Dendam Gadis Gigi Kelinci

Dendam Gadis Gigi Kelinci
46. Pertemuan Raka dan Karina


__ADS_3

📱Drrrt..Drrrt...


Bunyi dering ponsel terdengar nyaring di telinga Karina, Ia pun merogoh saku celananya dan menjawab panggilan tersebut.


📞"Halo." jawab Karina


📞"Akhirnya, kamu angkat juga telepon aku. Bisa kita ketemu hari ini?" tanya Raka.


📞"Oke, di mana?" tanya Karina


📞"Cafe biasa ajah." Ucap Raka


📞"Jam berapa, sayang?"tanya Karina


📞"Siang ini jam 12 ya." Ucap Raka


📞"Oke, see you!" Ucap Karina


📞"See you too, Sayang." Ucap Raka


Tut..


Setelah mematikan ponsel miliknya, tanpa sadar ada seorang pria mendelik matanya dengan perasaan cemburu yang tak tentu.


"Siapa yang telepon?!" Ketus Vincent


"Raka! Cemburu ya." Celetuk Karina


"Hmmm..." Desis Vincent


"Kok gitu jawabannya?' tanya Karina

__ADS_1


"Iya, aku cemburu pacar aku di telepon sama pacar palsu." Ledek Vincent


"Hmmm, sabar dong. ini semua kan demi rencana kita." Ucap Karina


"Sampe kapan kamu bilang sayang ke orang lain." Gerutu Vincent


"Sampai dia patah hati dan berdarah-darah melihat kemesraan kita berdua," ucap Karina dengan terkekeh


"Kamu memang paling pinter buat sakit hati orang lain." Ledek Vincent


"Jangan marah gitu dong! kamu kan sudah janji mau bantu aku untuk membalas dendam. Kami nggak tau kan rasanya gimana di buang oleh orang tua kandung sendiri." Ungkap Karina


"Aku mengerti, Honey! Aku akan lakuin apa pun untuk bantu kamu membalas perbuatan keji kedua orang tua kamu," ucap Vincent dengan mengelus rambu


*


*


*


"Hai, sudah lama menunggu?" tanya Raka


"Nggak kok baru saja aku datang." Ucap Karina


Raka pun mulai memperlihatkan sisi romantisnya dengan mencium tangan Karina serta menggeser bangku untuk Karina yang hendak duduk.


"Makasih, Sayang,"ucap Karina dengan senyum smirk


"Kamu kemana ajah sih, Sayang?! kenapa selana ini nggak ada kabar? Aku kangen sama kamu." Ucap Raka


"Aku juga kangen sama kamu, tapi aku melakukan semua ini ada alasannya." Ucap Karina

__ADS_1


"Apa alasannya??" tanya Raka


Dari jarak yang cukup dekat, seorang pria memantau dengan sorot mata yang memendam kemarahan sedang memantau gerak-gerik dua sejoli dengan menarik nafas kasar, pria itu mulai gusar dan merana.


"Sial! mereka terlalu mesra di depan mata aku." Umpat Vincent dalam hatinya.


Di sisi lain, Raka dan Karina menikmati kebersamaan yang sudah hilang sejak satu Minggu yang lalu


"Kok kamu diam?" tanya Raka


"Hmm, sebenarnya selama satu minggu ini aku mendonorkan sum-sum tulang belakan aku kepada Kakak kamu." Ungkap Karina


"Hah?! jadi yang Kak Zakia ceritakan padaku semua itu benar bahwa kamu yang mendonorkan sum-sum tulang belakangnya." Ucap Raka


"Iya."


"Terima kasih ya, Kamu perhatian banget sama keluarga aku. Tapi aku heran kenapa sampai kamu mengetahui masalah Kak Zakia sakit bahkan kamu diam-diam mendonorkannya." Ucap Raka


"Aku kan detektif Conan," ucap Karina dengan terkekeh.


"Jangan becanda! aku serius kamu mengetahui ini semua dari mana?" tanya Raka


"Nggak sengaja denger ajah. Saat aku berkunjung di rumah kamu tempo hari." Kilah Karina


"Oh, pantesan. Terus kenapa kamu nggak hubungi aku?" tanya Raka


"Aku takut kamu akan menentang keputusan aku untuk mendonorkan sum-sum tulang belakang ini kepada Kak Zakia." Ucap Karina


"Mana mugkin aku menentang kesayangan aku." Ucap Raka


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2