Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 48


__ADS_3

tiga hari telah berlalu.. tak ada pergerakan dari ibu mertuaku..


aku berencana hari ini ingin menjenguk sinta dan menceritakan apa yang terjadi disini..


kak devan sudah mulai sibuk juga dengan cafe kami.. sementara aku masih dirumah saja.. menghabiskan waktu dengan menulis cerbung dan menjual skin care


rencana ingin memberi pelajaran pada ibu pun sedikit terlupakan..


biarlah ibu merasa tenang dulu.. sejauh ini dia tak mengusikku saja aku sudah bersyukur.


hari ini aku juga sudah ijin pada kak devan ingin pergi ketoko buku.. ingin mencari buku buku edukasi untuk si kecil bian


dan kak devan pun mengiyakan dengan catatan aku berhati hati.


sesaat setelah bersiap siap aku pergi menggunakan taxi online yang kupesan via aplikasi..


entah mengapa sejak keluar dari rumah . aku merasa ada yang memata mataiku.. namun aku tetap tenang..berusaha mengalihkan pikiranku agar tak terus berpikir negatif.


tut.. tut.. tut..


"kak devan.. tolong hampiri aku kak di toko buku kencana"


ucapku ditelpon pada kak devan tanpa mengucap salam


"ada apa nin"


katanya menjawab telponku


"cepat kak.. aku tunggu"


kataku sembari mematikan telepon takut ada yang curiga


aku berdiri sambil berpura pura membaca dengan serius.. kucari tempat yang paling banyak orang berdiri..


aku berpikir jika nanti ada yang mendekatiku aku akan menarik salah satu orang disana untuk membantuku.


jantungku berdetak kencang.. aku takut.. was was.. takut ada suruhan ibu..


mana sih kak devan lama sekali.. monologku dalam hati


grep..


tiba tiba ada yang mendekapku dan berbisik..


"diam.. atau kutusuk pake belati"


aku ketakutan.. badanku serasa lemas..


laki laki itu mendekapku erat..


aku mendongak.. melihat siapa orang ini..


saat aku mendongak mata kami bertatapan..dia memakai masker aku tak mengenalinya


"tundukkan kepalamu.. kita akan keluar dari sini"


katanya lagi


melewati rak rak buku menuju pintu keluar... posisi kami masih tak lazim dilihat..


lalu aku memiliki ide.. kutarik salah satu buku yang tertata diatas meja pendek.. dan seperti yang kuharapkan.. sebagian buku itu terjatuh dilantai dan menimbulkan suara keras sehingga menarik perhatian orang..


seketika mereka menoleh dan melihatku..


salah satu pengunjung kulihat menatapku.. kuberanikan berucap tanpa suara berkata tolong..


"tolong... tolong.."


orang itu tersadar dan mendekatiku..


"mbak.. bukunya jatuh tuh.. jangan diem aja donk.. masih juga pelukan.. ga sopan banget"


katanya padaku..


aku tak menjawab segera berusaha lepas dari dekapan laki laki itu dan berlari berdiri dibelakang beberapa pengunjung dan berteriak..


"tolong...ada yang mau menculikku"


"itu orangnya.."


aku berteriak sambil menunjuk laki laki yang mendekapku..


para pengunjung mulai melihat laki laki itu dan mendekat ingin menangkapnya.. tapi..


sshhh...


dia tersadar dan berlari kencang tanpa memperhatikan jalan.. kulihat dia beberapa kali menabrak orang dan juga beberapa barang yang dilewatinya


"mbak.. mbak.. apa mbak gak apa apa"


kata seorang pengunjung

__ADS_1


"mbak minum dulu.."


ada lagi yang menyodorkan air mineral padaku


"makasi semua"


kataku mencoba tersenyum..


aku berusaha menetralkan detak jantungku.. aku sadari pasti wajahku pucat karena ketakutan.


"anin.. anin..."


kak devan memanggilku


"kak devan aku disini"


kataku sambil melambai


"ada apa ini anin.. apa yang terjadi"


katanya panik karena melihatku pucat dan lemas


"kak.. tadi ada yang ingin menculikku.. untung ada para pengunjung disini jadi aku selamat"


kataku yang sudah berada didekapannya.. dia memelukku berusaha menenangkanku


"ayo kita pulang.."


katanya lagi


sebelum pulang kembali kutundukkan kepala mengucapkan terimakasih pada orang orang yang ada ditoko buku kencana


"kak.. siapa ya orang tadi"


kataku pada kak devan


"dia memakai masker.. aku tak mengenalinya.. dia mendekapku dan menaruh belati dipinggangku kak"


kataku masih ketakutan dengan kejadian tadi


semua terjadi begitu cepat


"coba kulihat pinggangmu.. apa ada yang luka.."


kata kak devan panik.. wajahnya seketika berubah merah menahan amarah mungkin dia tak menyangka seperti itu kejadiannya.


"aku tak apa apa kak"


"baiklah.. kita pulang sekarang"


akhirnya kami pulang..


apakah ini ulah ibu.. apa dia mulai melakukan ancamannya padaku..


monologku dalam hati


aku harus merencanakan untuk menjebak ibu..


aku akan menyewa mata mata untuk mengikuti ibu


sebaiknya aku harus mulai bertindak.


sampai dirumah kak devan belum juga berbicara padaku..


dia hanya menuntunku masuk kedalam dan menuju kamar.


mengajakku masuk kekamar mandi dan menghidupkan shower dan menyiramku.


"kenapa kak? apa yang terjadi?"


kataku tak mengerti dengan apa yang dilakukan kak devan


"aku membersihkan bekas dekapan laki laki penculik tadi"


katanya dengan wajah menahan amarah


"hei... hei.. jangan seperti ini kak.. aku mencintaimu.. menhapus bukan begini caranya tapi begini"


kataku melepaskan tangannya yang terus menggosok badanku.. dan kemudian memeluknya erat seraya mencium pipinya..


"begini caranya kak.. biar dekapannya berganti dengan dekapan penuh cinta darimu kak"


kataku lagi


kak devan mulai membalas pelukanku dengan erat..


kudongakkan kepalaku karena tinggiku hanya sebatas dadanya saja..


kulihat dia tersenyum..wajah penuh amarahnya kini sudah bersemu merah..


akhirnya kami mandi berdua dibawah guyuran shower dengan hati bahagia

__ADS_1


melihatku mulai menggigil, kak devan menghentikan aktivitas kami dan membopongku kekamar setelah sebelumnya melilitkan handuk dibadanku


dia melayaniku dengan penuh kasih .


setelahnya kami berbaring ditempat tidur dan masuk kedalam selimut


"aku tak suka milikku disentuh orang lain"


katanya dengan wajah datar tanpa ekspresi..masih seperti orang cemburu


"iya sayang..aku tahu.. aku akan berusaha agar ini tak terjadi lagi..maaf kak"


kataku agar dia tak merajuk lagi


"bukan salahmu nin.. kalau sampai orang itu tertangkap akan kupatahkan tangannya yang berani memelukmu"


katanya lagi


"iya kak.. nanti aku juga bantu patahkan"


kataku lagi


lalu kami tertawa bersama. tapi aku tahu di sela tawa kami ada banyak masalah yang belum terungkap dan harus cepat diselesaikan agar nyawa kami semua tak terancam lagi


pagi hari.. aku sudah disibukkan dengan rutinitasku


kak devan juga berpamitan akan pergi kecafe.. karena ada orang yang ingin membooking untuk acara ulang tahun, tapi karena aku bosan dirumah..akhirnya aku ikut juga ke cafe


cafe terlihat ramai pengunjung..


melihat kedatangan kami para karyawan sangat antusias.. karena selama ini.. para karyawan kami perlakukan seperti saudara.. itu yang membuat mereka juga betah bekerja dengan kami


karena ramai akupun berniat ke dapur untuk membantu sedikit.. membuat beberapa kue dan mengajari mereka beberapa resep baru yang sudah kucoba membuat dirumah dan rasanya sangat enak.


aku memiliki ide akan menjual cake juga.. karena hobiku membuat kue.. jadi sekalian datang kecafe aku juga ingin menambahkan menu dicafe


"mulai besok.. kita juga akan menjual berbagai cake yang menggugah selera.."


kataku pada beberapa karyawan didapur.


"iya bu.. banyak juga yang nanyain kok ga jual cake secara kan kita jual kopi bu"


kata salah satu karyawanku


"iya.. besok kita mulai jual.. dan yang kita buat ini.. kita bagikan gratis untuk pengunjung pembeli kopi hari ini"


kataku lagi


"baik bu.."


kata mereka antusias dengan ideku


mereka mulai mencatat apa saja yang akan disiapkan untuk menjual cake esok hari.


aku juga menaruh rak kaca agar cake yang kami jual terlihat cantik di etalase


sementara beberapa cake yang kami buat hari ini kami berikan secara gratis ke pengunjung yang kebetulan memesan kopi


"kak.. aku bawakan cake dan kopi"


kataku pada kak devan sesaat setelah masuk keruang kantornya dicafe ini


"wah . pasti enak nih.. bikinan istriku emang selalu enak"


kata kak devan langsung mencomot kue dan memasukkan kemulutnya.


"mmmhh.. enaknya.. mantap rasanya"


katanya lagi


"mulai besok aku akan taruh cake cake seperti ini dietalase"


kataku pada kak devan


"iya nin..aku setuju"


kata kak devan padaku dengan senyum mengembang.


"karena itu.. besok aku ikut lagi ya kak"


kataku sambil mengedipkan mata


"hei.. jangan menggodaku nin"


"iya besok kamu boleh ikut tapi jangan terlalu capek ya.."


"iya kak"


aku senang sekali karena satu satu impianku tercapai..


hanya tinggal ibu saja.. kita harus cepat cepat menangani masalah ibu..

__ADS_1


semoga kedepannya ibu cepat bertobat


__ADS_2