
Aku dilema meninggalkan ibu sendiri dirumah.
walaupun dia suka menghinaku, tapi aku tak tega bila dia juga menderita.
sebenarnya aku juga bingung dengan diriku sendiri.. disatu sisi aku ingin ibu merasakan apa yang kurasakan tapi disatu sisi aku tak tega.
sekarang aku dan kak devan memang sibuk mengurus pembukaan cafe, tapi aku juga kepikiran dengan ibu.. apa dia makan dengan baik.. apa dia bisa tidur nyenyak.. apakah dia sehat..
akkhhh.. aku sedikit kacau karena ini..
seandainya ibu mau membuka hatinya sedikit saja untukku.. mungkin kejadian ini tidak akan terjadi..
seandainya ibu tak menjual sinta.. mungkin sinta masih baik- baik saja..
seandainya.. ibu tidak berhutang banyak.. tak mungkin ibu gelap mata begini..
seandainya..
seandainya...
akhhh banyak seandainya tentang ibu yang membuatku dilema..
Aku disibukkan merekrut chef dan waiter dan waitres..
ini sedikit melupakan kekacauan pikiranku
ddrrrttt... ddrrttt...
ditengah kesibukanku mbak lela menelpon
"halo.."
"nin.. ini mbak lela nin"
"iya mbak, ada kabar apa tentang ibu mbak??"
"ibumu keluar rumah dari semalam nin, dan belum pulang nin"
"apa ibu menitip pesan mbak?"
"aku memang menghampiri ibumu.. tapi dia mengatakan jangan mencampuri urusanku, ibumu seperti itu nin.. ketus"
"oo, ya baiklah mbak.. aku akan mengabari kak devan, terimakasih mbak"
"sama- sama nin"
aduh..masalah apa lagi ini, ibu kemana ya sampai menginap segala... aku harus memberitahu kak devan.. aku takut terjadi apa-apa pada ibu.. monologku dalam hati
"kak... ibu pergi dari semalam belum kembali"
kataku pada kak devan begitu melihatnya.. aku tak tau kalau kak devan sedang interview seorang wanita mungkin ingin jadi waitres..
tapi tunggu kenapa penampilannya seperti seorang pelakor.. gaun ketat..dengan belahan dada rendah dan bawahan tersibak memperlihatkan pahanya yang putih mulus
"sayang.. kemarilah"
katanya padaku.. tak biasanya kak devan tak panik aku mengabarkan soal ibu
"ini istri saya.. saya tidak mencari istri.. saya mencari pegawai yang bisa bekerja.. sekarang anda bisa keluar"
kata kak devan pada. orang yang duduk didepannya dengan sedikit dingin.
karena perkataannya aku langsung menatap orang itu..
apa maksudnya..
apa dia pelakor..baru saja mau mulai usaha sudah ada kerikil kataku dalam hati.
"hehe.. tapi gak apa- apa kalau saya dijadikan yang kedua"
"saya lebih muda.. dan lebih fresh lho pak"
kata orang itu pada kak devan..
aku bergidik..jijik.. kok bisa ada orang menjual diri seperti ini.. maksa lagi..
hadehh.. ga tahu malu
"hei..mbak.. kalau mau cari mangsa mbak salah tempat.. disini yang kita cari tuh pegawai cafe... bukan ****** ataupun pelakor"
"kalau kayak mbak gini ya.. saya rasa ga ada harganya"
kataku seraya memindai dari atas sampai bawah
"tolong bercermin mbak.. apa ga ada cermin dirumah?"
kataku lagi padanya..
__ADS_1
"mbak pekerjaan halal itu lebih berkah mbak.. jangan terjerumus terlalu dalam.. nanti tak bisa kembali"
aku berusaha tidak emosi menghadapi yang begini.. aku merasa akan sia - sia tenagaku jika aku bertindak bar- bar..
"heh.. jangan sok kamu"
"jangan merasa beruntung dapet bos kaya ya.. belagu kamu"
kata orang itu padaku..
plok..plok..plok..
kak devan bertepuk tangan.
"hei..******.. kamu tau dia siapa?"
"jangan kurang ajar"
"siapa yang menyuruhmu?"
"cepat katakan!"
bentak kak devan sambil mencengkeram dagu wanita itu sampaii dia meringis..
"akhh sakit... sakit... lepasss.."
katanya kesakitan..
"cepat katakan.. sebelum aku merobek mulutmu!"
kata kak devan dengan amarahnya.. kini kak devan menganjungkan gunting yang diambilnya dimeja
aku tak menyangka..kak devan semarah ini..
tapi dari tadi juga wanita ini sudah diusir cuman dia kekeh ingin merayu...
"iya"
kata wanita itu sambil berusaha mengangukkan kepalanya
"ibu.. ibumu yang menyuruhku!"
katanya sambil berurai air mata kesakitan
kak devan tersenyum menyerigai..
kata kak devan berteriak marah sambil mendorong wanita itu hingga terhuyung dan tersungkur
wanita itu langsung beranjak dan lari keluar terbirit- birit
"kak.."
kataku hati-hati
"kemari nin.. kenapa ibu begitu jahat pada kita nin!"
katanya padaku sambil memelukku dipangkuannya
"kenapa dia melakukan semua ini nin.."
" aku tak mengerti dengan ibu"
katanya lagi.
"kamu tau nin, tadi wanita itu datang langsung menggodaku.. dia mendekatiku..ingin menyentuhku..untung kamu segera datang tadi.. aku merasa jijik nin"
aku terdiam.. sedikit masih shock dengan semua ini.. seorang pelakor sekarang dikirim ibu untuk mengganggu rumah tanggaku. tapi tunggu aku seperti pernah melihat wanita itu.. tapi dimana.. aku lupa..
sebenarnya apa yang dipikirkan ibu.. apa dia menginginkan kami berpisah.. atau hanya ingin membuatku sakit hati
terus terang ini diluar dugaanku.
"kak.. tapi dimana ibu?"
aku masih saja bingung dengan keberadaan ibu
"biar saja dia.. aku tak peduli"
kata kak devan padaku
sementara disebuah tempat..
plakkk..
"bodoh..bodoh.. aku tak kan membayarmu"
"kamu dengar itu!"
__ADS_1
wanita itu mendapat tamparan dan makian dari ibu..
ya dia adalah. wanita yang disewa ibu untuk menjadi pelakor dengan iming- iming akan dijadikan seorang ratu jika berhasil menyingkirkanku dari kehidupan kak devan.
"tapi dia sudah menyakitiku.. harusnya kau tetap membayar"
kata wanita itu sambil mengambil tissue basah membersihkan make upnya
"persetan.. itu salahmu"
"harusnya kamu lari jika tau dia akan menyakitimu"
kata ibu tak peduli
setelah make up terhapus terlihat rahang wanita itu merah karena cengkeraman tangan kak devan dan pipinya juga merah karena tamparan ibu.
"aku pergi"
kata ibu beranjak dari sana
"apa??beraninya kamu seenaknya akan pergi"
"setidaknya beri aku uang"
wanita itu berteriak marah..
"cuih.. dasar tak berguna!"
kata ibu padanya
"akhhh.. sakit..sakit .. lepaskan aku.."
"tolong... tolong.."
bug..bug...
"akh... tolong... sakit..."
plak...plak...
"tolong hentikan.. sakit.."
ibu berteriak meminta pertolongan.
ya.. wanita itu menyeretnya masuk kembali kedalam gudang tua itu..kemudian memukul perutnya serta menampar wajahnya...
sepertinya wanita itu marah pada ibu karena tak jadi diberi uang..
"kau macam- macam padaku wanita tua.."
"jangan harap kau bisa lepas"
wanita itu merasa harga dirinya hancur karena kejadian ditolak kak devan dan dimaki ibu.. dan dia juga teringat dengan wanita penolong dimasa lalunya.
wanita ini adalah seorang wanita dengan wajah cantik..body yang seksi.. kulit putih.. dia bekerja disebuah klub malam..
dia populer disana, biasanya para lelaki akan antri jika ingin dilayani olehnya
entah apa yang dikatakan ibu padanya...hingga ia mau menuruti kemauan ibu..
sepertinya ibu menjanjikan kehidupan mewah, bak ratu tanpa harus bekerja.
"kau tahu.. aku tak pernah merasa sehina ini.. wajah putramu itu jauh dari bayanganku.. dia jelek..bukan seleraku"
"dan kau menyuruhku bersaing dengan wanita alim nan cantik.."
"kau tau.. istri putramu itu pernah menolongku beberapa tahun lalu.. bahkan dia memberiku uang sisa terakhir didompetnya untukku berobat karena luka- lukaku disebabkan oleh preman jalanan yang akan memperkosaku"
"kau tau aku malu pada diriku.."
"apa sebenarnya dendammu padanya"
"aku tak akan menagih bayaranku..tapi aku mau kamu berjanji jangan mengganggu kehidupan wanita itu..
kalau kau berani mengganggunya.. yang kau dapatkan akan lebih dari ini"
wanita itu memarahi ibu dan sedikit bercerita pada ibu..
dia tak menyangka akan menggangu anin.. yang dia cari selama ini.. wanita baik.. yang menolongnya dan memberinya uang.
dia mencari anin.. berencana untuk berterimakasih atas kebaikannya.
namun sekarang dia malu untuk bertemu kembali karena kelakuannya atas suruhan ibu.
ibu hanya terdiam sambil terus meringis kesakitan
dia seperti terlihat malas mendengar wanita itu bercerita.
__ADS_1