
Rumah ini sekarang bagai neraka.. mungkin saja sebentar lagi orang yang ada didalamnya akan terbakar..
kak devan masuk kekamar dan menghampiriku.. yang sedang mendekap bian. posisiku tiduran ditempat tidur kami yang hanya memiliki size 140.. kecil ya?..
iya kecil karena kamar kami juga kecil.. kamar yang kutempati ini adalah kamar kak devan saat bujang.. jadi segalanya terlihat minimalis.. meja rias pun dibeli saat seminggu setelah kami menikah.
tapi aku tak mempermasalahkannya.. sekali lagi karena aku cinta kak devan.
anin.. aku mau bicara, ucap kak devan.aku hanya diam menatap sambil membenahi posisiku untuk duduk diranjang.
kenapa kamu berbuat seperti itu nin?? apa karena aku cacat sekarang, kamu malu punya suami sepertiku nin?? aku memang tak berguna nin.. siapa pria itu nin?? pasti dia lebih baik dariku ya nin??
owh.. hancur sudah hatiku..diberondong banyak pertanyaan tak masuk akalnya.
aku tak punya pria lain kak.. berpikir seperti itupun tidak.. jangan menuduhku kak.. apa kak devan punya bukti?? jangan bicara lagi jika tak ada bukti..
harusnya kak devan percaya padaku..
aku mencintaimu kak..
tapi aku sekarang tak tau.. apa rasa ini akan tetap utuh atau tidak kalau kak devan terus menerus menaruh rasa tak percaya padaku..
aku hanya bisa pasrah.. untuk apa kata cinta kak.. bila kak devan tak pernah menaruh rasa percaya padaku..
bisakah kak devan memutar waktu?? bisakah kak devan mengembalikan aku utuh seperti saat pertama kali kita tak saling mengenal.. jika tidak.. maka percayalah padaku tak ada pria lain selain kak devan dihatiku..
aku menerima bagaimanapun kamu kak.. aku tulus padamu kak..
jangan pernah menuduhku bila tak ada bukti kak..
lalu nin.. siapa yang kamu chat sampai tengah malam nin?? kenapa bermain hape sampai tengah malam nin??
aku membaca novel kak.. aku tak bisa tidur setiap malam.. kalau chat kan aku sudah bilang dia teman perempuanku kak yang aku kenal digrup aplikasi novel yang kubaca kak.
jangan selalu berprasangka buruk kak.. kataku menjelaskan berharal dia sedikit mengerti aku.
baiklah nin.. kalau begitu.. katanya lagi . sambil meringsut naik ketempat tidur.
dia tak minta bantuanku lagi, mungkin dia marah padaku..
kuperhatikan dia bisa.. ya syukurlah.. semoga kedepannya dia cepat sembuh seperti sediakala.
sekarang aku bingung, bagaimana aku bisa keluar aku akan mengambil uang untuk membayar mbak lela.. ahkk kuchat ayah saja kalau begitu.. akalku mulai bekerja..
pesanku pada ayah.. ayah, tolong telpon aku yah.. katakan kalau ayah menyuruhku pulang yah.. agar aku bisa pulang sekarang yah.. nanti aku ceritakan yah..
tak menunggu lama, ayah menelponku..
halo ayah..
__ADS_1
halo anin.. kamu apa kabar nak??
baik ayah, ayah apa kabar?? tumben ayah menelponku..
iya anin, ayah juga baik.. bisakah kamu pulang hari ini nin.. menginaplah semalam nin.. ibumu kangen sama kamu dan bian nin..
iya ayah.. aku tanya kak devan dulu ya ayah.. nanti aku kabari ayah ya..
iya nin.. sampai ketemu ya..
iya ayah..
seperti itu percakapanku dan ayah.. dan aku tahu kak devan sepertinya mendengarkan aku berbicara..
ada apa nin??
ayah menyuruhku pulang dan menginap bersama bian.. apa kak devan mau ikut?? rasanya sudah lama aku tak pulang..
aku tau dia pasti menolak, karena alasan malu bertemu ayah dan ibu karena katanya ia sudah terlalu sering merepotkan ayah ibu..
tidak nin.. kamu saja dan bian ya.. aku tak enak bila menginap di rumah ayah ibu nin..
sudah kuduga dia pasti tak mau ikut...ini hanya alibiku saja bertanya padanya.
baiklah kak.. nanti jam 5 sore aku pergi ya kak.. setelah kak devan mandi.
iya nin.. kamu. hati- hati ya nin..
pikiranku hanya satu aku harus pergi keluar rumah hari ini.
aku tak mau mengingkari janjiku pada mbak lela kalau besok akan mengembalikan uangnya.
Dan benar saja, mereka berdua ada diruang tengah menatapku.. aku tetap berjalan sambil berpamitan pada ibu.. aku pergi dulu bu.. walaupun malas berbicara pada ibu, bagaimanapun juga dia mertuaku ibu suamiku aku tetap harus menghormatinya..
Kudengar dia mengomel, dasar muka tembok, telinga bebal.. apa tak bisa mengerti sedikit omongan kita tadi pagi.. dia sudah tak menghormati devan lagi..
sayup- sayup kudengar karena aku sudah sampai diteras.. aku tak peduli..
maaf bu.. kali ini aku harus pergi.. aku tak mau mendengarmu lagi.. kataku dalam hati..
taxi yang kupesan sudah menunggu.. aku bergegas naik.. takut dikejar ibu.. malas meladeni mereka lagi..
kuarahkan sopir taxi untuk ke atm terlebih dahulu menarik uang.. lalu baru kukatakan aku akan pergi sesuai aplikasi yang kupesan yakni rumah ayah ibu..
sampai dirumah ayah ibu sudah menungguku. tak kulihat adikku tersayang.. padahal aku rindu..
bian sudah tertawa didekapan ibu.. dia senang sekali pada ibu.. anak kecil memang tahu dengan nalurinya mana yang sayang dan mana yang tidak.
kata ayah, adikku rian sedang mengerjakan tugas dirumah temannya.
__ADS_1
owh.. ya sudahlah.. waktuku kuhabiskan mengobrol dengan ayah dan ibu..
aku banyak bercerita pada ayah dan ibu.. kalau aku sekarang sudah punya penghasilan dari menulis cerbung dan menjual skin care online. aku juga mengatakan pada ayah, kalau aku akan memberikan alamat rumah ayah untuk pengiriman skin care yang penjualannya kudapat dari offline. ayah dan ibu tak keberatan dengan ideku.
ayah ibu juga senang mendengarnya, mereka berpesan agar aku tetap sederhana.. jangan bersikap sombong walaupun nanti punya uang berlimpah..
aku juga tak lupa mengatakan pada ayah ibu untuk merahasiakan penghasilanku..
rencananya besok aku akan promosi ketetangga- tetangga dekat rumah kami.. sambil mengajak bian ketaman didekat rumah ayah.
Selama ini bian hanya dirumah, karena aku hampir tak pernah keluar.. mungkin karena terlalu lelah dengan semua aktivitas yang seharusnya tidak kukerjakan., jadilah bian tak tau bergaul dengan teman sebayanya.
Rian akhirnya pulang pukul sepuluh malam.. dia memelukku erat.. katanya kangen banget sama mbakku yang cantik ini.. seperti inilah adikku, dia selalu memujiku kapanpun ada kesempatan.
aku sangat menyayanginya..
bagaimana kuliahmu dek??
iya begini saja mbak..
kenapa baru datang mbak?? katanya lagi??
iya dek.. mbak baru sempat juga.. banyak kerjaan dek..
mbak kerja apa sekarang?? kan kak devan sudah tak bisa bekerja?? katanya lagi..
iya dek, kak devan belum bisa apa- apa. mbak menulis cerbung dek .. dan juga jualan online.. lumayanlah dek penghasilannya.. kamu bisa kan dek, kalau mbak minta tolong mengantarkan barang jualan mbak yang laku lewat offline?? tanyaku pada rian
iya mbak.. nanti aku bantu..
tapi dek jangan bilang ke kak devan ya tentang kerjaan mbak.. takut kak devan merasa kecil karena keadaannya.. kataku lagi.
iya mbak.. aku mengerti..
mana bian mbak??
bian sudah tidur sama ibu dek.. nempel sama ibu..
kalau gitu.. boleh donk kalau mbak tidur denganku diruang tamu sambil nonton tv.. aku kangen mbak masa kecil kita dulu..
hihihi.. kamu ini ada- ada aja dek..
iyalah kalau gitu.. tapi tunggu! kamu mandi dulu gih baru pulang kan bau apek.. banyak kuman juga.. mbak mau bikin camilan dulu buat nemenin kita nonton.
ihhh siapa bilang bau.. nih cium.. wangi gini lho.. katanya sembari kembali memelukku dan berucap biar ketularan bau mbakku yang cantik...
beginilah sikapnya suka sekali menjahiliku.. lalu kucubit dia.. hahaha.. tawanya keras sambil berlari masuk kekamarnya.
rasanya rasa lelah, marah, dan kesal dalam hati menguap melihat tingkahnya..
__ADS_1
aku sangat menyayanginya.