Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
6. POV. Karina Sanjaya


__ADS_3

Aku adalah seorang gadis buangan yang tega di buang oleh kedua orang tua kandungku demi menukar aku dengan seorang pria yang katanya akan membawa keberuntungan jika aku di singkirkan dari rumah yang aku anggap tempat untuk berlindung. Namun kenyataan pahit ini aku telah bulat-bulat


Meskipun aku berumur lima tahun daya ingatanku sangat luar biasa menyimpan memori pahit menjadi sebuah dendam. Aku masih teringat jelas penyiksaan yang di lakukan oleh kedua orang tua kandungku Saat itu aku hanya bisa menangis, merintih, dan menahan rasa sakit bertubi-tubi akibat tamparan, pukulan serta cambukan yang di hantam berkali-kali, hingga menusuk kepalaku yang bocor dan penuh darah.


Saat aku disiksa oleh Ayah kandungku, ibuku hanya terdiam dan tersenyum manis ke arahku seolah-olah aku ini hanyalah anak tiri bukan anak kandung mereka


Zakia adalah kakak kandungku dia sedang sakit parah karena leukimia yang di deritanya menyebabkan kedua orang tuaku lebih memperhatikan kesehatan Zakia, hingga apa pun yang di pinta kakak Zakia inginkan orang tuaku selalu saja menuruti keinginannya.


Siksaan yang Papa berikan kepadaku bertubi-tubi, dengan cambuknya terhenti seketika. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungku terhenti karena sebuah teriakan.

__ADS_1


"Hentikan!!!" Pinta Zakia dengan raut wajah yang geram.


"Nak, kenapa kamu turun dari tempat tidurmu. Kamu harus banyak istirahat dulu." Ucap Rantih


"Aku dengar teriakan Karina dari bawah, lebih baik mama dan papa tidak melakukan kekerasan ini pada adik aku." Ucap Zakia


"Nak, adik kamu ini bandel dan susah di atur hanya dengan cara seperti ini saja mama dan papa bisa mengatur dia menjadi anak yang baik." Ucap Rantih


"Kamu tidak mengerti masalah adik kamu yang bandel di sekolah TK Nusa indah. Dia itu menumpahkan makanan temannya hingga temannya itu tidak bisa makan kotak bekalnya. Dia selalu bikin masalah dan membawa sial saja.

__ADS_1


Mendengar perkataan yang kejam, Aku hanya menundukkan kepalaku. Terasa sakit sekali apa yang di lontarkan dari bibir pedang yang menusuk relung hati terdalamnya.


Aku terpuruk berada di antara kedua semak belukar yang tandus tidak ada sebuah cahaya yang mengisi hidupku, beruntungnya hanya kak Zakia yang selalu membelaku sejak dari dini. Hingga suatu hari aku di pisahkan karena mama dan papaku yang tega sekali membuang dan memisahkan aku dari saudara kandungku


Aku teringat akan teman sebangku yang selalu mendapatkan kotak bekal dari kedua orang tuanya, sedangkan aku tidak pernah di bekali kotak makanan. Saat aku melihat kotak makanan milik teman sebangku yang terasa lezat. Aku mulai ingin mencobanya karena aku sangat lapar sekali. Namun peristiwa buruk itu terjadi, teman sebangku bernama Yuni tidak mengizinkan aku untuk mencicipinya, hingga kotak bekal itu terjatuh tersenggol oleh lengannya sendiri yang menggeser kotak bekal tersebut karena tidak mengizinkan aku untuk menyentuh kotak bekal tersebut, hingga pada akhirnya Yuni pun melaporkan peristiwa ini kepada wali kelas dan yang lebih parah lagi kedua orang tua Karina harus menghadap wali kelas.


Dendam atas kekerasan yang orang tua aku lakukan akan aku balas ketika aku sudah beranjak dewasa, hingga mereka akan merasakan sakit hati yang aku pendam ini.


Bersambung.....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode sebanyak mungkin dan tambahkan rak buku kalian sebagai favorit atau subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2