Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
23. Dr. Rinto Prasetio


__ADS_3

Ruang pendaftaran


"Atas nama siapa?


"Karina Adinata." Ucap Karina


"Oh, anda sudah di tunggu oleh Dr. Rinto Prasetio di ruang no 2." Ucap Resepsionis.


"Dr. Rinto?? sepertinya nama itu sangat familiar sekali, tapi aku lupa itu hanya perasaan aku saja." Ucap Karina


"Apa keluhannya?" tanya Dr. Rinto


"Saya ingin merapihkan gigi kelinci saya yang berada di depan." Ucap Karina


"Oh, Baiklah. Saya akan periksa terlebih dahulu ya." Ucap Dr. Rinto


"Harus ada dua gigi belakang yang di cabut dan untuk lebih pasti tolong kamu bersedia untuk di Rontgen. Apa anda bersedia?" tanya Dr. Rinto


"Bersedia, Dok! Dokter apa anda ini kekasih Kak Zakia?" tanya Karina.


"Kok anda tahu?? apa anda mengenal Zakia??


"Kak Zakia adalah Kakak kandung aku, Dok." Ucap Karina

__ADS_1


"Wah, dunia sempit. Kenapa kamu bisa mengenaliku?


"Aku dulu masih kecil, Dok. Jadi dokter pasti lupa sama aku


"Iya, benar. Sekarang kamu sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja." Ucap Dr Rinto


"Iya, Dok! Dok boleh saya minta tolong sesuatu


"Minta tolong apa??" tanya


"Apa boleh aku minta nomer kak Zakia?" tanya Karina


"Hah?! untuk apa kamu meminta nomer ponsel kakakmu sendiri?! bukankah kalian satu atap?" tanya Dr. Rinto


"Memang kenapa aku harus merahasiakannya?" tanya Dr. Rinto


"Karena aku sudah di buang oleh kedua orang tuaku saat aku berumur lima tahun dan tinggal di panti asuhan, jadi saya mohon tidak memberitahu mereka lagi mengenai keberadaan saya." Lirih Karina


"Oh, ok Saya paham sampai kamu nggak mau mereka tahu keberadaan kamu. Saya janji tidak akan pernah menceritakan pertemuan ini kepada orang tua kamu." Ucap Dr. Rinto


"Terima kasih, Dokter sudah mengerti. Sebenarnya aku kangen sama Kak Zakia karena hanya dia yang sayang sama aku di bandingkan kedua orang tuaku dan aku juga sudah janji untuk memberikan sum-sum tulang belakangku untuk Kak Zakia ketika aku sudah berusia pantas untuk mendonor." Lirih Karina


"Benarkah? Kamu bersedia untuk memberikan sumsum tulang belakang kamu ?" tanya Dr. Rinto

__ADS_1


"Tentu, Kenapa tidak?! Kak Zakia adalah Kakak kandung aku! jadi pasti aku akan menolong Kak Zakia untuk tidak menderita sakit lagi." Ucap Karina


"Terima kasih kamu sudah bersedia sebagai gantinya aku juga akan merubah gigi kamu menjadi rata secepat kilat tanpa memungut biaya seperak pun."Ucap Dr. Rinto


"Kalau soal biaya, Aku tetap harus membayarnya, Dok! Ini kan sudah kebijakan dari pihak rumah sakit untuk membayar." Ucap Karina


"Tidak perlu sungkan! biar aku yang tanggung biaya pengobatan kamu karena kamu mau menyumbangkan secara cuma-cuma juga kepada Zakia! aku ingin Zakia cepat sembuh." Ucap Dr. Rinto


"Baiklah, Dok! kalau Dok. Rinto memaksa. Aku hanya ingin berterima kasih karena Dr. Rinto mau merahasiakan masalah saya ini." Ucap Karina


"Tidak perlu sungkan karena sebentar lagi kamu akan menjadi adik ipar aku." Ucap Dr. Rinto


"Hmmm, Ok Aku akan menantikan Kak Zakia menikah dengan Dr. Rinto, tapi ingat persyaratannya ya! Kalau keberadaan aku ini menjadi rahasia kedua orang tua kandungku


Dok, jangan pernah bocorkan juga mengenai masalah sumsum tulang belakang yang akan aku cangkok kepada Kaka Zakia." Ucap Karina


"Siap, Saya akan kunci mulut saya ini kepada orang tua kamu." Ucap Dr. Rinto


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga kalian semua bisa sedikit terhibur....

__ADS_1


__ADS_2