
dada bubu.. dada..
kata bian sambil tersenyum dalam gendongan ibu..
dan akhirnya aku pulang sendiri dengan menggunakan taxi yang kupesan lewat aplikasi.
sesampai didepan rumah, aku tak langsung masuk.. aku mampir dulu kerumah mbak lela ingin mengembalikan uang yang kupinjam..
permisi mbak lela...
iya nin, masuk aja nin.. teriaknya dari dalam rumah..
kamu baru datang nin???
kata ibu mertuamu kamu pulang kerumah gadis ya???
iya mbak aku menginap semalam mbak.
oiya mbak.. ini uang yang kupinjam mbak tiga ratus ribu dan kutambah seratus ribu lagi jadi empat ratus ribu rupiah. kelihatan wajah mbak lela tersenyum sumringah mendengar ucapanku.
kok banyak nin bunganya.. kan cuma tiga ratus tiga puluh ribu saja nin..kalau dihitung pokok pinjaman plus bunga sepuluh persen sesuai perjanjian.
iya tak apa- apa mbak.. mumpung ada rejeki.. makasi lho mbak sudah pinjamin aku uang..
iya nin.. maaf soal yang kemarin ya nin..
ga maksud mbak seperti itu..
yang dia maksud pertengkaranku dengan ibu dan juga kak devan yang juga diprovokasi oleh sinta.
iya gak apa- apa mbak.
nin, kamu tau tidak, kalau sinta kemarin katanya tidak pulang tadi malam, baru pulang tadi pagi subuh dilihat oleh bu nur tetangga depan, kebetulan bu nur ke pasar pagi- pagi karena kabarnya anaknya yang merantau itu pulang hari ini..
oya mbak?? aku tidak tahu mbak.. aku belum pulang ini.. aku tadi sampai langsung mampir dulu kesini.. kataku lagi..
iya nin, ibu- ibu tadi pagi pada ngumpul kerja bakti pada heboh tuh.. soalnya ya.. masak anak gadis pulang subuh.. sudah ga bener itu..
iya mbak.. coba nanti aku tanya..
aku malas melanjutkan, takut bergosip kemana- mana.
aku pamit pulang ke mbak lela sembari mengucapkan terimakasih sekali lagi.
sampai dirumah kuucapkan salam seperti biasanya.
mereka semua ada diruang tamu menatapku.
kamu baru pulang nin??? ya ampun malam- malam begini baru pulang..
sudah ga ngurus suami, pulang bawa makanan kek.. eh ini malah ga bawa apa- apa.. kata ibu menyindirku.
Bian mana nin??
bian ga mau pulang kak.. tadi nangis ga mau pulang.. biarlah dia main dulu disana toh ada ibu dan rian
oo ya baiklah..kamu sudah makan nin??
belum kak, kak devan sudah makan???
__ADS_1
belum juga nin..
ayo kak.. kita masuk kedalam..
iya nin..
sempat kulirik sinta, dia seperti tak peduli pada orang sekitarnya, dia sibuk dengan hapenya.
sampai dikamar aku berbicara pada kak devan, kalau aku ingin mengajaknya keluar berjalan- jalan sambil ingin makan malam di ujung rumah kami, kulihat tadi ada pedagang baru berjualan bakso.
kak.. keluar bentar yuk..
aku ingin makan bakso diujung jalan.. mumpung berdua saja..
lho.. kok tumben nin??
iya sekali- kali kak
oo.. baiklah
ayo kita pergi kak..
kudorong kursi roda kak devan keluar kamar lalu melewati ibu dan sinta..
mau kemana kalian?? tanya ibu..
mau keluar cari angin bu.. jawab kak devan..
ibu tak melanjutkan lagi..
aku dan kak devan segera keluar.. sebelum ibu kembali bersuara.
dia pun bercerita.. dia merasa bosan karena tak ada aku dan bian.. tak ada yang mengajaknya mengobrol atau sekedar bertanya sudah makan atau belum.. dia juga mengatakan.. bagaimana aku hidup tanpa kamu ya nin.. mungkin lebih baik aku mati saja.. katanya lagi dengan raut wajah sendu.
jangan bicara seperti itu kak, mungkin mereka sedang sibuk, ucapku lagi..
sampai di warung bakso.. kami memesan.
tak menunggu lama pesanan dua mangkok bakso dan dua mangkok mie ayam sudah tersaji..
ayo kita makan kak..
kok banyak nin..
iya kak sekali- kali kak.. sudah lama kita tak makan berdua.. aku kangen kak devan yang dulu selalu manjain aku.. hehehe, kataku terkekeh
maaf nin.. katanya sendu..
tak mengapa kak..
ayo makan dulu.. atau mau kusuapi kak.. hehe, kataku. bercanda..
iya.. bolehlah nin.. aku juga kangen disuapi kamu..
eh.. hahaha.. kataku tergelak.. bisa aja kak devan..
bahagia itu sebenarnya sederhana..
kami pun makan tanpa bicara lagi.
__ADS_1
setelahnya aku berbicara pada kak devan, kalau aku sudah ada sedikit uang dari hasil aku berjualan dengan sistem dropship, sebenarnya aku takut dia mendengar dari orang lain, takut dia merasa tak dihargai..
kak devan terdiam mendengar ceritaku.. aku juga mengatakan kalau aku diberi gratis skin care yang kupakai sekarang, karena semata- mata agar aku bisa ikut mereview produk yang kujual.
wah.. hebat kamu nin.. ga nyangka aku.
iya kak.. karena aku sudah ada uang, besok kita terapi lagi ya..
biar kak devan bisa cepet sembuh seperti dulu
iya nin.. terimakasih banyak nin..
iya kak..
kak, tadi aku juga sudah mengembalikan uang mbak lela, dia juga bercerita tentang sinta kak.. kataku hati- hati padanya..
iya nin.. tadi sinta pulang pagi nin.. aku tanya dia malah menjawab bukan urusan kakak.. aku tak bisa berbuat apa- apa nin..
bagaimana dengan ibu kak??
ibu malah bilang biarkan saja, toh sinta sudah besar.. kenapa kamu khawatir.. lihat dia bisa punya uang dengan bekerja.. daripada tidak menghasilkan.. dia malah menyindirku nin..
ya sudah tak apa- apa kak..
kita berdoa saja semoga sinta tetap pada jalan Tuhan.
kak devan hanya diam mendengar penuturanku.. sepertinya dia mulai curiga pada sinta.
bagaimana tidak curiga..
sinta berpakaian minim dan super ketat, **** itulah kata pertama yang muncul dibenak orang jika melihatnya. dandanan diwajahnya pun cetar.. tapi menurutku sih sedikit menor.. dan juga dia selalu pulang malam dan sekarang bahkan pulang pagi
kalau orang kuliah harusnya tak seperti itu.. kalaupun bekerja.. siapa yang memperkerjakannya yang seperti katanya sinta dia kerja kantoran...
yah.. kembali lagi aku berkata dalam hati.. biarlah itu menjadi urusannya.. yang penting aku tak terkena imbasnya..
banyak mengobrol dengan kak devan membuatku sedikit lega.
aku tak perlu lagi menyembunyikan kalau aku menjual skin care..
tapi aku juga belum mengatakan kalau aku menulis cerbung. biarlah kukatakan secara bertahap padavkak devan.
hampir setiap hari ada pesan dari m- banking.. itu karena hasil jualan onlineku ikut dengan levi.. kalau gaji dari aplikasi cerbungku.. kudapat sebulan sekali.
aku juga berpikir akan menambah judul cerbungku supaya penghasilanku bertambah..
aku ingin membuka toko kue kecil- kecilan nanti kalau sudah punya modal yang cukup.
semoga pekerjaanku berkah..
Berjalan kaki sambil mendorong kursi roda kak devan menikmati malam penuh bintang.. membuat hatiku bahagia.
kak devan pun banyak tersenyum sepanjang jalan..
aku mengatakan padanya, akan mengajaknya lagi besok pagi keluar rumah agar dia dapat menghirup udara segar.
aku berharap yang kami lewati hari ini akan kami lewati lagi dihari- hari kedepan.. berharap kebahagiaan selalu menghampiri kami.
Tuhan selalu menunjukkan jalannya, agar kami tak pernah tersesat..
__ADS_1
banyak sekali hambatan dan rintangan dalam kehidupan... tapi akan banyak juga pelajaran berharga yang kita dapat.. kita hanya perlu berserah diri, berdoa kepadaNya, selalu berpikir positif dan senantiasa berusaha.. maka tak akan ada hal yang mustahil..