
Meskipun mereka sempat berganti baju di mobil. Namun Vincent merasa badannya lemas tak berdaya oleh guyuran hujan membuat tubuhnya bergetar hebat merasakan panas dan dingin di waktu yang bersamaan.
Dengan kecepatan sedang, mobil balap berwarna merah itu melaju di tengah guyuran hujan yang deras bercampur angin semilir.
"Kamu baik-baik saja, Kak?" tanya Karina
"Aku baik-baik saja kok." Ucap Vincent
"Tapi kok kakak terlihat pucat pasi begitu?! Apa Kakak beneran baik-baik saja?" tanya Karina lagi.
"Aku baik-baik saja. Kamu jangan berisik terus mengganggu konsentrasi menyetir kakak. Bagaimana kalau kita kecelakaan dan mami nyalahin aku lagi atas peristiwa meninggalnya adik aku." Ucap Vincent.
"Semua yang lalu biarlah berlalu, Kak! Kakak tidak perlu merasa bersalah lagi karena Karina sudah menjadi adik pengganti Kakak yang telah pergi." Ucap Karina
"kamu dan adik aku jelas berbeda." Ucap Vincent
"Bedanya apa?" tanya Karina
"Kamu tidak secantik adik kandungku" Cemooh Vincent
"Masa sih? Aku tidak cantik apa karena gigi aku seperti kelinci? jadi kakak bilang begitu sama aku?" tanya Karina
__ADS_1
"Ha-Ha-Ha, Kakak becanda." Ucap Vincent
"Baru kali ini aku melihat kakak bisa ketawa selepas itu, biasanya Kak Vincent galak dan dingin sama aku." Ucap Karina
"Emang aku segalak itu ya selama ini?" tanya Vincent
"Emang galak kayak ibu-ibu PMS."Timpal Karina
"Aku hanya belum bisa menerima kalau adik aku yang bernama Sofia di ganti oleh orang lain saja, tapi sekarang aku akan belajar seperti apa yang kamu bilang kalau yang berlalu biarlah berlalu dan aku juga berusaha untuk menerima kepergian adik aku." Ucap Vincent
"Syukurlah kalau Kakak sudah bisa menerima kepergian adik kandung kakak, Aku yakin adik Kakak yang bernama Sofia itu akan tenang di alam sana karena Kakak bisa menerima dengan lapang dada kepergiannya." Ucap Karina
"Apa sekarang Kakak masih membenci aku?" tanya Karina
"Nggak kok, sekarang Kakak sudah bisa menerima kamu sebagai adik pengganti Sofia." Ucap Vincent
"Makasih ya, Kak. Aku senang banget Kakak sekarang sudah tidak membenci aku lagi dan saat ini juga sudah mau menerima aku sebagai pengganti adik Kakak." Ucap Karina
Setibanya di mansion Adinata..
Kepala Vincent kembali berputar, Ia merasa sangat tak mampu lagi bangkit dari dalam mobilnya, sehingga Vincent memegang dahi kanannya yang terasa makin berat.
__ADS_1
"Kak, Kamu nggak apa-apa? sini aku cek kenapa Kakak pucat seperti ini," ucap Karina dengan menempelkan tangan kanannya ke dahi Vincent dengan mengerutkan keningnya.
"Sudahlah, Aku baik-baik saja," tepis tangan Karina.
"Tubuh Kakak demam! Aku bantu Kakak untuk keluar dari dalam mobil." Ucap Karina
"Tidak usah! Kakak baik-baik saja." Ucap Vincent.
"Mana mungkin Kakak baik-baik saja!! Ayo, jangan banyak bicara lagi. Sekarang aku bantu memapah Kakak sampai dalam kamar." Ucap Karina.
"Tapi kan Kakak sudah tidak tinggal di sini lagi
"Kakak lagi sakit, jadi butuh orang lain untuk merawat Kakak. Kalau Kakak pulang ke apartemen, maka aku ikut juga sama Kakak sampai Kakak bisa sembuh
"Tidak usah! aku tidak mau merepotkan kamu." Tolak Vincent
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1