
sambil memejamkan mata menikmati semilir angin yang berhembus
setidaknya dapat sedikit mendinginkan hati yang panas karena ulah ibu..
tak cukup menyiksaku dengan kata kata penghinaan dan sekarang dia ingin mencelakai kami
kenapa kebencian ibu seakan sudah mengakar.. tak ada hal yang pantas yang bisa dikatakan bila ia memang seorang ibu.
seorang ibu bukan hanya sayang pada anaknya sendiri.. tetapi kebanyakan ibu juga akan memiliki naluri walaupun tak kenal setidaknya punya sisi kemanusiaan bagi seorang anak yang dibesarkannya
definisi apa yang harus kukatakan tentang ibu suli kali ini..aku bingung..
memang tak ada yang sempurna yang diciptakan olehnya.. tapi biarlah akan kudoakan agar ada sedikit saja rasa sayang tersisa untuk kami dari ibu suli.. agar segala daya upaya nya berbuat jahat dapat disadarkan secepatnya oleh Tuhan
jangan sampai dia berlarut dalam kubangan dosa yang tiada henti.
"sayang.."
suran kak devan menyadarkanku dari lamunan panjang
"sayang.."
panggilnya lagi sambil melingkarkan tangannya pinggangku memelukku dari belakang
terus terang aku terkejut terkesiap.. karena tadi sempat kulihat tidurnya begitu pulas dan tenang..
aku tersenyum dan memandang wajahnya dan menangkup kedua pipinya..
"sudah bangun kak.. apa sudah merasa lebih baik"
kataku pada kak devan
"iya.. aku tak apa apa"
katanya lagi
"sedang apa di sini.. hmmm"
katanya mencubit gemas pipiku
"tadi aku baru berbicara dengan mbak lela kak"
dia mengernyit.. aku sama sekali tak ingin menutupi apapun darinya.. agar kami berdua bisa menghadapi masalah ini bersama.. berpikir bersama
"ada apa?"
tanyanya
aku pun menceritakan pembicaraanku dengan mbak lela serta pembicaraan ibu dengan beberapa lelaki yang mungkin kukenali suaranya saat keributan dicafe.
kak devan terlihat shock.. dan dia menyayangkan tindakan ibu yang sudah keterlaluan dan tak bisa lagi ditoleransi
tapi dari semua yang kami dengar dan yang terjadi.. kami tetap berharap dalang kejadian ini bukan ibu...
tapi kami besok akan tetap memberi informasi ini pada polisi.. siapa tahu kejadian ini saling berhubungan.. walaupun mungkin kecil kemungkinan polisi dapat menampung informasi ini karena kami tak punya bukti
setelah makan malam kami kembali kekamar..
dipembaringan kami berbicara berbincang hal hal yang menyenangkan... sejenak melupakan kejadian yang melelahkan hari ini ..
kami berjanji akan liburan lagi.. tapi kali ini akan mengajak ayah ibu rian dan juga bian.. walaupun belum kami tentukan kapan.. tapi kami pasti akan melakukannya... kalau bisa kukatakan juga agar kami sewaktu waktu bisa mengunjungi sinta.
karena lelah.. kak devan terdengar deru nafas teratur dalam dekapanku..
akhirnya akupun menarik selimut dan tertidur lelap berharap kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk yang tak pernah terjadi.
Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan jualah yang menentukan.
Terbiasa bangun pukul lima pagi.. membuatku segera beranjak dari tempat tidur.. bergegas pergi kekamar bian yang berada disebelah kamarku
hati hati kubuka pintu takut sipemilik kamar terbangun..
mengendap endap dan naik ketempat tidur bian..
kupeluk kembali bian sambil menempelkan wajahku dilehernya
aku rindu bau bayiku yang sudah besar ini.
eeuugghh..
lenguhnya merasa terganggu dengan kehadiranku
__ADS_1
tapi dengan mata terpejam bianku kembali melingkarkan tangan mungilnya keleherku.. sepertinya dia merasa nyaman
ceklek..
sekarang ada langkah kaki kudengar masuk juga ke kamar ini dan mengunci pintu
cahaya kamar yang remang remang berasal dari lampu tidur bian berbentuk beruang.. tak dapat memperjelas pandanganku . sampai akhirnya orang itu naik juga ketempat tidur dan memelukku dari belakang menyembunyikan wajahnya di punggungku
"sayang ... kenapa meninggalkanku pindah kesini"
kata kak devan berbisik merajuk manja
"tidurlah lagi sayang.."
kataku.. sambil menarik tangannya agar mempererat pelukannya padaku
"hmmm"
katanya sembari mencium punggungku dan leherku membuatku bergidik geli
"hehehe.."
dia terkekeh setelah tahu aku kegelian
lalu aku tak mendengar apa apa lagi . sepertinya dia tertidur lagi ... kupejamkan mata kembali. berharap kami bertemu dimimpi dipagi hari ini
dua jam kemudian
"bunda... ayah...bangun..."
bian mulai berteriak dan melompat lompat diatas kasur kegirangan mengetahui kami berdua tidur dikamarnya
"hei.. anak ayah sudah bangun.. sini peluk ayah dulu"
kata kak devan sambil merentangkan tangan agar bian masuk kepelukannya
bian pun langsung menghambur kepelukan sang ayah dan mencium pipi kanan kiri kak devan
"ayah..."
"iya sayang.. kenapa.. hmmm"
katanya sambil memainkan jari jarinya ditelinga sang ayah
"mau robot sayang? beli dimana? "
"kata temenku beli di mall ayah"
"oke.. nanti kita pergi kemall ya.."
"oke ayah.. bian sayang ayah"
katanya kemudian memutuskan pembicaraan dan berlari ke kamar mandi untuk mandi pagi dan bersiap pergi kesekolah
"bisa sendiri bian?
tanyaku
"bisa bunda.. bian kan sudah besar"
katanya sambil berteriak
"ya sudah.. bunda tinggal ya.. kalau perlu apa apa panggil ayah saja.. ayah nunggu disini"
"oke bunda"
lalu kukecup pipi kak devan seraya berbisik mengucapkan selamat pagi kemudian beranjak menuju dapur membuat sarapan sekedarnya.
ternyata di dapur sudah ada ibu dan ayah juga serta rian..
kukecup pipi mereka semua juga mengucapkan selamat pagi
mereka tersenyum melihat tingkahku yang sudah kembali ceria..
"sarapan apa nih?"
tanyaku pada semua
"sarapan roti mbak.. bikinin roti isi daging donk.. kangen lho"
kata rian antusias..
__ADS_1
adikku satu ini memang srlalu manja padaku.. aku tahu dia sangat menyayangiku
"oke.. kalau ayah dan ibu mau apa?"
tanyaku lagi
"samain aja nin..."
katanya kompak
tak lama kemudian kulihat kak devan sudah rapi berpakaian dan siap untuk sarapan.
setelah beres.. kutinggalkan mereka semua untuk sarapan dan aku bergegas mandi.
hal seperti ini adalah kebahagiaan tersendiri bagiku..
aku tak pernah mempermasalahkan banyaknya pekerjaan tapi aku merasa dihargai dan kehangatan keluarga ini yang tak akan kudapat ditempat lain.
aku senang melihat senyum dan tawa ceria mereka.. membuatku merasakan semangat lagi.. walaupun sangat terasa lelah hati dan pikiran.
bergegas mandi dan berdandan yang kuhabiskan waktu sekitar tiga puluh menit.
berkali kali mencocokkan baju yang ingin kupakai.. entah kenapa hari ini aku merasa semua pakaianku tak cocok..
merasa tubuh ini mulai menggendut walau hanya bagian perut saja.. kembuatku sedikit frustasi..
tapi ini adalah hadiah dari Tuhan aku tak pernah menyesalinya
kupatut diriku dicermin.. berputar kekanan dan kekiri sambil terus tersenyum setelah kudapat pakaian yang kuinginkan
"hhmmm"
aku terlonjak dan menoleh ke asal suara
kudapati kak devan tersenyum sumringah menatapku seakan akan mendapat hadiah besar
"ada apa sayang"
katanya masih sambil tersenyum..
akkhh dia sangat tampan..
memandang wajahnya yang sedang tersenyum dapat mengembalikan moodku yang sempat memburuk tadi
"ayo.. sarapan dulu"
katanya lagi sambil menggiringku keluar dari kamar menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur
"wuuihhh.. cantik sekali mbakku ini"
"mau kemana mbak?"
kata rian padaku sambil terus memandangiku atas kebawah heran
"hehe.. mbak mau pergi sebentar.. trus jemput bian dan mau beli robot di mall kata bian tadi"
kataku kemudian
"ooo.. baiklah.. jadi mbak dan kak devan ya yang jumput bian.. aku juga daa acara hari ini.."
katanya lagi
"oke.. biar bian sama mbak dan kak devan hari ini"
kataku pada rian
ayah dan ibu masih setia menyimak tanpa memberi komentar apapun..
sepertinya mereka tak mau rian dan bian mendengar kami akan pergi kekantor polisi terlebih dahulu..
"oke . kita berangkat sekarang"
kataku pada semua.. dan kemudian kami semua pamitan pada ayah dan ibu menuju tujuan masing masing
didalam perjalanan menuju sekolah bian..
bian tak berhenti bersenandung dan berceloteh riang..
itu membuatku dan kak devan tersenyum senang
semoga bian tumbuh menjadi anak yang baik.. rajin berdoa dan taat pada Tuhan.
__ADS_1