Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 1


__ADS_3

" Hidup berjalan seperti air mengalir, walaupun tenang tak mungkin tak ada riak"


Anin.....


cepat kemari!!!


lambat sekali !!!


Semua tak beres.. apa saja yang kau lakukan..


Tak bisakah kau cepat sedikit.. ini sudah siang.. makan siang pun belum ada..


maaf bu.. aku sedang membuat makan siang.. sebentar lagi selesai bu..


alah... itu alasanmu saja.. dari tadi kau hanya bengong saja


bagaimana mungkin bisa beres kerjaan melamun melulu..


cepat kerjakan!!


Mataku terasa panas.. hatiku sakit sekali


aku baru saja memasak.. tidak kah mengerti sedikit saja.. semua kulakukan sendiri


masih pantaskah aku disebut menantu bila yang kukerjakan melebihi tugas pembantu..


Tap.. tap.. tap..


suara sepatu berjalan mendekat..


kurasa sinta sudah pulang..


entah apalagi yang akan dikatakannya padaku...


heiiii.. mbak.. apa saja yang kau kerjakan !! aku sudah lapar.. mana rawon yang kuminta..


aku masih memasak sinta .. ujarku masih dengan nada rendah.. sabar- sabar monologku dalam hati


pranggggg... aku terkejut dengan suara cangkir yang sengaja dijatuhkan.


aduh mbakkk apa yang kamu lakukan padaku . bajuku ini baru beli.. kenapa kamu kotori dengan kopi.. pokoknya aku tak mau tau.. baju ini harus bersih seperti semula.. ( apaaa dia mengatakan aku yang menyiramnya?? ahh posisiku jauh dari sinta.. apalagi maksudnya..)


ada apa sayang?? tanya ibu sambil melirikku sinis..


ini bu.. menantu ibu sengaja menyiramku dengan kopi.. bajuku jadi kotor.. tolong marahi dia bu..


kammuuuu...!!! apa yang kamu lakukan.. jangan kurang ajar ya..


ingat kamu hanya numpang.. numpang .. jangan seenaknya disini.. kalau bukan karena devan.. aku tak sudi punya menantu seperti kamu!!!


harusnya aku punya menantu kaya agar kami semua tidak sengsara..


ayo.. sayang. . jangan hiraukan dia.. nanti ibu bilang devan supaya mengganti bajumu yang rusak..


kulihat sinta tersenyum sinis padaku sambil mengedipkan sebelah matanya..


akhhhh jijik aku dengan akting nya


ahhh.. sedih sekali hatiku..


kopi itu sengaja ditumpahkan sinta kebajunya sendiri.. kenapa jadi aku yang tertuduh.. aku tak mengerti kenapa ini terjadi


akhirnya air mata ku jatuh juga.. tak tahan hati ini mendengar hinaannya..


"Tuhan.. lindungi aku dan anakku.."


doaku pada Tuhan..


Selesai memasak kulangkahkan kaki kekamar takut bian terbangun dan menangis. Ternyata anakku sudah terbangun.. dan bermain sendiri dengan jari tangannya.. ahh syukurrlah kamu tak menangis sayang.. anak bunda pintar ya..


ayo.. kita makan dulu..

__ADS_1


lalu kusiapkan makanannya..


setelah bian selesai kemudian aku makan siang seadanya dengan sayur bayam yang kubuat tadi..


aku tak memanggil lagi ibu dan sinta untuk makan siang.. kenapa aku harus peduli.. entahlahh.. semua bagiku terasa tidak berjalan sesuai harapan.


aku tak pernah berpikir menikahi pria kaya agar hidupku terjamin.. karena aku selalu berpikir yang penting ada cinta dan kerjasama maka semua akan berjalan bahagia sesuai alur yang diharapkan.


brakkkk... kudengar suara meja digebrak..


apalagi ini.. pikirku..


kugendong bian lalu bergegas keluar kamar..


ada apa bu???


masakan apa ini?? kan sinta minta rawon.. kenapa kau masak sayur.. kapan anakku akan bahagia bila sayur terus..


maaf bu.. uang lima puluh ribu ibu beri tadi kan untuk seminggu.. apa yang harus kumasak agar cukup..


teriris hati ini apa yang seharusnya dia tahu tapi pura- pura tidak tahu..


kau berani melawan sekarang.. sudah menumpang.. harusnya terimakasih.. jangan asal kalau bicara..


turunkan pandanganmu!!


kau kira bisa menantang saya??


ibu berbicara dengan suara keras dan lantang..


seiring dengan kudengar motor devan masuk kepekarangan rumah.


ada apa bu???


tanyakan pada istrimu.. sudah berani melawan ibu.. kalau bukan karena kamu ibu tak mau menampung dia disini


dasar pemalas.. tidur dan makan saja..


kerja donk!!


bagaimana aku kerja bu.. anakku masih kecil . siapa yang akan menjaganya???


diam kamu!!! alasan saja.. jangan cari muka ya depan devan.. kamu pikir dia akan membela kamu..


kakak.. istrimu membuat bajuku rusak.. dia menyiramkan kopi kebajuku.. belikan aku yang baru ya kak!!


devan terdiam..


kemudian dia memandangku..


apa benar Anin yang kamu lakukan???


jangan seperti itu anin.. kamu kan hanya dirumah apa salahnya sambil membantu ibu dan sinta.. jangan terus membuat masalah nin..


akkhhhh.. aku terdiam sesaat


mau membela diripun pasti aku yang salah.. ya lebih baik diam.. hanya Tuhan yang tahu.. dan yang kutahu Tuhan tidak pernah tidur.. monologku


baiklah bu nanti aku akan bicara dengan anin.. maafkan kami bu.. kata devan.


dan sinta.. nanti kakak kasih uang buat ganti baju yang rusak..


Kuikuti Devan berjalan kekamar kami.


Di dalam kamar dia mulai marah padaku


Anin, bisakah kamu tidak mencari masalah dengan ibu dan sinta??


Jangan menambah beban pikiranku lagi nin..


Kamu sudah kuberi gajiku satu juta lima ratus apa masih kurang???

__ADS_1


kenapa kamu selalu mencari gara- gara dengan ibu???


sudah cukup nin.. kita hidup menumpang disini.. jangan menambah masalah lagi


cukup kak!!! kenapa kamu tak pernah bertanya padaku?? kenapa tidak mendengar penjelasanku???


apa yang kamu pikirkan tentangku kak???


jangan selalu menyalahkanku atas mereka!!


sudahlah nin.. aku lelah . aku mandi dulu nin.. maafkan aku nin..


jangan terlalu dipikirkan nin..


aku mencintaimu sayang..


aku sama sekali tak mengerti apa yang diucapkan.. aku merasa dia tak pernah percaya padaku.. dia selalu menbenarkan perkataan ibunya bahwa aku yang salah


aku hanya ingin dia mendengar apa yang sebenarnya terjadi.


kak, kusiapkan makan malam ya???


tidak usah nin.. aku tak lapar..


kamu kenapa kak??


cerita padaku kak..


Anin, bagaimana kalau aku di phk??? apakah kamu akan pergi??


apa maksudmu kak?? tanyaku sedikit terkejut.. ada apa dengannya pikirku


ada phk besar- besaran nin.. sepertinya aku salah satu yang akan diphk.. aku bingung nin..


tenanglah kak.. semua akan baik- baik saja.. jangan terlalu mengkhawatirkan hal yang tak pasti, kataku sambil menenangkannya.


Bian sayang.. yuk sama ayah..


kamu lagi apa nak?? mmm.. gantengnya anak ayah..


aku tersenyum melihat kak devan bermain bersama bian


tak ada hal indah menurutku daripada melihat suami dan anakku berkumpul.


Anin, bersabarlah selalu atas sikap ibu dan sinta..


walau bagaimanapun dia adalah keluarga yang aku punya


aku sangat menyayangi kalian semua.


aku nggak mau kamu durhaka pada orang tua nin..


aku mencintaimu nin..


aku juga mencintaimu kak.. jawabku


aku diam memikirkan apakah harus aku mengatakan pada devan.. kalau setiap hari ibunya menghinaku


ahh.. biarlah.. tak ada gunanya juga dia tidak akan percaya padaku..


mungkin suatu saat ada keajaiban untuk itu


tanpa kusadari ternyata devan dan bian anakku sudah tertidur dengan posisi berpelukan..


ahhh kalau melihat ini bahagia rasanya .


aku berpikir aku merasa tenang saat ada devan dirumah.. karena ibu dan sinta tidak akan memanggilku


mereka takut devan tahu bahwa mereka menyiksaku


tak kusangka hidup berumah tangga sangat sulit tidak seperti di film- film yang dulu sering kutonton.. senang dan selalu bahagia..

__ADS_1


sedangkan aku.. tersenyumpun palsu..


__ADS_2