
Flashback on
Karina yang masih dalam keadaan tak berdaya setelah mendonorkan sum-sum tulang belakangnya, Kembali menghidupkan ponsel pintarnya yang tergeletak di nakas samping tempat tidurnya.
Karina terkejut ketika ia berhasil untuk mengaktifkan kembali ponsel pintarnya yang ia sengaja matikan agar tidak ada orang lain yang mengganggunya.
Ting!!!
Ting!!!
Ting!!!
Ting!!!
Notifikasi Karina bergetar cukup keras di ponsel miliknya, Ia mencoba membuka notifikasi pesan dan melihat nama-nama dari pesan singkat yang terselip di antaranya ada pesan singkat yang cukup banyak dari Kakak angkatnya.
"Astaga kenapa banyak banget pesan dari Kak Vincent! Aku lupa kalau dia sekarang udah jadi pacar aku! pasti dia marah banget deh. Aku harus menemui dia setelah aku pulih" Gumam Karina
Ketika Karina dengan angan kosong sedang berpikir bagaimana cara menjelaskan mengenai masalah ini, Ia pun harus berpikir keras untuk membuat Kak Vincent tidak marah lagi padanya. Tiba-tiba saja ponsel pintarnya kembali bergetar hebat ketika ada sebuah panggilan masuk dengan nomer yang tidak Ia kenal
__ADS_1
📱Drrrrt...Drrrt!!!!
Beberapa kali bergetar hebat, Karina acuhkan karena Karina merasa dirinya masih perlu istirahat
'Akh! berisik banget sih! siapa sih nomer asing ini! kenapa ia tidak berhenti untuk terus menganggu aku!! Kalau begitu aku tidak usah aktifkan tadi, Hmmmm! tapi aku penasaran sama nomer asing ini. Lebih baik aku terima telepon ini saja dari pada terus mengusik aku.' Gumam Karina
Flashback off
Karina mencoba mencabut selang infus yang masih tertanam di lengan kirinya, sempat darah itu keluar dan masuk dalam selang infus. Aksi mencabut infus tetap di akan di lakukan kembali setelah gagal mencabut selang infus yang pertama, hingga pada akhirnya tiba-tiba saja harus terhenti ketika Karina mencoba kembali untuk mencabut selang infus kedua. Namun gagal karena tanpa sengaja kehadiran suster yang lewat melihat darah itu keluar dari selang, Suster itu berlari ke arah pasien untuk menetralkan selang tersebut hingga darah yang sempat keluar dari selang tersebut bisa terhenti dan kembali normal.
********
"Karina, Aku mohon kamu jangan pergi." Racau Vincent
"Aduh, Karina lama banget sih sampai sini. Sebaiknya aku hubungi dia lagi deh." Ucap Zoya
📱Drrrtttt...Drrrt
📞"Lu di mana?? Kakak lu terus mengigau tentang lu. Bisa lebih cepat nggak?"tanya Zoya
__ADS_1
📞"Sabar dong, Ini juga lagi di jalan. lu urus dulu lah pacar lu itu." Geram Karina
📞"Dia maunya yang ngurusin itu lu bukan gw. Mungkin dia kangen sama lu!
📞"Kangen gimana?" tanya Karina
📞"Iya, kalau nggak kangen lu ngapain juga dia sampai mabuk berat dan hanya ada di pikirannya lu terus." Ucap Zoya
📞"Mungkin dia menghaturkan gw selama satu minggu ini, Gw lupa kasih tau dia kalau gw ada tugas kelompok dan menginap di rumah teman gw." Ucap Karina
📞"Oh, Pantesan Kakak lu jadi mabuk berat begini. Biasanya dia paling anti sama yang namanya minuman alkohol yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Namun bisa menenangkan jiwa." Ucap Zoya
Tut...
"Hmmmm, sampai segitunya Kak Vincent. Aku pikir dia hanya mempermainkan aku saja, ternyata dia beneran cinta sama gw." Gumam Karina
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...