
drrrttt...ddrrrttt..
"ya mbak"
"ada apa mbak"
mbak lela menghubungiku tepat jam delapan malam..
"ibumu sudah kembali nin..baru saja aku lihat dia turun dari taxi"
"iya mbak.. terimakasih informasinya"
kataku ingin menutup telpon setelah mengucap terimakasih
"tunggu nin.. sepertinya dia terluka.. kalau aku tak salah melihat wajahnya terluka dan jalannya agak terseok nin"
"baiklah mbak.. nanti aku sampaikan pada kak devan"
"sekali lagi terima kasih mbak"
kataku lagi pada mbak anin seraya mengucapkan terimakasih lagi.
sebenarnya aku bertanya- tanya apa yang terjadi pada ibu.. dan kenapa sampai dia terluka.. apakah ada hubungannya dengan wanita yang datang tadi ya..
kataku dalam hati
"kak.."
"iya nin"
"kata mbak lela ibu sudah pulang, tapi sepertinya dalam keadaan terluka kak"
kataku hati- hati pada kak devan.
"iya nin.. ya biarlah.. aku tak mau peduli"
ini benar- benar diluar dugaanku.. aku tak menyangka kak devan akan sesantai ini.
apa yang tak kutahu selama ini tentang ibu?
monologku dalam hati
"apa kita tak perlu kesana kak? melihat ibu mungkin?"
"tidak nin"
tegas kak devan kali ini tak sepertiku yang gampang plin-plan.
aku tak berani membantah.. seperti yang kulihat ekspresinya dingin dan datar.
----
"aarrrggghhhh....."
teriak ibu frustasi..
"kenapa sakit sekali.. dasar. wanita sialan.."
"awas saja kalau kita bertemu lagi"
ibu berbicara sendiri sambil mengobati luka- luka memar yang hampir di seluruh tubuhnya.
tut...tut...tut...
"halo..anin!"
"ibu perlu uang.. tolong transfer lima juta rupiah"
belum sempat aku menjawab sapaan ibu.. ibu sudah meminta uang padaku..
"iya bu.. ada apa bu?"
kataku masih sopan sambil kuhembuskan nafasku kasar.. lelah dengan ibu.
benar kata kak devan kita tak usah peduli padanya.
"ibu minta. transfer uang lima juta sekarang anin.. kamu dengar?
"aku tak mau menunggu lama"
kata ibu padaku membuatku jengkel saja.
"iya bu"
jawabku singkat lalu kututup telpon segera.. agar tak mendengar lagi suara ibu.
__ADS_1
aku akan meminta uang pada anin mulai sekarang... persetan dengan devan.. anak tak tau diuntung
ibu berkata dalam hati
apa yang sebenarnya diinginkan ibu . kita semua sama- sama tak pernah tahu.. karena sebelumnya juga ibu tak pernah mengatakan pada kami.
"kak.."
"siapa yang menelpon nin?"
"apa ada masalah?"
kata kak devan melihatku sedikit cemberut
"ibu menelpon kak"
"meminta uang lima juta kak.."
kataku hati- hati takut kak devan marah
"biar saja nin.. tak usah diberi"
"bagaimana kalau kita lihat ibu kak.. mungkin uang mau dipakai berobat kak"
"tak usah nin.. biar saja ibu"
kuhembuskan nafas kasar.. kak devan tetap kekeh dengan pendiriannya.
bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan .. aku khawatir pada ibu.. tapi aku tak ingin membantah kak devan...
kataku sendiri
"nin.."
aku terlonjak mendengar kak devan memanggil
"nin. kamu kaget? maaf"
katanya lagi dengan lembut..
"biarlah seperti ini.. anggaplah kita tak mendengar apapun tentang ibu.. aku hanya ingin menikmati hariku hanya denganmu"
kata kak devan sambil memeluk pinggangku dari belakang
apakah seperti ini jika seorang anak terlanjur terluka..
apakah tak ada toleransi lagi
bagaimana caraku menengahi kak devan dan ibu.. sementara sinta pun sudah menutup diri..
ya Tuhan apa yang harus kulakukan..
tiba- tiba aku punya ide yang sedikit seperti bukan aku.. membuat senyumku terbit
"sayang...."
"sayang... jangan marah lagi ya..."
aku mulai memeluk kak devan sambil berbisik ditelinganya dengan tak lupa menaruh telapak tanganku didadanya..
akhh.. aku malu.. monologku
"kak devan.. sayang.."
kataku lagi..
kurasakan detak jantungnya mulai berdebar.. sepertinya dia terpancing..
"iya sayang..."
katanya bergetar sambil mengecup puncak kepalaku beralih kekeningku dia mengecupnya lama.. hingga kupejamkan mata ini merasakan cintanya yang begitu besar padaku.
"sayang.. berjanjilah padaku..."
"sayang.. kamu akan memaafkan ibu.."
"jangan seperti ini.. aku tak mau karena banyak pikiran kita menjadi tak bahagia"
kataku pada kak devan ingin membuatnya berjanji..kami masih saling memeluk erat
cup..cup..
bukan jawaban yang kudapat.. tetapi kecupan diseluruh wajahku
mmmppphhh..
__ADS_1
kini dia mencium bibirku tak memberikanku kesempatan bicara..
"kak.. lepas.."
aku menghentikan dan mendorongnya sedikit.. aku merasakan pipiku memanas.. aku merona .
akh.. ini sih senjata makan tuan..
misi gagal kataku dalam hati
"hei... kenapa sayang.."
"bukannya kamu merayuku tadi.."
katanya tersenyum tanpa dosa sambil melihat wajahku yang semakin merona karena tatapannya.
"kaaakkk..."
kataku manyun.. aku malu sekali ya Tuhan.. dosa tidak sih merayu suami..
malu..malu..malu...
"iya sayang... jangan jauh- jauh..."
katanya seraya menarik lagi tanganku agar mendekat. dan kembali didekapnya erat..
"aku senang kamu seperti ini.. aku mencintaimu sayang.."
"aku juga cinta kamu kak"
kataku masih malu menyembunyikan wajahku yang mungkin sudah semerah tomat.
akhirnya aku kalah.. dan yang seharusnya terjadi maka terjadi ..
kurutuki diri sendiri yang ikut terhanyut dengan pesonanya..
biarlah saja.. kupikirkan lagi besok membujuk kak devan..
sementara dirumah ibu
ibu terus saja melihat ponselnya menunggu ada pesan kalau ada transferan masuk kerekeningnya
akhhh.. awas saja kamu anin
wanita sial.. kuminta uang segitu saja tak mau kasih.. dasar sialll...
ibu gelisah.. mengumpat tak karuan..
dia berjanji besok pagi akan membayar wanita yang disewanya untuk menjadi pelakor dengan bayaran empat juta rupiah..
akhhh.. dimana aku harus dapat uang itu.. kemana si anin sialan itu.. keterlaluan..
apa yang harus aku lakukan sekarang..
ibu melangkahkan kakinya menuju kamar, sepertinya hal terakhir yang dia punya akan dilihatnya lagi.. tapi masih seperti tak rela menjualnya.
ya.. satu- satunya yang ada adalah perhiasan ibu.. yang katanya uang untuk membeli adalah uangnya sendiri..
wajahnya terlihat memendam kemarahan.. sedih dan ekspresi yang semakin sulit diartikan..
dia mengambil hapenya berusaha menhubungi sinta.. tapi selalu operator yang menjawabnya..
berkali- kali menelpon tak tersambung.. beralih kembali menelpon kak devan dan anin.. namun kembali operator yang menjawabnya..
sepertinya kali ibu merasa dibuang..
akhhh.. kemana anak- anak tak tau diuntung itu..
lalu dia ke dapur mengambil beberapa minuman soda dan menegaknya banyak- banyak mungkin berusaha mengusir kegalauan hatinya yang tak kunjung mereda..
Dan kini jauh disana
Sinta sedang terlelap karena lelah dengan pekerjaan barunya..
dia benar- benar berubah.. dia berusaha membuat kue- kue untuk usahanya.
modal usaha yang diberikan anin sangat berguna bagi sinta..
sebagian digunakannya untuk berjualan kue.. dan sebagian lagi digunakan untuk usaha online..
Sinta tak lagi menghubungi ibunya atau dihubungi karena sinta telah membuang kartu lamanya dan menggantinya dengan nomer ya baru.
perjalanan Sinta juga tidaklah mudah.. banyak yang dipelajari dan harus diusahakannya.
dia yang memiliki semangat pantang menyerah.. bener - benar ingin membuktikan bahwa ia pun bisa berhasil seperti anin.
__ADS_1