
" aku ingin berubah"
seminggu sudah sejak kelakuan ibu dan sinta diketahui kak devan.
hari- hariku masih sama, hampir tak ada yang berubah.
setelah aku melakukan semua pekerjaan rumah, aku bermaksud untuk mencari pekerjaan online.
aku bingung dengan nasib kami kedepannya.
kak, nanti kita terapi ya..
aku akan mengantar kak devan kerumah sakit..
tidak usah nin.. aku tak ada uang..
nanti coba kutanya ibu ya kak..
ibu... panggilku lirih
bu,.. bolehkah aku pinjam uang untuk terapi kak devan??
apa?? kamu kira aku bank?? mau pinjam uang.. katanya sambil berlalu meninggalkan aku
uhh.. aku akan menelpon ayah ibuku saja kalau begitu.. seperti biasa aku akan meminjam uang pada mereka.
belum sempat aku menelpon, ibu menghampiriku dan memberiku uang lima puluh ribu.. ini untuk uang dapur seminggu.. kamu usahakan supaya cukup untuk kita semua makan selama seminggu.
aku diam, kak devan menghampiriku..
yang sabar ya nin.. sebenarnya ibu baik kok.. jangan terlalu diambil hati.. katanya kemudian.
iya kak.. jawabku
bagaimana caraku mengatur uang lima puluh ribu seminggu?? akhh itu hal yang mustahil.. sudahlah.. lebih baik aku menghubungi ayah ibu dulu perihal terapi kak devan.
halo ayah.. ini anin ayah..
halo anin.. iya apa kabarmu nak??
baik ayah.. ayah dan ibu apa kabar??
kami semua baik nin..
tumben menelpon,ada apa nin?? apakah suamimu baik- baik saja?? katanya khawatir
iya ayah.. aku ingin minta tolong ayah buat meminjamkan aku uang untuk terapi kak devan ayah.. bisakah ayah membantuku??
owh.. bisa nin.. nanti ayah transfer ya kerekening suamimu..
iya ayah
makasi banyak ayah, kataku lagi..
__ADS_1
iya nin.. jangan sungkan kamu masih punya ayah dan ibu nin..
iya ayah.. kalau begitu aku siap- siap dulu ya yah..
iya.. kudengar ayah menyahuti dan kemudian memutuskan panggilannya.
ayo kak.. kita berangkat
aku sudah minta uang pada ayah dan ibu untuk terapimu..
agar kita tahu sampai mana perkembangannya.
iya nin.. aku merepotkan kamu dan keluargamu nin..
ayo kak.. tak apa apa..
Dirumah sakit.. kak devan menjalani beberapa pemeriksaan.
aku berdoa semoga banyak kemajuan untuk kak devan
kulihat dia berpeluh dan merintih kesakitan.. rasanya tak tega melihatnya.
kupandang wajah lelah kak devan selesai melakukan terapi.
dokter mengatakan.. mungkin kak devan bisa mencoba menggunakan tongkat dikemudian hari bila sudah tidak terlalu nyeri di bagian belakang.
ya.. kaki kak devan belum dapat dirasakannya.. makanya dokter tidak menyarankan terapi berjalan untuk kak devan saat ini
dia hanya bisa duduk dikursi roda. mungkin untuk waktu yang agak lama.. menunggu pemulihan bagian belakang tubuhnya dulu.
sampai sekarang aku ataupun kak devan tak tau dia bekerja apa diluar sana.
kak devan juga sepertinya tidak ingin bertanya, karena toh dia juga tak akan mampu membiayai adiknya lagi.
semoga bian tidak rewel dan menyusahkan ibu dan sinta.. doaku dalam hati
sebelum pulang kami sempatkan makan dulu diwarung ayam goreng pinggir jalan sekalian bungkus untuk ibu dan sinta.
sesampai dirumah, aku lihat bian menangis keras.. ada apa dengan anakku, tidak biasanya bian seperti ini..
kenapa bu?? kenapa bian menangis??
nih.. anakmu tak bisa diam.. jadi terjatuh dan menangis.. kata ibu ketus
kulihat dahi bian biru memar.. kulihat juga pahanya yang putih memerah seperti habis dicubit..
akhh sakit hatiku anakku diperlakukan begini..
sinta.. kenapa kaki bian?? kulihat dia masih duduk disofa sambil memaiinkan hapenya..
owh .. itu tadi kucubit.. karena menangis terus membuat kepalaku sakit, katanya santai..
owh tidakkk.. anakku.. kasihan kamu nak.. maafkan bunda ya..
__ADS_1
kupeluk bian dalam gendongan dengan hati kesal dan marah. ingin rasanya kucubit dan kujedotkan kepalanya sinta agar dia merasakan apa yang dirasakan bian.
kulirik kak devan seperti shock dengan apa yang dilakukan ibu dan adiknya, dia ikut melihat bian yang masih betah terisak dalam dekapanku.
devan, apa yang kau bawa?? wah.. ada ayam goreng..
ayo sinta kita makan..
ini baru makanan, jangan bisanya sayur doank.. emangnya kita kambing makan daun- daunan katanya lagi..
iya, kalian emang kambing kepala hitam.. ga punya hati!! umpatku dalam hati
astaga.. maaf.. maaf ucapku lagi didalam hati. tidak boleh mengumpat orang apalagi orang tua, tapi orang tua macam apa seperti itu, membiarkan cucunya terluka karena ulahnya, monologku lagi.
ayo nin, kita obati memarnya bian dulu.. ajak kak devan padaku..
kuikuti kak devan kekamar.. kuserahkan bian kepangkuannya.. sayangnya anakku tak mau.. dia seperti ketakutan.
yah.. akhirnya air mataku menetes, aku menangis melihat keadaan bian dan sambil berusaha membujuknya akupun kembali menggendong bian.
yuk dah..ikut bunda ya..
kita ambil obat dulu ya.. buat memar bian.. bian kan anak pintar.. ga boleh menangis ya sayang.. kataku lagi..
kuletakkan bian diranjangku.. kuoles salep memar di dahinya... dia sedikit meringis saat kusentuh..
duh.. hati ibu mana yang tak terluka anaknya diperlakukan seperti ini.
kak devan menatapku seraya berkata..
nanti aku bicara pada ibu dan sinta ya nin.. sepertinya mereka juga tak sengaja melakukannya.. maafkan ya nin, katanya lagi..
kak devan kira aku malaikat yang selalu memaafkan.. kataku dalam hati..
kali ini aku akan ingat semua apa yang dilakukan ibu dan sinta dari sejak aku menikah dengan kak devan. aku muak..
aku kesal . hati ini sudah tak sabar..
akan kucari jalan agar mereka bisa kuberi pelajaran..
tunggu saja, kalian akan menerima akibat perbuatan kalian.. kataku dalam hati dengan tangan terkepal menahan emosi.
punya suami tapi tak membela.. hanya kata sabar sabar.. dia kira aku punya stok sabar yang bisa kuisi ulang agar tak habis, heran aku.. tapi sekali lagi.. sayangnya aku hanya mengumpat dalam hati..
setelah kubuatkan susu bian dan dia tertidur.. aku membantu kak devan mandi dan berpakaian.
setelah itu kubantu ia pindah ketempat tidur.. aku ingin dia beristirahat setelah terapi tadi.
setelah kulihat kak devan tertidur aku mengambil hapeku.. kubuka aplikasi tempat aku membuat cerbung.. aku ingin tahu kira- kira adakah uang yang masuk.. karena yang kutahu.. menulis cerbung online menghasilkan uang.
wah.. ternyata ada banyak pesan masuk.. kuingat - ingat kapan terakhir aku membuka aplikasi.. owh ternyata hampir tiga minggu lebih.. tapi untunglah cerbung yang kubuat kebetulan sudah tamat.
aku lupa karena terlalu banyak pikiran..
__ADS_1
banyak masalah yang datang.. membuatku lupa bercerita..
kadang berbicara bercerita dengan orang lain membuat masalah bertambah.. maka aku memutuskan untuk bercerita dengan hapeku alias menulis cerbung.