Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 47


__ADS_3

aku masih terdiam.. bingung menanggapi semua ini..


semua berkelebat bercampur menjadi satu..


ketakutan dalam hati semakin besar..


terutama pada anin.. takut dia celaka oleh ibu


"bagaimana kabar sinta"


tanya bi nuh padaku


"sinta baik bi.. dia sudah lebih dahulu kuasingkan dipinggiran kota.. banyak kejadian yang menimpa kami"


kataku pada bi nuh


"tunggu bi.. aku akan menelpon istriku dulu.."


kataku pamit ke teras mau menelpon anin..


tut..tut.. tut..


"halo nin.."


"iya kak.."


mendengar suaranya aku sedikit lega


"kamu dimana nin"


tanyaku


"dirumah kak.. dikamar lah dimana lagi.."


katanya padaku


kuhembuskan nafas.. lega rasanya mendengar dia ada dikamar..


"jangan kemana mana nin.. jangan keluar.. sebentar lagi aku pulang.. tunggu ya.. i love u sayang"


kataku pada anin


"apaan sih kak.. aku bosan mau ikut rian pergi sebentar beli martabak ya.."


katanya membuatku terkejut


"jangan nin.. nanti aku belikan saja ya.. kali ini saja dengar aku ya.. sebentar lagi aku pulang.."


kataku melarangnya pergi takut dia celaka.. tak sanggup rasanya membayangkan terjadi apa apa pada anin.


"sudah ya jangan pergi.. sebentar lagi aku pulang.."


"ya baiklah kak.."


aku menutup telpon setelah memastikan anin dirumah dan tak jadi pergi


aku kembali masuk kedalam bertemu bi nuh dan suaminya


"bi.. terimakasih sudah menerimaku disini dan bercerita banyak padaku.. sekarang aku pamit ya bi..pak.. lain kali aku akan kemari dengan istriku"


kataku berpamitan pada bi nuh


"iya.. mainlah kemari jika kamu ada waktu.. ajak juga istrimu dan sinta.. rumah kami selalu terbuka untukmu"


kata bi nuh padaku..


kupeluk dia sambil mengucap perpisahan.. dan aku berjanji akan datang lagi jika aku ada waktu dan anin sudah sehat.


"aku pamit ya bi pak"


kataku terakhir kali berpamitan


"iya nak hati hati"


sampai dirumah aku sangat lelah.. berharap akan mandi lalu merebahkan diri sambil memeluk aninku agar segala galau dan kalut hatiku hilang..


ceklek..


"sayang.."

__ADS_1


panggilku pada anin


kulihat dia tertidur sambil menutup wajahnya hingga hanya terlihat ujung rambutnya saja.. ada ada saja kelakuan istriku ini..


kuturunkan selimutnya sebatas leher dan kukecup keningnya..


segera mandi dan bersiap ingin memeluk aninku..


baru pergi sehari saja sudah kangen luar biasa..apalagi membayangkan seperti orang lain bisa pergi berhari hari .


aku tak habis pikir aku dulu bagaimana mengatasi ini kenapa sekarang seperti ada yang menarikku ingin selalu dekat dengan anin..takut kehilangan anin...


cekek..


keluar dari kamar mandi sambil menggosok kepala yang basah habis keramas..


kulihat anin mengerjapkan mata..baru terbangun dari tidurnya..


mungkin dia terusik mendengar suara gemericik air..


"sayang.."


kataku mendekatinya


"uugghh..."


anim menggeliat kukecup keningnya dan kutempelkan tanganku yang dingin dipipinya


"sayang..bangun yuk.. kita makan malam dulu.."


kataku membangunkannya


dia malah memeluk pinggangku dan memindahkan kepalanya kepahaku sambil menghirup aroma sabun mandi yang menguar..


"hei..bangun..kok tumben malas sekali istriku.. gendong ya.."


kataku sambil menarik wajahnya agar melihat kearahku


"uugghh.. malas kak.. boleh ga makan disini aja.."


katanya lagi masih dengan mata terpejam..


aku berdoa semoga anin dan bayiku selalu sehat sampai saat tiba lahir nanti


"iya.. tunggu ya.. aku ambilkan"


kataku tak ingin mendebatnya.. kasihan aninku


mengambil makanan dua porsi untukku dan untuknya.. tak lupa teh hangat kesukaan anin..


"yuk..makan sayang.. cuci muka dulu.."


kataku seraya meletakkan makanan di meja di balkon kamar..


kulirik dia bergegas berdiri dan masuk kekamar mandi mengikuti perintahku


"makan yang banyak ya sayang . jangan ada sisa.. "


kataku sambil menyuapinya..


dia tersenyum.. senyumnya manis sekali..


"sayang.. kok lama tadi perginya?"


katanya memajukan mulutnya yang penuh makanan.. sekarang dia terlihat seperti anak kecil..menggemaskan


"makan dulu.. baru aku cerita"


kataku padanya sambil mengedipkan mata sebelah


"hhmmm.."


dia tak menjawab hanya mendehem seperti biasa kalau merajuk dia tak mau menjawab dengan benar


aku tersenyum menanggapi..tak mau bicara lagi.. takut nanti dia marah dan berujung tak mau menghabiskan makanannya..


selesai makan.. kubereskan piring dan kubawa lagi menuju dapur sekalian kucuci.. tadi anin meminta biar dia saja yang membereskan..dan tentu saja aku melarangnya


tak tega membuatnya kesusahan dan capek..

__ADS_1


masuk ke kamar anin sudah bersiap duduk bersandar di ranjang sambil memainkan hapenya..


tahu aku datang..dia merentangkan tangan bermaksud agar aku masuk kepelukannya


"kenapa sayang?"


kataku pura pura tak mengerti


"cerita donk kak.. uuhh.."


katanya..benar saja dia merajuk dari tadi.. mungkin karena bosan menungguku yang lama pulang tadi.


bersiap bercerita kusandarkan kepalanya didadaku agar dia merasa nyaman


kumulai dari bercerita tentang menemui nenek tetangga dekat rumah ibu dan berakhir pergi kekampung sebelah menemui bi nuh pengasuhku dulu


aku bercerita padanya tanpa sedikit pun dia menyela.. aku tahu dia merasa kaget.. tapi dia memilih diam saja.


kuperhatikan ekspresinya yang berubah ubah setiap kali aku menceritakan apa saja yang dilakukan bu suli..


sekarang aku tak mau lagi menyebut ibuku.. cukup aku memanggilnya dengan sebutan bu suli.


selesai bercerita.. kulihat ada raut ketakutan yang terlukis di wajahnya..


"kak.. benarkah yang kamu ceritakan?"


"apa yang harus kita lakukan?


tanyanya padaku dengan wajah ketakutan


"ya.. biar saja.. yang penting kamu jangan keluar rumah dulu kalau sendirian"


kataku sambil mencolek hidungnya


"jangan dibawa pikiran.. nanti kamu sakit.. kasian dedek bayi yang diperut"


kataku lagi..


"tapi kak.. gimana kalau ibu nekat.. aku takut.. tadi dia telpon kak tapi tak kuangkat .. untung saja"


"laen kali dialihkan saja panggilannya keaku ya nin.. biar dia bicara padaku saja"


kataku memberi saran padanya


"iya kak.. trus menurut kak devan.. gimana nangani ibu sekarang?"


tanyanya lagi


"nin.. sepertinya aku akan tegas bu suli.. aku akan menyuruhnya keluar dari rumah itu.. atau mungkin kita pake cara pengusiran dari rentenir dulu gimana nin?"


kataku pada anin..


terus terang aku hilang simpati dan bahkan benci pada bu suli..


semua karena dia kami tak memiliki orang tua lagi..


semua gara gara dia sinta jadi seperti ini.. dan aku terpisah dengan sinta.


"iya sih kak.. tapi kalau usir dia gitu aja.. aku takut dia berbuat yang bisa mencelakai kita.."


jawab anin


aku sebenarnya merasa was was memikirkan ini.. tapi mau gimana lagi.. bu suli harus diberi pelajaran atas apa yang diperbuatnya.


tapi jika kita gegabah..takut juga nanti ada yang terluka


"baiklah nin.. lebih baik sekarang kita tidur..besok kita pikirkan solusi lagi ya.."


kataku pada anin..


"peluk ya kak"


katanya manja


kurebahkan dirinya dilengan kananku dan kutarik selimut sebatas leher.. kupeluk erat agar dia lebih cepat terlelap


kuakui aku juga sangat letih.. mungkin kalau tak ada anin aku sudah tak semangat lagi dari tadi..ditambah masalah yang. datang bertubi membuat pikiranku kalut dan stress


aku berusaha tak menunjukkan pada anin.. agar dia tak kepikiran.. aku tak mau dia stress dan sakit kemudian mempengaruhi perutnya yang masih sering kram.

__ADS_1


__ADS_2