka." Ucap Vincent
"Aku baik-baik saja, Kak! Hanya saja kaki aku sakit mungkin terkilir dan sulit berjalan." Ucap Karina
"Biar Kakak bantu memapah kamu masuk mobil." Ucap Vincent
"Makasih, Kak. Tapi bantu Raka juga ya untuk masuk ke mobil kita" Ucap Karina.
"Kenapa?! harus dia yang aku tolong juga. Kakak kan sudah panggilkan ambulance untuk membantu Raka." Ucap Vincent
"Menuggu ambulance akan lama, Aku takut Raka kehilangan nyawanya." Ungkap Karina
Dengan memutar bola matanya, Vincent terpaksa menuruti keinginan sang adik angkat sekaligus kekasihnya itu tanpa perdebatan lagi
"Sepertinya Karina mulai main hati, Aku merasa ada yang berbeda dengan dia. Apa aku harus melepaskan dia."Gumam Vincent dalam hatinya.
Bersambung ...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...