Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 39


__ADS_3

Sinta melanjutkan rencananya hari ini..


ya.. dia akan membeli keranjang dan tas besar.. juga tak lupa bahan - bahan kue untuk berjualan besok


Dia berencana membuat varian baru untuk dibagikan ke tetangga besok.. sebagai sampel..


walaupun tak ada orderan sinta tetap membuat kue.. dia akan berkeliling menjajakan kuenya rumah ke rumah.


biasanya sinta hanya akan membuat lima belas loyang saja.. biar bagaimanapun sinta takut kalau ada sisa kuenya.. walaupun sisa kue tak rusak tapi biasanya sinta tidak menjualnya lagi tapi akan membagikannya pada anak- anak jalanan disekitar pasar.


sinta banyak berubah. dulu dia merasa jijik dan menganggap hina orang- orang yang terlihat tak sepadan tapi sekarang justru sinta merasa senang..bila ia membagi- bagikan kue dan berada diantara mereka.. sinta merasa amat dibutuhkan.


akhirnya setelah berkeliling pasar sinta sampai dirumah setelah sebelumnya dia makan dipinggir jalan..


kini dia menyukai semua jajanan pinggir jalan.. sinta sadar tak akan ada yang bisa membuat dirinya bahagia kecuali dirinya sendiri.


dirumah sinta dia tak memiliki televisi.. jadi dia hanya melihat berita dan menonton dari hapenya saja..


kali ini dia memutuskan membuat bolu kukus coklat..


semangat.. semoga berhasil sinta.. katanya berbicara sendiri


setelah berkutat lama.. sinta sudah selesai.. jam menunjukkan pukul tiga pagi.. lelahnya..


tidur hingga jam enam pagi kemudian lanjut packing dan memasukkan ke keranjang yang baru dibelinya..sinta siap berangkat.


terlihat ibu- ibu kalau pagi sedang ada didepan rumah mereka.. ada yang menyapu.. menyiram.. ada juga yang membeli sayur atau hanya sekedar bergosip.


"permisi.. ibu-ibu.."


kata sinta sopan


"eh..ada nak sinta.. bawa kue apa nih??"


kata salah satu ibu ramah


"aku mau bolu donk sinta dua ya.."


ada lagi yang menghampiri


"oiya bu.. silakan.. ini juga saya ada varian baru.. saya kasih gratis ya bu. ini bolu kukus coklat bu"


kata sinta menyerahkan yang diminta pembeli sekalian memberi sampel bolu kukusnya


"wah.. ini baru ya.. pasti enak nih"


"aku mau deh bolunya satu aja sinta.. sekalian donk dikasih bonus juga"


"aku juga sinta"


"iya sabar ibu- ibu.., saya bawa banyak kok gratisannya.. yuk sekalian dicicipi disini.. "


kata sinta sambil tersenyum


ibu- ibu langsung mencoba bolu kukus coklat gratisan dari sinta.


"wah.. ini enak sekali sinta.. aku langsung order deh.. dua puluh biji ya.."


"baik bu.. terima kasih banyak.."


kata sinta tersenyum sumringah..


akhirnya kue- kue sudah habis terjual sisa gratisan saja lima biji..


sinta teringat mbak susi.. berniat mengantarkan sampel, siapa tahu mbak susi mau order bolu kukus juga.

__ADS_1


tok..tok..tok..


"permisi.."


"eh ada sinta.. masuk yuk.."


kata mbak susi selalu ramah


"ga usah mbak.. saya cuma mau anterin sampel bolu kukus coklat.. mau kasih mbak gratis buat cobain.."


kata sinta sambil tersenyum


"wah sinta.. makasi ya.. yuk duduk dulu sambil saya cobain"


kata mbak susi.. seraya menyuruh sinta masuk agar bertemu juga dengan adiknya.


"dek.. ada sinta nih... bawain kue lho dia"


kata mbak susi membuat sinta kaget


"ee..eh.."


deg..deg..deg.. jantung sinta berdebar ..takut karena sama sekali tak bermaksud begitu.. ia hanya murni ingin berjualan saja


mbak susi menarik tangan sinta masuk kedalam rumahnya.


mbak susi seperti tersenyum penuh kemenangan karena dapat mempertemukan sinta dan budi


"maaf mbak.. saya permisi saja.."


kata sinta masih enggan untuk masuk


"jangan donk.. ini kita ngobrol dulu.. itu adikku juga udah dateng"


terlihat mas budi menapaki tangga turun kebawah sambil tersenyum sumringah.. sinta hanya menundukkan kepalanya saja


"dek.. ini kue varian baru yang dibuat sinta, cobain dek"


kata mbak susi pada budi


"eehhmmm"


mas budi hanya mendehem sepertinya dia juga merasa canggung sama seperti sinta.


"sinta, kemarin kuenya lho masih sisa dua loyang..dihabiskan budi semua.. katanya enak banget"


kata mbak susi lagi


sinta hanya tersenyum menanggapi. sinta sedikit gelisah..karena tak terbiasa mengobrol dengan orang yang tak dikenalnya... dan itu diperhatikan oleh mas budi


"eehhmm, kamu kenapa??"


mas budi bertanya sesaat setelah mbak susi masuk kedalam mengambil minuman


"akh tidak apa-apa.. aku pamit ya mas"


kata sinta sedikit canggung


"mau kemana? buru- buru sekali"


kata mas budi lagi sok akrab


"ga ada.. maaf saya permisi"


kata sinta lagi sambil beranjak berdiri

__ADS_1


"tunggu"


"bisakah kita berteman sinta"


katanya pada sinta


sinta tersenyum kemudian menjawab


"iya mas.."


"lain kali bolehkah kita mengobrol"


kata mas budi penuh harap


"iya.."


kata sinta lagi.. kemudian bergegas pamit karena masih banyak pesanan esok hari


deg..deg..deg..


aduh jantung pake berdebar lagi.. semoga ga ada yang denger.. kenapa lagi ini.. sudah lama aku ga ngerasain berdebar lagi.. apa aku jatuh cinta lagi..


monolog sinta dam hati


sinta merasa sangat malu dan canggung..


takut menaruh harapan pada seseorang yang nantinya akan kembali menjatuhkannya.


dia ingin menutup diri sampai nanti saatnya tiba.


ternyata disisi lain mas budi pun merasakan hal yang sama pada sinta..


apakah aku jatuh cinta lagi.. kenapa jantungku jadi berdebar begini.. akh...kalau begini aku harus terus mendekati sinta..


aku harus mencari tahu tentang dirinya.. agar aku tak salah pilih pendamping lagi.


kata budi dalam hatinya.


mbak susi memandangi adiknya dari kejauhan..ia merasa senang melihat budi kembali tersenyum setelah sekian lama.


mbak susi sendiri adalah seorang janda tanpa anak yang ditinggal meninggal suaminya karena kecelakaan..


mbak susi tak ingin menikah lagi.. ia sangat mencintai suaminya dan tak ingin mencari penggantinya.


hidup menjanda tidaklah mudah..banyak cibiran dan caci maki didapatnya.. termasuk putusnya hubungan dengan mertuanya membuatnya sangatlah sedih, dia dituduh pembawa sial karena kecelakaan itu


mbak susi hanya menginginkan agar budi menikah dan memberikannya keponakan agar dia bisa ikut mengurus keponakannya bagaikan anaknya sendiri.


dia ingin mencoba menghilangkan kesedihannya.


mbak susi melihat sinta sebagai seorang gadis pekerja keras.. banyak yang mengaguminya. walaupun mbak susi tak mengenal sinta, namun dia merasa sinta gadis baik yang hidup seorang diri.. dia juga merasa kasihan pada sinta..


mbak susi berencana menanyakan pada sinta.. tentang dirinya dan keluarganya.. setidaknya itu akan membuat mbak susi nyaman, walaupun mbak susi tak peduli dengan masa lalu sebenarnya yang disembunyikan sinta..


dia hanya merasa perlu mengenal pribadi sinta sebelum benar- benar menjodohkannya dengan budi


tapi berbeda dengan sinta.. sinta takut menjalin hubungan..takut mengecewakan siapa pun lelaki yang nanti akan menjadi suaminya karena dia sempat dijual dan juga menjual diri..


ini terkadang membuatnya tertekan.. tetapi dia selalu bisa mengalihkan perhatiannya dan kesedihannya dengan mengerjakan pekerjaan yang disukainya sekarang.


sebenarnya sinta merasa kesepian.. tidak memiliki teman ataupun keluarga yang ada didekatnya.


walaupun dia tahu kak devan dan anin akan selalu ada untuknya.. namun sinta sampai saat ini belum ingin menghubunginya.


dulu disaat pertama kali memulai membuat kue.. sempat terbersit keinginan kembali pada jalan lama yang ia tempuh..karena lebih cepat mendapatkan uang..namun ia teringat lagi akan Tuhan.

__ADS_1


takut dosanya tak akan pernah terampuni.


__ADS_2