Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 38


__ADS_3

Hari baru berusaha dilewati Sinta.


Dia menjadi seorang yang baru... walaupun bayang- bayang masa lalu berusaha ditepisnya selalu.


Mimpi buruk pun yang setiap malam terasa kini sudah semakin menghilang..


ddrrttt.. dddrrrttt...


"halo.."


"halo..ini dengan mbak sinta ya.."


"maaf..ini dari mana?"


"saya dari susi mbak.. mau pesan kue 10 loyang untuk arisan besok sore bisa mbak?"


"oya.. bisa mbak.."


"tapi mbak bisa kasih dp dulu kesaya ya mbak?"


"iya..bisa mbak.. mbak bisa kerumah saya saja di sebelah rumah pak RT mbak.. nanti saya titip adik saya ya uangnya.. total berapa mbak?"


"total lima ratus ribu mbak sepuluh loyang"


"oya.. saya tunggu mbaknya datang ya.. terimakasih"


"terimakasih kembali mbak"


hari ini sinta senang sekali setelah mbak susi menelpon memesan kue padanya.. lalu dia segera bersiap akan mengambil dp kue kerumah mbak susi.


aku harus cepat ini.. setelah ini aku akan langsung belanja kebutuhan membuat kue.. lumayan banyak ini.. terimakasih tuhan.. sinta berkata dalam hati


beberapa menit kemudian..


tok..tok..tok..


"permisi"


ucap sinta pada sang pemilik rumah


"cari siapa mbak?"


seorang laki- laki berumur sekitar 32 tahun menghampiri


"maaf mas.. saya ingin bertemu mbak susi.."


kata sinta


"owh.. mbak sinta ya.. kenalin mbak saya adiknya mbak susi.. saya budi mbak.."


kata laki- laki itu tersenyum setelah sekian menit memandang sinta.


mas budi seperti terpana melihat sinta.. dia langsung mengajak sinta berkenalan dengan menyebut namanya.


mas budi seorang yang biasanya tertutup biasanya bersikap dingin jika melihat seorang wanita karena trauma masa lalunya


"e..eh..iya mas.. saya sinta.. saya mau mengambil dp pesanan kue"


kata sinta ragu..


aku mau mengambil dp kue kok diajak kenalan.. ih.. jangan sinta.. kamu harus hati- hati.. laki- laki dimana- mana sama..


ucapnya dalam hati


"iya mbak.. ini lima ratus ribu.. dititip tadi sama mbak susi.. ga mau mampir dulu mbak??"


kata mas budi ramah


"iya.. makasi mas.. kalau begitu saya permisi"


ucap sinta menolak dengan halus dan bergegas pergi setelah menerima uangnya.


uuhh.. ada- ada aja.. kamu ga boleh hubungan sama laki- laki dulu.. kamu harus bisa bekerja halal.. monolognya dalam hati

__ADS_1


sinta sekarang berusaha menutup diri pada lelaki manapun.. takut kejadian dulu terulang dan malu juga kalau ada yang mengetahui masa lalunya yang kelam.


sinta sekarang pun berpakaian lebih tertutup.. sinta sekarang jika keluar rumah selalu memakai celana panjang dan kaos oblong yang besar.. agar lekukan tubuhnya tak dapat dilihat orang.. dia lebih sering berpakaian ala laki- laki . untuk menghindari segala omongan dari luar..


sinta pergi untuk membeli bahan- bahan untuk membuat kue.


biasanya dia mulai membuat pukul sembilan malam..


selain pesanan mbak susi dia juga sudah menerima pesanan dari tetangga lainnya.. walaupun hanya bisa satu varian kue.. sinta mendapat orderan tiap hari rata- rata dua puluh loyang.


hari ini dia sangat bersemangat.. dia berharap ini akan menjadi awal kesuksesannya.


sampai rumah.. dia mulai berkutat dengan bahan- bahan.. agar cepat dapat beristirahat.


tepat pukul lima pagi.. sinta sudah selesai membuat kue..


aarrrgghhh...


lelah sekali.. aku harus tidur sekarang sebelum mengantarkan kue- kue ini..


semangat sinta..ucapnya pada diri sendiri


tiga jam berlalu..


ooahhmmm...


aduh ngantuknya..


katanya sembari memaksa duduk ditepi ranjang.. ingin bersiap mandi dan mengantarkan kue.


sinta sudah siap dengan pakaian tomboynya tak ketinggalan topi terpasang dikepala.


kemudian dia memasukkan kue- kue yang sudah dipack mika kedalam tas agar mudah dibawanya.


pertama kali diantarnya sepuluh mika berkeliling tetangga..karena berjalan kaki.. jadi dia pun berjalan perlahan takut kue yang dibawanya hancur.


aku mungkin harus membeli keranjang atau tas yang bisa ditarik seperti koper agar mudah membawa kue setiap harinya.. nanti aku akan mencarinya..


tepat pukul sebelas siang sinta mengantarkan kue yang terakhir.. kini ia akan pulang kerumah untuk mengantar pesanan mbak susi..


Ah..lelahnya.. semangat sinta.. kamu tak boleh menyerah.. katanya memberi semangat dalam hati


tok..tok..tok..


"permisi.."


"eh..mbak sinta sudah datang"


kini yang menghampiriku mbak susi..


"iya mbak . kuenya kemarin sudah lunas ya mbak.. terimakasih sudah order mbak.."


kata sinta pada mbak susi..


"iya mbak.. yuk masuk dulu.."


kata mbak susi ramah..


"lain kali saja mbak.. saya permisi ya mbak.."


kata sinta lagi.


"eh..jangan pulang dulu.. boleh aku panggil sinta aja..?"


mbak susi memaksaku mampir


"iya mbak..'


seraya mengiyakan akupun masuk mengikuti mbak susi..


rumah mbak susi besar.. dia termasuk orang kaya namun ramah..


"aku tinggal bersama adikku saja disini sinta.. kamu sering main kesini ya.."

__ADS_1


katanya mengakrabkan diri


"eeh iya mbak.."


"kamu sudah ketemu adikku kan.. yang namanya budi.. "


sinta hanya tersenyum menanggapi omongan mbak susi


"sinta.. kalau kamu tak keberatan..maukah kamu menemaniku disini sore ini.. menemaniku menjadi temanku.. mau ya..?"


katanya lagi


sinta sedikit bingung maksud dari perkataan mbak susi


'tapi mbak..."


jawab sinta bingung dengan ekspresi tak mengerti


"begini lho sinta.. kami hanya dua bersaudara.. sebentar lagi ada tamu arisanku datang.. dan aku ingin kamu ikut meramaikan sekalian menemani adikku"


"maaf sebelumnya mbak.. saya tidak bisa.. mungkin lain kali ya mbak.. saya sedang ada pekerjaan sebentar lagi.. maaf ya mbak"


kata sinta sopan takut menyinggung mbak susi


sinta tahu.. mbak susi ingin menjodohkan adiknya sama sinta.. tapi untuk saat ini sinta belum mau berhubungan dengan siapapun.


dari kabar yang didengar.. mas budi ini sejak ditinggal pergi oleh istrinya berselingkuh selalu menutup diri.


dia termasuk duda tampan dan mapan.. dia memiliki beberapa perkebunan didaerah ini.


tapi bukan berarti ini menjadi pertimbangan sinta untuk lebih dekat dengan keluarga mbak susi


"oya..tak apa- apa sinta.. kalau senggang kamu bisa ya temani saya sesekali"


kata mbak susi pantang menyerah


"iya mbak.. saya permisi dulu"


kata sinta sambil pamit undur diri


bergegas keluar dari rumah mbak susi takut dipanggil lagi..


bruukkk..


"aduh.."


kata sinta sambil meringis karena dahinya terbentur


ya dia menabrak seorang laki- laki karena terburu- buru keluar menghindari mbak susi.


"maaf.. apakah anda tak apa-apa?"


suara seorang lelaki dengan lembut menyapanya


deg..


suara ini.. kata sinta dalam hati


sinta mendongak melihat siapa yang ditabraknya


"maaf.. saya tak apa-apa"


seraya menundukkan kepala sinta langsung berucap maaf dan berlari keluar pagar karena malu..


aduh.. malunya.. kenapa sih ga liat jalan tadi..jadi nabrak deh.. aduh nabrak apaan tadi..rasanya sakit gini dahiku pasti merah ini.. duh malunya.. kata sinta dalam hati


ya.. yang ditabrak sinta tadi dada bidang mas budi


mas budi terlihat tersenyum melihat sinta yang terkejut setelah menabraknya..


terlihat menggemaskan katanya dalam hati


setelah sekian lama dia tersenyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2