Dendam Istri

Dendam Istri
Prolog


__ADS_3

Seorang istri bernama Anindia yang dicintai suaminya Devan. Namun kehidupan rumah tangga yang didominasi oleh ibu mertuanya.


Akankah Anin sanggup mempertahankan biduk rumah tangganya, sementara penghinaan dann caci maki menjadi makan sehari- harinya?


Namaku Aninndia biasa dipanggil Anin. Aku berasal dari keluarga menengah dengan ayah dan ibu yang memiliki usaha toko. Aku dua bersaudara. Aku lulusan sarjana akuntansi. Adikku masih menempuh pendidikan disalah satu universitas dikota kami. Kehidupan yang kujalani sebelum aku menikah adalah kebahagiaan bagiku. ayah dan ibu yang sangat menyayangi kami. Hidupku tak pernah kekurangan apapun. Walaupun seperti itu.. kami tetap hidup sederhana.


Adikku kuliah sambil mengajar anak- anak sd disekitar rumah kami. Walaupun niatnya hanya sekedar membantu mereka belajar, namun kenyataannya dia memperoleh uang saku dari ibu- ibu yang menitipkan anaknya belajar bersama adikku.


Kehidupan kami menyenangkan dengan saling mendukung. Melihat anak- anaknya bahagia adalah kebahagiaan bagi kedua orang tua ku


Akupun juga mendapat uang saku dari jasa pengetikan yang kuprromosikan keteman- teman. Aku orang yang tergolong pandai disekolah... sekolah dengan beasiswa yang kudapat.


Suamiku bernama Devan. Bertemu dengannya saat kami sama- sama menempuh pendidikan. Dia kakak tingkatku. Suamiku bekerja sebagai manajer disalah satu perusahaan di kota kami. Dengan gaji yang tergolong besar karena jabatannya. Kami menikah karena saling mencintai bukan karena dijodohkan.


Setelah menikah kami memutuskan untuk tinggal dirumah ibunya yakni ibu mertuaku. Dirumah itu ibu tinggal bersama adik perempuan suamiku yang bernama Sinta. Ibu mertua membuka warung sembako yang menyediakan kebutuhan sehari- hari. Mereka hidup dari hasil penjualan warung dan uang yang diberikan suamiku dari gajinya.


Devan seorang anak yang penurut bahkan tak pernah membantah apapun yang dikatakan ibunya. Hal ini yang membuatku jatuh cinta, karena berpikir kalau seseorang menuruti dan mencintai orang tuanya sebagaimana hal tersebut pastilah dia akan mencintai pasangannya.


Dia memiliki seorang adik yang sangat dimanja oleh ibunya. Apapun yang diingin pasti dipenuhi. Apapun perbuatannya akan selalu dibenarkan. dia masih menempuh pendidikan di universitas.


Menikah dengannya selama 2 tahun, aku dikaruniai seorang anak laki- laki berusia 1 tahun. Tinggal dengan keluarganya selama kurun waktu yang lumayan lama membuatku tahu bagaimana sifat asli mereka. Bukan aku ingin mengumbar, tetapi kenyataan tidak bisa kusembunyikan. Hidupku jauh dari kata tenang dan bahagia lepas maksudnya benar- benar bahagia karena terkadang senyum yang kuberi nyatanya palsu.


Suami yang kuharapkan memberikan bahagia nyatanya hanya mengatakan kepadaku untuk selalu bersabar, jangan durhaka. Hanya kata itu yang selalu kuterima jika aku mengadu. Kadang juga suamiku tidak akan percaya apa yang terjadi padaku karena ulah ibu mertua.


Hidup ibarat roda. Kuterima semua dengan kesabaran dan ketulusan. Semua kusimpan didalam hati, tanpa tahu kapan akan berakhir.


Adik iparku kuliah diuniversitas, tapi yang aku perhatikan dia hanya bersenang- senang. Tapi apa yang terjadi aku sepenuhnya tak pernah tahu.


" Kadang kenyataan tak seindah harapan"


Braaakkk!!! suara pintu kamarku dibuka dengan keras.


kulihat ibu mertua dan Sinta sudah berdiri dengan wajah penuh amarah.


Aku diam hanya memandangnya karena anakku Bian tiba- tiba menangis karena terkejut mendengar suara keras.


Anin... kamu tau jam berapa sekarang..


mana sarapan yang harus kau siapkan.. apa saja yang kau lakukan.. jangan kira bisa makan dan tidur disini dengan gratis. Punya menantu hanya bermalas- malasan, sama sekali tidak menghasilkan!! Rugi sekolah tinggi nyatanya seperti ini! ibu mertuaku mengomel tak jelas

__ADS_1


Laporkan saja dia bu ke kakak.. katakan pada kakak istrinya hanya makan dan tidur tidak mau membantu ibu.. ujar sinta menambahkan memprovokasi ibu


Sebenarnya aku sendiri tak mengerti. Kenapa mereka menyebut sekolah tinggi ku.. apa salahku??


Lalu kugendong Bian keluar kamar menuju dapur tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku memilih diam daripada terjadi keributan tak pasti apalagi suamiku subuh tadi sudah berangkat keluar kota.


Aku lihat isi kulkas yang isinya hanya ada telur dan sayur hijau.. kuputuskan membuat nasi goreng sayur dengan nasi sisa kemarin.


Waktu 15 menit kuhabiskan membuat sarapan sambil mendekap Bian dalam gendongan selendang. Setelah selesai kupanggil mereka..


" ibu, Sinta sarapan sudah siap, ujarku.


Mereka datang dan melihat apa yang kubuat.


Apa tidak ada daging.. kenapa hanya ini??


Hanya ini ada dikulkas bu.. aku belum kepasar... ujarku


Nih uang Rp. 50.000 ! dilempar kewajahku. ini untuk makan kita hari ini.. pergilah kau kepasar.. ujar ibu kemudian..


Aku ingin makan rawon sapi.. kata Sinta


cukupkan saja segitu.. kalau mau lebih.. bekerjalah jangan hanya mau makan gratis..klo cuma Rp. 50.000 aku rasa cukup untuk ibu dan aku ujar sinta lagi.


Pergi dari sini.. kau membuat nafsu makanku hilang!!


ayo sayang kita makan.. ujar ibu lagi


huffttt... kutarik nafas panjang dan berat..


Apa yang harus kulakukan?? aku bingung dengan keadaan ini.. ini bukan pertama kalinya mereka berbuat seperti ini kepadaku.. bila kuadukan suamiku hanya berkata..bersabarlah.. jangan diambil hati.. memang sifat mereka seperti itu


pernah suatu kali aku mengadu pada devan tentang perlakuan mereka yang dengan sengaja mendorongku hingga terjatuh.. tapi apa yang kudapat devan malah mengatakan aku yang salah karena tidak hati- hati hingga terjatuh.


Ayo!! kita berangkat Bian.. kataku pada bian.. dijawab dengan senyum dan tawa olehnya.


Hanya Bian penghiburku. anak ini selalu ceria. Dialah kebahagiaanku.


kemudian aku berangkat kepasar dengan berjalan kaki..

__ADS_1


kulangkahkan kaki sambil bercanda dengan Bian digendongan.


Selama ini aku tak pernah bercerita kepada siapapun apa yang terjadi pada hidupku.. yang mereka tahu aku baik- baik saja.


Hidup didalam rumah yang harusnya menjadi istri tetapi pekerjaanku layaknya pembantu dirumah ini.


sesampai dirumah.. kudapati warung ibu sepi.. ibu pun tak terlihat.. dalam hati bertanya kemana ibu??


Aku buru- buru masuk ternyata mereka sedang menonton tv diruang tengah.


Setelah ini bersihkan rumah dan cuci baju dibelakang! jangan menunggu aku menyuruh ya.. Dasar memantu tak tau diri!!! Sudah menumpang maunya makan tidur lagi!!!


Baik bu.. ujarku kemudian


Aku kembali kekamar untuk menaruh Bian karena dia tertidur dalam perjalanan pulang tadi..


bergegas kedapur untuk memasak makan siang untuk mereka..


kruyukkkk.... ahhh aku lupa aku belum sarapan.. kulihat meja sudah kosong..


kuisi gelas dengan air putih untuk menahan rasa laparku..


drrrtttt.. drrrrttt.. drtttt..


halo.. iya kak..


halo sayang...kamu sudah makan siang sayang???


belum kak . sebentar lagi.. kakak lagi apa?? apa sudah makan siang???


sudah sayang.. kamu jangan telat makan sayang..


baik kak.. kakak hati- hati ya..


iya sayang.. i love u..


i love u too


yah.. itu tadi devan menelponku.. aku lebih suka tidak mengadu apa yang terjadi daripada membuat keributan..

__ADS_1


__ADS_2