
Hari ini aku masih menginap dirumah ayah.
terus terang aku malas untuk pulang kerumah ibu mertua.. ada perasaan enggan yang muncul.. mungkin karena hati ini lelah bersabar.
Banyak rencanaku hari ini..
kak devan pun sudah berangkat bekerja.
Yang pertama kali kulakukan adalah membuka aplikasi cerbungku. aku ingin melanjutkan menulis cerbung yang tertunda dari dua hari kemarin.
Aku yakin pasti banyak pembacaku menunggu, yang aku tahu dari berbagai jenis komentar yang kuterima tanpa sempat kubalas.
setelah menyelesaikan dua bab.. tak terasa hari menjelang siang.. aku yakin Bian sebentar lagi pulang..
aku antusias menunggunya diruang tamu.
Aku berjanji mengajaknya membeli mainan hari ini.. katanya mau beli pesawat lagi.
" bunda... bian pulang..."
bian berteriak sambil berlarian masuk kerumah.
" iya bian, bunda diruang tengah"
dia datang menghampiriku..
" bunda, lagi apa?? jadikan kita pergi beli pesawat??"
" jadi donk sayang.. masa ga jadi"
" ayo bunda.. kita pergi sekarang.."
" bian makan dulu ya.. baru kita pergi tapi sebelum itu ganti baju dulu ya.."
"iya bunda"
setelahnya kami bergegas pergi.. tak lupa aku mengajak rian pergi sekalian ingin ke show room mobil pikirku.
Aku ingin membeli mobil untuk kak devan.
walaupun aku membeli dengan kredit, setidaknya kami tak akan menaiki kendaraan yang sering kupesan lewat aplikasi.
Bian kuantarkan terlebih dahulu membeli mainan.. kemudian baru aku menyelesaikan keinginanku..
" Mbak, mau cari mobil apa??"
" city car aja dek, biar nyaman dipake kemana- mana, toh kita juga jarang bepergian jauh."
" iya mbak"
kami pun memilih, akhirnya sesuai budget, kami mendapat mobil berwarna hitam dengan bisa memuat empat orang.
setelah selesai melakukan pembayaran, pihak dealer berjanji akan mengantarkan mobil sore ini kerumah.
kami pun pulang.. sesampai dirumah, tugas sudah menanti.. aku harus mempacking barang barang yang baru saja datang.
" dek, barangnya yang datang nanti bantu check ya.. mbak lelah sekali kalau harus bekerja sendiri"
" iya mbak, nanti aku bantu sekalian packing, hari ini juga aku harus mengantar ke ekspedisi mbak"
" iya dek.. kita harus semangat dek"
"iya mbak"
tepat pukul lima sore kak devan pulang kerumah.
begitu masuk rumah kulihat dia menoleh ke kanan dan kekiri.. seakan akan mencari sesuatu yang hilang
akupun terlupa akan adanya mobil yang terparkir dihalaman.
" nin, aku pulang!"
kata kak devan baru masuk rumah
" baru datang kak?"
__ADS_1
" iya nin, ada siapa nin?"
" tak ada siapa kak? maksud kak devan?"
" itu lho ada mobil didepan rumah, punya siapa nin??"
aku tak menjawab lagi pertanyaannya.. langsung kuserahkan kunci mobil, kutaruh ditelapak tangannya.
" ini buat kak devan!"
" aku beli kredit kak, agar kita tak perlu numpang lagi kalau mau pergi kak!"
kulihat wajah kaget kak devan, dia seperti bingung.. antara sadar dan tidak, aku tak tau..
entahlah apa yang dipikirkannya..
kak devan hanya memandang kunci mobil ditangannya..
" ayo kak, aku sudah tak sabar mencoba mobilnya!"
kataku padanya..
" eeh iya nin.."
dia diam, aku tau dia masih bingung.
" kamu harus jelaskan nin!"
akhirnya dia meminta penjelasan padaku.
" ayo kak, sambil jalan aja"
kataku lagi sambil menarik agak kuat tangannya.
yah... dia tinggi, dan kuat.. sedangkan aku bertubuh mungil.. bagaimana tak menarik kuat.. karena dia sama sekali tak bergeming saat kupegang tangannya.
"kak, berjanjilah mendengar penjelasanku sampai selesai.. jangan marah setelah itu ya."
" iya nin, aku janji tak akan marah, kalau itu tak membuatku marah!"
apa maksudnya coba.. ya mana ada sih marah kalau ga dibuat marah.. kak devan ga jelas.
" maaf kak, aku baru bercerita pada kak devan"
" penghasilanku lumayan dari menjadi penulis, akupun tak repot- repot kesana kemari, ini menjadi pertimbanganku sebelumnya, ya.. aku tahu sih kak devan tak suka kan kalau aku sering keluar rumah?"
" aku tau kak devan maunya aku dirumah aja, takut kalau aku kepincut yang lain"
" hahahaha..."
kataku sambil berusaha bercanda padanya..
dia terdiam cukup lama membuatku takut saja ... akupun jadi diam... tak berani bersuara..
" hahaha..."
kali ini dia yang terbahak..
" ayo....istriku takut dimarah ya.. aku bercanda sayang..."
" kamu emang yang terbaik nin! kamu selalu mementingkan perasaanku duluan!"
" aku ga tau harus bilang apa kekamu nin"
" aku malu nin, malu sudah jadi ayah tapi tak membanggakan ya nin?"
" aku malu sebagai suami aku tak pernah bisa membela dan membahagiakanmu nin"
" jangan pernah tinggalin aku ya nin!"
" aku janji akan selalu berusaha bahagiain kamu!"
" makasi atas cinta yang besar untukku ya nin!"
" iya kak, sama sama kak"
__ADS_1
" aku juga bersyukur punya kak devan dihidupku"
mataku memanas.. aku meneteskan air mata .. aku terharu..
kami berkeliling menyusuri kota hingga malam hari..
aku senang..
aku bahagia..
semoga kebahagiaan ini selalu ada untuk keluarga kecil kami..
ddrrrttt... dddrrrttt... kulihat hape kak devan berbunyi.. telpon dari ibu..
" halo ibu"
" devan, ibu mau kamu pulang dan tinggal dirumah lagi mulai besok"
" ibu tak mau tahu alasanmu devan"
" iya bu, nanti aku tanya anin dulu bu"
" kenapa kamu tanya dia? kalau dia tak mau biar saja dia disana"
" tinggalkan saja dia!"
tut.. tut.. tut..
telpon diputus kak devan begitu saja..
ddrrrttt.. ddrrttt...
ibu menelpon lagi..
" halo devan"
" maaf bu, kalau ibu menginginkan aku meninggalkan anin.. aku tak akan pulang bu!"
" apa?"
" apa kamu membantah ibu devan?"
" iya ibu.. ini hidupku bukan hidup ibu, jadi biarkan aku menjalaninya!"
" maaf bu!"
telpon diputus lagi dan kali ini di non aktifkan.
aku tahu kak devan marah pada ibu karena disuruh meninggalkanku.. tapi aku tak ingin juga kak devan menjadi anak durhaka terhadap ibunya.
kulihat dia termenung..
baru saja aku merasa bahagia.. eh sudah aja ada gangguan dari ibu.
" kak"
" aku tak apa- apa kalau kita pulang"
kataku hati- hati. takut kak devan tambah marah.
" aku tak suka sikap ibu padamu!"
" apa maksud ibu berbicara seperti itu?" kata kak devan sendu.
aku bingung harus menjawab apa. aku juga tak tau pasti kenapa ibu membenciku.
Tapi tak apa, ini kesempatan bagiku, menunjukkan pada kak devan bagaimana selama ini perilaku ibunya.
" kak, besok kita pulang ya?"
" aku sudah terbiasa kak, aku sungguh tak apa- apa"
kataku pada kak devan yang menatapku.
" percaya padaku kak, tak mungkin ibu menyuruh kita pulang jika tak ada sesuatu yang terjadi kak"
__ADS_1
" iya nin, aku juga curiga pada ibu nin"
apa yang sebenarnya diinginkan ibu dari kak devan, aku yakin kali ini ibu pasti merencanakan sesuatu. semoga aku bisa melaluinya... monologku dalam hati.