
setiap jalan harus kita lalui bukan kita hindari.. sama seperti masalah ini yang kami inginkan cepat tuntas dan berbuah kebahagiaan.
setelah mengantar bian kesekolah.. kami langsung menuju kantor polisi untuk dimintai keterangan atas kejadian kemarin
kak devan menceritakan sedetail kungkin apa yang terjadi.. dan ditambah dengan kesaksianku pada kejadian kemarin
setelah kejadian dicafe kemarin kuceritakan.. aku juga bercerita pembicaraanku dengan mbak lela ditelepon dan percakapan yang kudengar antara ibuku dan lelaki yang suaranya persis sama dengan lelaki preman dicafe.
kemudian polisi juga meminta rekaman cctv agar bisa melihat wajah pelaku dan tentu saja memperkuat keterangan kami dengan bukti bukti dari cctv
polisi juga sudah mengantongi bukti cctv saat mereka masuk ke cafe kemudian melarikan diri.. karena sungguh kebetulan juga cafe kami dapat tertangkap kamera dijalan raya tersebut yang dipasang oleh pemerintah untuk mewaspadai kejadian kejadian seperti ini.
kami semua berharap masalah ini segera mendapat titik terang
pov ibu mertua
aku kehabisan akal.. aku menyewa orang untuk mencelakai wanita tak tahu diri itu..
karena dia hidupku menderita begini..
aku tak punya uang..
seharusnya sekarang aku sudah mendapat kabar dari para preman itu..
paling tidak wanita itu celaka..
sudah beberapa jam menunggu.. kuhubungi berkali kali preman preman yang kusewa namun tak satupun nomornya aktif.. kemana mereka.. apakah mereka membawa lari uangku.. atau..
arrggghh..
apa mereka tertangkap.. ah.. itu tak mungkin..
mereka profesional.. tak mungkin dengan mudah tertangkap
aku menyerigai..
aku merasa kali ini aku tak mungkin kalah lagi..
sudah cukup dia berbuat semaunya.. ini hanya peringatan kecil..
ha..ha..ha..
rasakan kau anin..
menit demi menit berlalu.. aku mulai gelisah..
firasat buruk mulai kurasakan..
terus kucoba menghubungi antek antekku.. namun sayang sekali tak satupun dari mereka mengaktifkan nomornya..operator yang menjawab membuatku frustasi saja..
aku bingung.. jikalau memang tertangkap aku harus secepatnya keluar dari rumah ini.. aku harus bersembunyi..
akh.. apa aku mengintip saja.. keadaan cafe milik anin itu..
lalu aku bergegas berganti pakaian.. tak lupa juga memakai selendang untuk menutupi kepala..dan menggunakan masker agar sulit dikenali..
aku memesan taxi online lewat aplikasi..
kali ini aku tak boleh ketahuan..
aku berhenti agak jauh dari cafe.. agar tak terlihat terlalu mencolok
aku melihat dari jarak yang cukup.. mataku memindai suasana cafe..
senyumku pun terukir..
hahaha..
tak kusangka mereka tutup.. kulihat beberapa bagian cafe sedang direnovasi.. itu artinya.. cafe itu pasti dalam keadaan rusuh kemarin..
kulihat ada pedagang es buah yang mangkal ditaman seberangnya.. biar kutanyakan agar lebih pasti
"bang.. cafe depan tutup ya?"
kataku berbasa basi sambil pura pura membeli es buahnya
__ADS_1
"iya bu.. kalau saya ga salah kemarin ada yang merampok gitu.. dan ada polisi juga bu"
katanya bercerita
deg..
jantungku langsung terpacu . ada polisi katanya.. tanpa bertanya lagi aku langsung melesat pergi dan menyetop taxi yang lewat..
"hei.. bu..bu.. ini gimana es buahnya.."
kata pedagang itu sambil berteriak padaku
tak kuhiraukan lagi dia berteriak sambil mengumpat.
salahku juga langsung pergi setelah mendengar kata polisi
bagaimana ini... gimana kalau mereka semua tertangkap..apa yang harus aku lakukan..
arrgghhh.. dasar bodoh..
aku berteriak didalam taxi.. membuat sopir taxi tiba tiba menginjak rem taxinya
"maaf.. apa ibu mengatakan saya bodoh"
katanya sambil menatapku tajam
melihat wajahnya aku jadi ketakutan.. langsung kukeluarkan uang merah selembar dan turun dari taxi..
biarlah aku turun disini saja.. sebentar aku bisa pesan taxi lagi jika perlu
ahh.. sial..sial..
umpatku berteriak dijalan.. kulihat semua orang memandangiku heran.. mungkin aku dikira tidak waras..
ddrrttt.. ddrttt...
"halo.."
"dimana kamu?"
"cepat kirimkan uangnya.. kami harus pergi dari sini.."
"kau belum membayar sisanya"
kata preman tersebut setengah berteriak
deg..
akh.. apa mereka akan tertangkap.. bagaimana denganku .. haruskah aku juga pergi bersembunyi...
aku bingung.. pikiranku mendadak kosong.. membayangkan hidup dipenjara.. betapa memalukannya diriku
akhh.. kenapa kenapa.. hanya itu yang ada dipikiranku.. apa yang harus aku lakukan..
ya.. aku harus pulang dulu.. mengambil barang barang berharga yang bisa kujual lalu aku harus pergi dari kota ini
kembali memesan taxi online pulang kerumah untuk berkemas
sampai dirumah tak membuang waktu lagi.. aku menyiapkan barang barang berharga agar bisa kubawa..
ting tong..
deg..
jantungku berdetak kencang.. siapa gerangan yang datang..
aduh... aku berdoa dalam hati semoga saja bukan polisi..
ting tong..
akhh.. siapa sih..
aku ketakutan.. kupandang wajahku dicermin.. wajahku pias.. aku pucat pasi
lututku bergetar.. kali ini aku benar benar ketakutan
__ADS_1
ting tong..
ting tong..
aduhh... aku semakin ketakutan mendengar bunyi bel berkali kali..
akhirnya kuputuskan membuka pintu..
ceklek...
ah.. lega rasanya.. hanya lela yang datang bertamu..
aku langsung tersenyum lega
"kenapa bu.. kupikir tadi tak ada orang.. sampai kupencet bel berkali kali"
katanya sambil tersenyum
"ada apa lela?
kataku ketus tanpa menjawab pertanyaannya
"hehe.. tak ada bu.. aku hanya ingin ngobrol ngobrol saja.."
katanya sambil terkekeh cengengesan
"oh.. ya ya.. masuk saja lela.. aku lagi tak sibuk juga"
kataku.. aku jadi melupakan harus berkemas karena terlalu lega hanya lela yang datang..
"ibu apa kabar? aku bawa bolu buat ibu.. tadi aku buat"
katanya sambil menyodorkan kue bolu padaku
aku langsung tersenyum sumringah.. lumayan lah aku sedang lapar aku belum makan dari tadi pagi
gara gara anin sialan aku jadi lupa segalanya
monologku dalam hati
"terimakasih ya"
kataku sembari mencomot satu kue.. aku sudah tak tahan mencium aromanya yang membuat perutku meronta minta diisi
"kamu kalau mau minum ambil sendiri saja lela" kataku masih sambil menikmati kue buatannya
aku jadi teringat anin.. yang selalu menyiapkan camilan untukku jika aku ingin minum kopi atau teh untuk menemani
akhh.. kenapa juga aku mengingatnya..bikin sakit hati saja.. dasar wanita tak tahu diuntung..
kembali aku mengumpatnya dalam hati
"ya udah aku kedapur ya bu.."
kata lela membuyarkan lamunanku tentang anin
"kenapa ibu tak pernah buka lagi warungnya.. aku jadi tak bisa lagi belanja di ibu"
lela datang dari dapur sambil menaruh dua cangkir teh diatas meja tamu
"iya.. aku sibuk akhir akhir ini lela.."
kataku lagi berbohong
ddrrtt.. ddrrtt..
hapeku berbunyi tanda ada pesan masuk
"cepat transfer sebelum aku laporkan kamu"
begitulah bunyi pesan yang kuterima dari preman yang kusewa
kuabaikan saja pesan itu.. toh mereka tak punya bukti menangkapku lagian aku juga tak punya uang untuk membayar mereka..
biar saja mereka kalang kabut sendiri.. itu karena mereka terlalu ceroboh
__ADS_1