
" Usaha tak mengkhianati hasil"
Kulihat jam sudah pukul enam sore. saatnya aku menyiapkan makan malam.
kulangkahkan kakiku kedapur.. kulihat ibu sudah ada disana membawa sayuran yang kemudian dia bilang diberi oleh tetangga..
oh, baiklah.. ini saja kueksekusi..
aku memang pintar memasak.. karena itu termasuk hobiku.. aku bisa mengolah bahan makanan, walaupun hanya sederhana. kubuka kulkas agar aku juga bisa membuat menu lainnya.
waktu kuhabiskan kurang dari empat puluh lima menit.. yah aku sudah selesai..
sekarang waktunya mandi dan mengurus dua bayi.. kak devan dan bian.
setelah semua selesai.. seutas senyum kuberi untuk kak devan dan bian..
ayo kak.. kita makan malam , aku sudah memasak tadi..
ya.. ayo nin..
anak bunda.. mau mamam apa??
sayangnya bunda.. kucium pipi dan lehernya.. dia terkikik geli..
aku senang menggodanya.
sampai dimeja makan, kulihat masih tak ada orang..
aku panggil ibu dan sinta.. walau bagaimanapun aku tak mungkin makan hanya bersama kak devan.
bian kusuapi lebih dulu, baru aku makan.
kulihat kak devan makan dengan lahap.
dia memang tak pernah pilih- pilih makanan.
sesudah makan malam.. ibu mulai berbicara..
devan.. bulan ini ibu belum bayar listrik dan air.. bisa kamu kasih ibu uang untuk bayar??
aku tak ada uang bu.. mungkin sinta bisa bayar bu..
aku?? aku juga tak ada bu.. uangnya sudah kupakai beli tas tadi.. ada tas yang aku suka lagi diskon, lanjutnya lagi
trus, gimana ini?? anin, kamu bayar ya.. pake uang yang dikasih devan untuk bian..
maaf bu.. aku belum beli susu buat bian, jadi uangnya tak bisa ku beri..
kamuuu... sambil tangannya menunjukku
devan, ajari istrimu agar tak membantahku..
kak devan menghela nafas berat.. nin, berikan ibu sebagian.. nanti sebagian kamu gunakan buat keperluan bian..
sambil tangannya menggenggam tanganku memberi kekuatan agar ikhlas.
ya baiklah bu..
__ADS_1
kulirik sinta dan ibu yang terlihat tersenyum mengejekku..
tunggu saja kalian, akan kubuat menyesal.. umpatku dalam hati..
tertawalah dulu yang keras sebelum kalian menangis.. akan kubuat kalian minta maaf padaku, kuyakinkan hatiku.
aku buru- baru masuk kedalam kamar, sambil kugendong bian.. aku takut meninggalkan bian sama mereka.
kuambil uang yang diberi kak devan.. kuberi ibu separuh dan separuh lagi kusimpan dilemari.
kulihat ibu tersenyum sumringah melihat uang yang kuberi..
aku tahu dia berbohong meminta uang untuk bayar listrik dan air, karena yang kutahu setiap awal bulan dia membayar.
ahkk biar saja, bukan urusanku.. aku sekarang berpikir.. bagaimana caranya uang sisa bisa cukup untuk bian.
kuikuti kak devan masuk kekamar,..
ingin rasanya bertanya pada kak devan, tapi aku takut membuatnya sedih.. ruang geraknya terbatas sekarang, bagaimana bisa aku membebaninya.
aku ingin bertanya perihal mencari kerja, tapi takut dia tersinggung, jadi kupilih diam saja.
besok aku akan mencari kerja lagi nin, pinggangku sudah tidak terlalu nyeri..
tidak kak, aku takut terjadi apa- apa nantinya..
biar saja kak, besok biar kubeli susu sekaleng dulu.. kasian bian susunya hanya untuk besok.
oya.. aku teringat lagi soal aplikasi cerbungku.. aku belum sempat melihat pesan yang masuk..
biar kubuka dulu saja..
ada uang disini.. buru- buru kututup hapeku, takut kak devan tahu..
aku ingin dia tak tahu agar tak bercerita pada ibu, aku takut uang yang kudapat sia- sia.
besok aku akan pergi membeli susu untuk bian. aku berpikir, uangku hanya cukup beli sekaleng susu, sementara aku harus membuka rekening untuk kukirimkan ke aplikasi cerbungku.. agar mereka bisa mengirimkan gajiku, yah kuanggap saja itu gaji menulisku.
tak mungkin aku pinjam ke ibu lagi.. baru tadi separuh uangku kuberikan padanya.
akhhh bingung.. itu yang kurasa.
besok aja deh kupikirkan.. lebih baik aku tidur..
tak sadar karena banyak pikiran, ternyata kak devan memperhatikanku sedari tadi.. aku gugup sambil bertanya..
kenapa kak?? ayo tidur..
ucapku sembari menarik selimut menutupi tubuh kami.
kamu yang kenapa nin?? kulihat seperti bingung dan gelisah, apa yang terjadi?? apa ada sesuatu yang tidak aku tau??
owh,.. tidak ada kak..
aku hanya sedang berpikir besok aku harus membeli susu siang hari, bagaimana aku bisa meninggalkan bian?? aku takut terjadi lagi seperti waktu itu kak.. bohongku ke kak devan.
aku tahu kak devan pasti bisa menjaga bian besok walaupun hanya sembari duduk di tempat tidur.
__ADS_1
iya nin.. biar besok aku yang jaga bian ya.. kamu pergi aja.. jangan lama- lama ya nin..
iya kak.. lega rasanya.. dia tak curiga.. aku berencana akan pergi ke bank besok.
rutinitas pagi menanti.. kuselesaikan dengan cepat.
iseng kuhampiri ibu mertua.. dan bertanya.. ibu bisakah aku pinjam uang tiga ratus ribu hari ini,.. kataku dengan hati- hati..
untuk apa?? nanti takut kamu pinjam ga bisa kembali, mana ada pinjam tapi tak kembali itu namanya minta, katanya lagi..
itu bu.. aku ingin berjualan online..
hahaha.. kudengar sinta tertawa dibelakangku.. kulihat juga kak devan disampingnya dan bian dipangkuan kak devan.
ga salah dengar aku.. mbakk mau jualan online.. siapa yang mau beli.. mau promo.. yang ada orang jijik liat dagangan mbak.. secara yang promosi biasanya harus cantik.. lha ini buluk.. mana laku.. jangan dikasih bu.. nanti yang ada kita rugi.. ujarnya panjang kali lebar.
aku diam tak menjawab... aku sengaja tak mengatakan kalau pinjam uang buat buka rekening karena mereka pasti akan bertanya yang tidak- tidak.
Baru bilang mau jualan online saja ibu dan sinta tak percaya.. apalagi aku bilang aku punya uang lebih dari dua puluh juta dari membuat cerbung.. mana percaya mereka.
aku pergi kekamar.. malas meladeni mereka yang hanya bisa mencemoohku..
aku ini orang sekolahan, sarjana lho.. selalu diremehkan, sekarang aku mau tunjukkan kemereka.. bahwa aku bisa tanpa mereka.. aku bukan beban..
kak devan masuk kekamar sambil berbicara padaku .
nin,.. nanti aku cari kerja.. kamu ga usah jualan online ya.. kita sekarang tak ada modal.. ibu dan sinta benar.. takutnya ga laku.. kita malah merugi..
iya kak.. terserah kalian saja . ketusku..
aku bosan dengan sifat otoriter ibu.. semua diatur ibu.. dulu gaji kak devan pun ibu yang menentukan jumlah yang diberi padaku.
sambil menunggu waktu.. aku bermain bersama bian.. membiarkannya berjalan kesana kemari sambil terus kuawasi..
kupotongkan buah yang masih tersisa satu.. kata bidan dipuskesmas, untuk melatih dan merangsang tumbuh gigi bagi bian.
tanganku pun tak tinggal diam, aku memijat kaki kak devan.. menggerakkannya ke kanan dan kekiri.. dia meringis.. mungkin mulai terasa.. kubiarkan saja tak kuhentikan tanganku.
gimana rasanya kak? tanyaku?
sakit nin.. ada rasa sedikit tapi sakit sekali..
iya kak.. kata dokter itu awal yang bagus kak..
kak devan coba gerakkan sendiri sekarang jari- jari kakinya..
kuperhatikan.. dia belum bisa.. keringat bercucuran didahinya sepertinya dia berusaha keras..
yah.. gak apa- apa kak.. pelan- pelan saja.. jangan dipaksa..
ujarku sambil menghentikan kegiatanku.
kuangkat bian untuk kuseka.. agar dia lebih nyaman tidurnya.. karena sudah lelah bermain.
setelahnya kuseka suamiku agar diapun beristirahat dengan nyaman.
yah.. keseharianku hari ini menguras emosi dan tenaga..
__ADS_1
ikhlas dan sabar akan berbuah kebahagiaan