Dendam Istri

Dendam Istri
Bab 46


__ADS_3

Beberapa menit menunggu akhirnya bi nuh datang membawa teh hangat dan pisang goreng..


dia duduk persis disebelah suaminya.


"ini siapa pak?"


katanya sembari memandangiku intens


"maaf bi.. aku devan.. masihkan bibi ingat padaku?"


kataku hati hati


dia terkejut..wajahnya seketika pucat dan kulihat dia berderai air mata.. tapi kenapa dia hanya terisak..tergugu tak sepatah katapun keluar dari bibirnya


"maaf bi.. apakah saya salah?"


kataku lagi sedikit takut


lalu bi nuh menghampiriku dengan masih terisak..


"benarkah kamu devan? devan anak asuhku?"


"iya bi.. aku devan.."


dia langsung menghambur memelukku masih terisak dalam pelukanku


setelah bi nuh tenang.. dia mulai berbicara


"devan.. untung kamu baik baik saja nak..


aku bersyukur ya Tuhan masih bisa dipertemukan lagi"


katanya padaku


"memangnya kalau boleh tahu ada apa bi"


"eehhmm.. tidak ada apa apa.. yang penting kamu sehat"


dia gugup.. dia terus saja bersyukur karena aku sehat dan ada dihadapannya..aku jadi semakin bingung


"maaf bi.. kedatangan saya kesini.. ingin mendengar dari bi nuh cerita tentang almarhum ayah dan ibu saya.. bisakah bibi bercerita"


kataku padanya


"ayah dan ibumu orang baik bahkan sangat baik.. tak ada yang bisa saya ceritakan.. semua orang tahu itu.. dia selalu menolong orang dengan ikhlas..karenanya ayah dan ibumu banyak mempunyai teman dan saudara"


"saya bekerja disana sekitar tiga tahun kurang lebih .. saya senang bekerja disana.. hari hari saya sangat indah..karena ibu selalu memperlakukan saya seperti adiknya.. saya pun begitu.. saya sangat menyayangi ibumu. dia bagai malaikat dalam hidup saya."


bi nuh bercerita sambil terus tersenyum sumringah.. sepertinya dia membayangkan kenangan dirinya saat itu dengan ibuku.


"lalu kenapa bibi berhenti bekerja?"


tanyaku tak sabar

__ADS_1


"itu.. itu.. karena...mmhhmm.."


dia ragu mengatakan yang sebenarnya apa yang dia sembunyikan.


"jawablah bi.."


kulihat bi nuh seperti ragu.. dia memejamkan matanya.. kulihat juga suaminya ikut memberi kekuatan agar bisa mengatakan kebenarannya.


"sebelum kujawab.. aku ingin bertanya.. dimana ibumu yang sekarang?"


katanya kemudian


"dia ada dirumah ayah"


kataku tak ingin mengatakan kebenaran seperti apa ibu sekarang.


"semoga dia baik baik saja setelah apa yang dia perbuat"


katanya lagi bergumam


aku semakin penasaran apa sebenarnya yang terjadi..


"devan.. maaf sebelumnya apakah ibumu tahu kamu kemari mendatangiku?


"tidak.. aku kesini atas kemauanku sendiri.. aku merasa ada kejanggalan dari ingatanku pada masa kecil.. aku seperti kehilangan memory ku dimasa kecil dulu.. bisakah bibi membantuku sekarang.. aku ingin tahu segalanya tentang belasan tahun lalu"


kataku pada bi nuh.. berharap dia mau bercerita.


"devan.. dulu aku bekerja disana karena ada teman yang memasukkan aku bekerja dirumah ayah ibumu..


aku pun langsung setuju..karena aku sedang membutuhkan uang kala itu untuk pengobatan ibuku


selama bekerja ibumu sangat menyayangiku


hingga suatu hari ibumu membawa seorang wanita yang bernama suli untuk dipekerjakan sama sepertiku..


aku tak tahu persis bagaimana dia bisa bekerja dan ibumu sangat mempercayainya


aku sama sekali tak mau ikut campur urusannya.. karena aku tahu posisiku hanya pekerja.aku merasa tak berhak.


selama bekerja aku menemukan beberapa kejanggalan pada suli.. seperti dia sering diam diam keluar di tengah malam tanpa sepengetahuan majikan.. dia juga sering menghindari pekerjaan alasannya tak enak badan..sakit perut..pusing dan terakhir dia bilang tak mood bekerja .


aku heran dengan tingkahnya.. tapi aku tetap pada prinsipku bekerja tanpa terpengaruh orang lain.


aku sangat menyayangi kalian berdua devan dan sinta.. aku menganggap kalian sebagai anakku juga..


tapi tidak dengan suli..


pernah suatu kali kulihat dia membuatkan ibumu secangkir teh tapi dia seperti memasukkan sesuatu kedalam teh itu dan segera membawanya kedalam kamar ibumu..


saat kutanya itu hanya gula halus pengganti gula biasa agar tak diabetes


akupun merasa tak curiga lagi..

__ADS_1


namun seminggu setelah kejadian itu.. ibumu sering sakit dan pingsan beberapa kali.. saat aku bertanya dia hanya mengatakan dia sakit kepala dan hanya mau dilayani suli..


entah apa yang dikatakan suli ke ibumu tentangku.. sejak itu juga ibumu lebih menyuruhku menjagamu dan sinta..


akupun berbesar hati atas kelakuan suli.


sebulan dia bekerja dirumah.. ibumu muntah darah.. dan dilarikan kerumah sakit.. tapi aku tak tahu sakit apa.. karena kata suli aku tak boleh ikut campur urusan ibumu..cukup aku mengurus devan dan sinta.


ibumu dirawat dirumah sakit selama seminggu namun tak dapat tertolong.. dia meninggal..


dari sana kecurigaanku semakin besar.. aku mulai diam diam menyelidiki suli.. ya aku tahu sudah walaupun terlambat tapi tetap kulakukan.


aku kasihan padamu dan sinta.. saat itu kalian masih terlalu kecil untuk menghadapi suli..


lalu ditengah terpuruknya ayahmu dengan kematian ibumu.. kuperhatikan suli selalu berusaha mendekati ayahmu dengan membernya perhatian perhatian kecil..


aku tak tahu apa yang dilakukannya.. kulihat dia sering keluar masuk kamar ayahmu.. lalu sebulan kemudian ayahmu menikahi suli..


sejak saat itu dia menjadi nyonya dirumah itu.. sikapnya sangatlah arogan dan cenderung pemarah..


lalu pernah suatu kali aku menegurnya karena ia lalai hingga kamu terjatuh dan dahimu berdarah..


saat itu dia sangat marah padaku.. tapi aku bertahan walaupun dia ringan tangan..


ayahmu mulai sakit sakitan.. hampir sama seperti ibumu.. aku jadi berpikir saat itu apakah dia meracuni ibumu.. kenapa ayahmu memiliki sakit yang sama seperti ibumu.


aku pernah juga melihatmu diberi obat aku tak tahu apa


aku bertanya dia menjawab dengan dalih itu vitamin otak..


akhirnya aku diusirnya dari rumah itu dengan alasan tak jelas.. aku berpikir sepertinya karena aku tahu banyak yang dilakukannya..


aku tak bisa berbuat apa apa.. karena dia mengancam akan membunuh keluargaku dikampung jika aku membongkar rahasianya.


begitulah cerita dariku . aku sangat menyayangi ibumu, kamu dan sinta..


sejak kejadian itu aku tak pernah lagi mendengar kabar tentang kalian semua.. aku takut...aku lebih menutup diri..


sebenarnya aku sangat rindu.. tapi rinduku bisa kusampaikan lewat doa


aku sangat bersyukur kamu baik baik saja


kata bi nuh akhirnya mengakhiri ceritanya yang diiringi uraian air mata darinya.


aku tergugu..tak mampu berbicara apa apa..


ternyata ibu yang kucintai selama ini adalah orang yang menyakiti keluarga kami.. dia seorang pembunuh.


aku berpikir hilangnya memory masa kecilku mungkin karena vitamin atau mungkin racun yang diberinya padaku


"devan.. apa kamu baik baik saja?"


kata bi nuh sembari mengusap punggung tanganku

__ADS_1


"aku tak apa apa bi.."


kataku menjawab.. mendengar ceritanya membuatku banyak berpikir.. aku kalut.. terbayang wajah anin.. aku takut dia dicelakai ibu..


__ADS_2