Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 21


__ADS_3

Pov devan


aku bingung.. aku memang pernah nendengar tetangga berbicara mengatakan kalau aninku sekarang bertambah cantik. aku pun senang walau dalam hati merasa was- was.


aku egois.. yah aku memang laki- laki egois yang hanya menginginkan anin untukku.


Sedari dulu, pertama kali melihatnya aku sudah jatuh hati padanya. saat itu kami masih kuliah.. dia adik tingkatku..


aku selalu berusaha agar bisa melihatnya. kuberanikan diri berkenalan dengannya.


Anin,.. dia adalah seorang primadona kampus.. Cantik, pintar, ramah.. dia terkenal di kampus apalagi hampir seluruh mahasiswa membicarakannya.


Dulu aku seorang yang tak pernah mau peduli urusan orang lain, apalagi yang tak berhubungan denganku.. aku lebih baik menghindari masalah daripada menimbulkan masalah, itu prinsipku.


awal aku berusaha mencari tahu tentang anin.. karena populer.. yah tentu saja! berpapasan dengannya pertama kali, bagai sebuah mendapat durian runtuh..


sampai hari- hariku dipenuhi wajahnya saja.. aku menganggap diriku gila.. ya gila karena anin..


setelah berkenalan.. ada saja alasanku bertemu.. atau hanya sekedar menguntitnya..


aku juga pernah berpikir apakah aku terobsesi pada anin atau aku mencintainya..


sampai pada akhirnya aku lulus. saat itu aku sangat ketakutan tak dapat lagi bertemu anin.


jadi aku beranikan diri menembaknya untuk menjadi kekasihku..


banyak yang kami lalui bersama, sampai akhirnya anin lulus dan aku melamarnya.


aku tahu ibu tak setuju dengan pilihanku


ibu tak suka anin, ibu punya pilihan sendiri.. katanya ada anak kenalannya tertarik denganku.. anak orang kaya.. jadi ga usah repot- repot kerja kata ibu waktu itu.


tapi aku tetap bersikukuh akhirnya menikahi anin...


aku katakan pada diriku sendiri pada waktu itu.. aku mencintainya aku menginginkannya, anin tak boleh dimiliki orang lain selain diriku..


karena itu juga anin tak kubolehkan bekerja.. ataupun keluar rumah.. aku takut dia berpaling dariku.


aku mudah cemburu..


aku tak sanggup bila ada orang lain menatapnya selain diriku..


apa aku gila???


Dan sekarang hari ini malam ini anin pergi dengan amarahnya..


dia marah padaku.. apa yang harus kulakukan..


aku tak ingin dia meninggalkanku..


ini salahku, aku seharusnya tadi menahannya agar tak pergi.. aku juga tak pernah memperhatikan anin.. dia istri yang baik.. tak pernah mengeluh.. ataupun manja padaku..


aku sebenarnya tahu apa saja yang dilakukan ibu pada anin.. tapi aku memilih pura- pura tidak tahu..


dengan alasanku pada diri sendiri.. itu akan membuat anin tak keluar rumah.. biarlah ibu memberinya pekerjaan.


dia istriku.. harusnya aku lebih mempercayainya.. dia selalu ada untukku.. tapi sekali lagi aku berpikir.. aku sudah menikahinya.. maka memang seharusnya dia melayani dan mengurusku..


aku juga heran... kenapa tadi anin tak mau menjawab pertanyaanku.. kenapa dia memilih pergi.. aku tak mau menghubunginya.. bisa besar kepala dia.. nanti kalau dia perlu.. dia pasti menghubungiku.. tapi aku lupa.. apa yang dibutuhkan dariku.. sepertinya tak ada...

__ADS_1


arrrggghhhh


ini semua salah ibu dan sinta.


aku harus bicara pada ibu.


ibu... ibu.. panggilku berteriak..


ada apa??


semua gara- gara ibu anin pergi,. bagaimana sekarang.. aku tak mau kehilangan anin..


aku tak mau bu.. teriakku frustasi.


kok jadi ibu yang salah.. seharusnya kamu senang dia pergi, jadi beban dirumah kita berkurang..


apa maksud ibu??


ibu tahu.. aku bisa sembuh dan bekerja lagi semua karena anin..


karena anin yang bayar pengobatanku bu..


ibu benar- benar keterlaluan.


alah... cuma segitu saja kamu banggakan..


kamu pikir ibu tak pakai uang besarkan kamu.. ingat itu devan!!!


aarrgghhhh... teriakku lagi..


aku benar- benar bingung..


aku pergi kekamar.. aku berpikir.. ah sudahlah.. nanti juga anin datang lagi..


toh aku juga akan keluar kota...


pov end


Sampai dirumah.. ayah dan ibu sudah menungguku memberi penjelasan..


Anin.. kamu kenapa?? tanya ayah..


seperti biasa ayah.. ibu memarahiku dengan kesalahan yang tak kubuat ayah..


kamu yang sabar ya..


aku tadi sudah tak tahan ayah.. aku emosi . hilang rasanya rasa hormatku padanya ayah..


kamu tidak boleh terlalu keras nin.. tak baik, kata ayah..


sebaiknya kamu bercerita lebih detil lagi.. agar kami bisa memberimu solusi bagaimana sebaiknya kita bersikap kedepannya.


iya ayah..


pergilah istirahat ayah ibu...


biar mbak anin bersamaku disini, kata rian.


iya nak.. selamat tidur semua..

__ADS_1


selamat tidur ayah ibu..


mbakk...


cerita mbak.. apa yang terjadi??


aku tak suka melihat mbak menangis seperti tadi..


apa kak devan main fisik?? apa kak devan ikut memarahi mbak??? riann memberondongku dengan banyak pertanyaan.


tidak dek.. kak devan hanya bertanya saja.. ( sebenarnya aku ingin menutupi semua karena aku sama sekali tak ada niat untuk berpisah.., yang aku tahu kalau aku ceritakan semua.. mereka pasti akan shock dan menyuruhku bercerai, aku masih memikirkan bianku)


bertanya apa mbak???


apa kak devan tak percaya dengan mbak??


iya dek, dia tak percaya mbak.. dia selalu curiga sama mbak..


air mataku menetes lagi . aku terisak kembali.. rasanya sakit bila mengingat semua.


ibu bilang mbak berselingkuh dan kak devan mencurigai mbak dek..


jadi mbak tadi pergi dari rumah semata- mata agar dia tahu bagaimana sakitnya hati mbak dituduh oleh ibu dan kak devan.


kok bisa seperti itu mbak??


ceritanya ibu atau siapa yang bergosip disekitar rumah.. yang mengatakan mbak selalu dandan.. pasti katanya karena ada selingkuhan, katanya mbak cari mangsa dek...


aduh.. mbak ga bisa dengar omongannya yang kelewatan dek..


mbak dandan kan buat promo produk yang mbak jual.. dan juga untuk kak devan.. agar ga malu- maluin.. secara mbak selalu dibilang buluk oleh ibu dan sinta.


besok kayaknya mbak mau ke rumah mbak lela.. mau tanya perihal gosip ini.. mau tahu siapa yang aebenarnya sebarkan gosip ga bener begini.


iya mbak.. nanti rian antar ya mbak..


iya dek . makasi dek


udah sana cuci muka mbak..


biar besok ga seperti mata panda.. hehehe..


iya dek.. kamu ini . aku pergi sambil mengerucutkan bibirku kesal.


akhirnya aku tidur dikamarku sendiri waktu gadis dulu..


kulihat foto- foto dulu saat aku remaja dan fotoku bersama kak devan saat kami berpacaran dulu. tersungging senyum dibibirku..


semua begitu indah saat dulu.. namun sekarang semua seperti jauh dari indah..


inginku menelpon kak devan..


akhhh, kan dia yang salah kenapa aku yang telpon duluan.


kuurungkan lagi niatku.. egoku bekerja..


saking asyik melamun dan berpikir akhirnya aku tertidur tanpa bersih- bersih dulu.. aku lupa..


terkadang kita perlu bertindak agar orang lain tersadar akan kehadiran kita..

__ADS_1


sesaat tak apa bila ego bekerja.. demi kebaikan diri juga..


__ADS_2