Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
53. Terjebak Macet


__ADS_3

Masih dalam perjalanan panjang menuju rumah sakit, mereka semua tercengang melihat jalanan yang padat akan lalu lalang pengemudi lalu lintas yang hendak melintas di rute jalur yang sama.


Dengan menghela nafas yang panjang, Karina terlihat sangat gelisah dengan yang terjadi di hadapannya


"Kenapa harus macet segala sih, mau ke kiri nggak bisa! ke kanan nggak bisa. Kita benar-benar terjebak dengan macet yang nggak bisa di hentikan."Gumam Karina


"Kak, harusnya tadi kita putar balik saja," ucap Karina dengan muka yang panik


"Kamu tenang ya, Kita cari cari jalan keluar agar bisa lewat dari sini." Ucap Vincent


"Mana bisa tenang, Kak. Ini kondisinya sedang darurat seperti ini." Ucap Karina


"Kan Kakak sudah bilang ke kamu sebelumnya, kalau lebih baik Raka ikut mobil Ambulance sehingga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan seperti ini." Ucap Vincent


"Kakak benar! maafkan aku nggak nurut sama Kakak." Lirih Karina


"Sudahlah jangan di pikirkan. Sekarang kita fokus cari jalan keluar dengan situasi ini. Apa aku hubungi kembali mobil ambulance? untuk memperlancar laju kendaraan." Ucap Vincent


"Ide bagus, Kak." Ucap Karina

__ADS_1


Vincent mulai merogoh sakunya untuk menghubungi petugas yang bersedia membantunya untuk memindahkan raga Raka ke dalam mobil ambulance


Sesaat tertegun memandangi Vincent yang sedang bercengkrama dengan lawan bicara dalam ponsel pintarnya


"Dia ganteng banget kalau sedang serius seperti itu, bahkan dari sebelah sisi kiri seperti sini. Aku jadi makin kagum sama pria yang menyandang status Kakak angkat plus kekasih asli aku. Aku memang nggak salah pilih untuk tetap jatuh cinta sama Kak Vincent "Gumam Karina


"Hmmm, Karina kok kamu pandang aku begitu? " tanya Vincent


"Hah?! nggak kok aku tadi melihat pemandangan dari luar jendela dari arah jendela kaca, Kakak." Elak Karina


"Akh, Aku tahu kamu memandang aku," ucap Vincent dengan terkekeh


"Iya, tadi aku sudah bilang kepada petugasnya. Jadi kamu bisa tenang sekarang." Ucap Vincent


"Syukurlah, Raka bisa di tangani sesegera mungkin. Aku takut jika terlalu lama di biarkan seperti ini, dia akan kekurangan darah." Ucap Karina


"Tenang ajah si Raka itu Vampire jadi kalau kekurangan darah tinggal hisap darah kamu ajah." Ucap Vincent


"Ish! nggak lucu tau." Ucap Karina

__ADS_1


"Biarin nggak lucu yang penting kamu nggak cemas lagi dengan celotehan aku." Ucap Vincent


"Makasih ya, Sayang." Ucap Karina


Kata-kata sayang yang di ucapkan Karina sempat terdengar oleh Raka


Namun karena Raka setengah sadar, dia kembali menutup matanya


"Aku pasti salah dengar, nggak mungkin Karina selingkuh dari aku ketika keadaan aku seperti ini," Pekik Raka yang meneteskan air matanya hingga kembali memejamkan kedua bola matanya


Nguing..nguing..


Suara sirine mobil ambulance kembali terlintas di sela-sela perbincangan kedua sejoli yang tengah tak sadar, jika Raka ada di belakang mobilnya.


Petugas ambulance mulai beraksi untuk membawa sebuah tandu berwarna hijau untuk memindahkan pasien ke dalam mobil ambulance


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....


__ADS_2