Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 43


__ADS_3

tut.. tut..tut..


"halo nin.."


"halo mbak lela.."


aku menelpon mbak lela ingin tahu kabar ibu sekaligus menanyakan penjualan skin care nya


"mbak.. gimana kabarnya? "


"aku baik nin.. baru aku mau menelponku menanyakan masih adakah stok skin care aku ada pesanan mendadak ini..tapi stokku di rumah habis kemarin"


katanya padaku


"ada donk mbak.. mau dianterin berapa banyak?"


aku tersenyum sumringah..mendapati penjualan yang meningkat maka bonusku pun meningkat


"boleh deh sepuluh paket nin"


katanya lagi


"oke mbak.. nanti biar diantar kurir ya.. adikku sedang banyak kegiatan.. "


"iya nin.. oiya nin.. ibumu semakin aneh nin.. kamu tak mau menengoknya?"


"ibu aneh kenapa mbak?"


tanyaku bingung.. aneh bagaimana lagi ibu..


aku bergegas mencari kak devan dan me loudspeaker pembicaraanku dan mbak lela


" aneh ibumu nin.. kuperhatikan dia pergi pagi sekitar jam tujuh dan datang kembali sekitar tengah malam atau terkadang esok harinya datang tapi tengah malam juga nin"


"apa ibumu pergi liburan atau mungkin menginap dirumahmu nin"


tanyanya padaku


kulihat kak devan termenung mendengar perkataan mbak lela


"ibu tak menginap disini mbak.. aku juga tak tahu"


kataku menjawab mbak Lela


"wah.. kalau gitu aku minta maaf nin.. tak pernah mengabarimu.. karena selama ini aku berpikir dia menginap di rumahmu..


kalau dia tak ada di rumahmu lalu pergi kemana dia"


"selain itu nin.. penampilan ibu pun kulihat tak seperti biasanya.. dia memakai pakaian sedikit minim.. dan berdandan agak mencolok...maaf sebelumnya nin..jika perkataanku ada yang salah.. aku hanya bicara seperti yang kulihat.."


"iya.. tak apa apa mbak.. aku berterimakasih mbak lela masih mau memberiku informasi tentang ibu..


aku minta maaf karena sudah merepotkan mbak lela"


kataku pada mbak lela


" baiklah nin.. nanti kalau ada info lagi aku akan menghubungimu"


"terimakasih mbak"


kututup telepon.. dan kulihat kak devan sedang termenung dengan tatapan kosong


aku juga bingung harus menanggapi seperti apa..

__ADS_1


bagaimana aku akan menghadapi ibu.. apa harus aku lakukan sekarang..


"kak.. kak devan.."


aku memanggil sambil memeluk lengannya..


"hemmm"


sahut kak devan sambil menoleh padaku dan tersenyum


"kenapa sayang?"


katanya lagi


"sudah tak usah dipikirkan.. biar aku saja yang berpikir.. yang kamu harus ingat.. aku cinta kamu dan jaga bayi kita dengan baik"


katanya tersenyum lebar seraya kemudian memeluk dan menciumku..


sepertinya dia ingin menyembunyikan kesedihannya agar aku tak tahu dan tak menatap matanya..


pov devan


mendengar cerita mbak lela melalui telpon yang di loudspeaker oleh anin.. sebenarnya aku merasa bingung dan resah...


apa yang terjadi dengan ibu..


apa yang sudah dilakukannya..


kenapa dia seperti ini..


semua pertanyaan seperti bersarang dikepalaku..


apalagi tadi mbak lela bilang ibu pergi dengan pakaian minim.. ya aku tahu diusianya yang tak muda lagi.. dia masih memiliki bentuk badan yang bagus dan kulit yang kencang.. itu karena yang kulihat dia rajin merawat diri


dibandingkan harus mencukupi kebutuhan rumah dia lebih memilih untuk merawat dirinya..


mungkin orang tak menyadari.. karena biasanya dia didalam rumah ataupun saat membuka warung.. dia hanya akan mengenakan daster atau baju rumahan yang kulihat lusuh.. entah apa maksudnya.. menyembunyikan jati dirinya dari para tetangga kami..


kalau sekarang dia berani keluar dengan pakaian yang seperti mbak lela bilang aku sudah tak merasa heran.. kalau dulu dia akan pergi dengan baju lusuh.. biasanya akan berganti di toilet di mall atau di toilet umum dan merias dirinya jika ingin bertemu teman temannya..


aku tahu itu.. karena dulu pernah tak sengaja memergokinya masuk ke toilet umum dan keluar namun dengan penampilan yang berubah dan berbeda..


aku juga menyapanya saat itu..


namun saat kutanya dia mengatakan aku sama sekali tak boleh mencampuri urusannya..dia mengatakan kalau akan menjadi anak durhaka jika tak menurutinya


aku yang pada dasarnya malas ribut dan acuh tak acuh memilih tak peduli dengan kelakuan ibu..


karena waktu itu aku masih merasa wajar saja karena ibu mungkin malu jika berpakaian seperti biasa dirumah jika bertemu teman temannya


sekarang yang menjadi pertanyaan siapa teman ibu.. dan apa yang dilakukannya..


biasanya dulu dia akan berpamitan pergi arisan dan bersenang senang.. aku sebagai anak.. tak pernah menegur.. lebih karena aku sibuk juga aku merasa tak berhak bertanya atau menasehati ibu..


yang menjadi pertanyaan terbesarku adalah mengapa dia begitu menginginkan sertifikat rumah warisan ayah


besok aku akan kerumah ibu hanya sekedar mencari tahu apa yang dilakukannya dan kemana selama ini dia pergi.. apa yang dikerjakannya..


"kak.. kak devan.."


ucap anin lembut


"iya sayang.. kenapa"

__ADS_1


kataku padanya


"kalau kak devan mau kerumah ibu.. aku tak apa apa.. kak devan harus melihat ibu.. agar tak menerka nerka terus"


kata anin lagi seperti bisa membaca pikiranku


"tapi kak devan harus janji.. rajin mengabariku dan hati hati.. kupikir ibu sekarang orang yang berbahaya"


kata anin lagi sambil bergidik.. entah apa yang dipikirkannya membuatku lucu melihat ekspresi wajahnya


"iya sayang.. aku berjanji.. kamu dirumah ya.. nanti kalau sudah lewat dua minggu dan sudah sehat..aku ingin kita selalu pergi berdua kemanapun dan kapanpun"


kataku sambil mempererat pelukan pada tubuhnya dan menciumi pucuk kepalanya..


aninku selalu wangi.. aromanya sangat menenangkan..


aku tak tahu hidupku seperti apa tanpanya..


dia wanita yang kucintai sejak sekolah dulu tak pernah berubah bahkan aku jatuh cinta setiap hari padanya


"kak.. jangan cium terus... geli"


katanya berusaha melepaskan diri dari pelukanku


aku semakin intens menciumnya hingga dia kewalahan.. aku tak membiarkannya lepas dari pelukanku..


dan tanpa diduga.. dia melakukan hal yang sama dan juga berusaha menggelitikku


aku merasa senang dia membalasku.. setidaknya aku tahu.. dia masih bisa tertawa walaupun kami dalam banyak masalah..


aku tak tahan.. kami tertawa bersama.. lalu kuangkat badannya ku tindih namun masih bertumpu dengan siku tanganku agar tak mengenai perutnya..


aku menatap wajah cantik istriku.. aninku.. milikku..


aku tak kan pernah membiarkannya pergi dariku..


dia tersenyum malu malu.. wajahnya merona cantik sekali . walaupun tanpa polesan aku sangat mengagumi kecantikannya..


cup.. cup.. cup..


tak kusangka dia malah mengecup bibirku..


"aku mencintaimu kak devanku sayang"


katanya lagi dengan wajah tambah merona


aku tak menyianyiakan kesempatan ini..


aku tersenyum dan mencium seluruh wajahnya.. hingga dia menyerah..


kami mengurangi melakukan aktivitas dewasa karena hamil yang masih trisemester pertama..


dan aku tak mau juga aninku sakit..


semua yang kami berdua lakukan akhir akhir ini sejak terpisah rumah dengan ibu.. membuatku bahagia..


dulu aku tak tahu kebahagiaan besarku hanya ada pada keluarga kecilku.. aku beruntung cepat menyadarinya..


kali ini aku berjanji..


tak kan pernah lagi terhasut orang lain..hingga membuat marah pada anin.. aku akan lebih mempercayai anin..


cukup waktu itu aja aku membuatnya menangis.. jangan sampai terjadi lagi..

__ADS_1


"aku mencintaimu sayangku anin"


aku berbisik ditelinganya


__ADS_2