
" ketika senyum tak dapat sembunyikan luka"
Seminggu sudah aku dirumah sakit merawat kak devan.
ikhlas.. itu kata- kata yang selalu kutekankan pada hatiku.
bukan tak ikhlas merawat kak devan.. biar bagaimanapun dia suamiku orang yang kucintai.. tapi lebih ke menerima kata ikhlas untuk ucapan caci maki ibu mertua..
kak.. hari ini kita akan pulang..
tapi sebelumnya dokter akan mengecek keadaan kaki kakak.. agar dokter tahu kapan kak devan bisa terapi.. kataku pada kak devan.. yang kulihat wajahnya murung sejak kejadian itu.
entah apa yang dipikirkannya.. dia seperti tak mendengar ucapanku.
tok..tok..tok..
kudengar suara pintu diketuk..
kulihat ibu berdiri sambil memberengut kesal.. ada apa lagi? monologku dalam hati tanpa mau bertanya.
dia masuk dengan angkuhnya..
devan, kamu pulang hari ini kan??? jangan lupa sebelum pulang beli dulu makan siang untuk kita dirumah..
kak devan diam menatap kosong..
Punya mertua gini amat.. kan kak devan lagi sakit tak dapat berjalan lagi gimana caranya mau beli makan siang bawa pulang.. aneh ibu ini.. yang ada seharusnya ibu yang beli buat anaknya yang lagi sakit.. tapi aku hanya bicara dalam hati.. lidah ini kelu tak kungkin berucap seperti itu.. yang ada nanti jadi debat yang tak berujung..
hatiku mulai membantah terus ucapan ibu.. mungkin aku lelah.. sepanjang waktu kak devan dirumah sakit aku tak dapat tidur nyenyak.. hanya tidur satu dua jam itupun berusaha tidur . entah kenapa mata terpejam tapi pikiran kacau jadi tak bisa tidur.
kulihat wajahku dicermin.. lingkaran hitam bawah mata terlihat jelas... ya.. sudah seperti mata panda.
enak ya kamu nin.. sepanjang hari tidur disini.. alasan kamu saja nungguin orang sakit.. jangan- jangan kamu kelayapan lagi kemana- mana saat devan tidur..
astaga..!!!! apa maksud ibu???
aku melakukan semua perintah dokter.. untuk merawat kak devan.. kupijat kakinya agar cepat dapat dirasakannya..
ibu, jangan menuduhku yang tidak- tidak.. ibu bisa lihat bagaimana penampilanku.. aku lelah bu.. aku tak dapat tidur nyenyak.. karena kak devan sepanjang waktu merintih..karena bagian belakangnya terasa nyeri.. kujawab ibu dengan penuh keberanian.
kamuuu!!! kamu sudah berani jawab ya.. jangan harap aku berbelas kasih pada istrimu devan.. ibu marah sambil berlalu pergi..
kak devan hanya diam.. seakan- akan dia tak mendengar suara ibu..
apa lagi ini?? kenapa kak devan?? apa dia melamun??
nin..
bagaimana aku beraktivitas nantinya???
__ADS_1
keadaanku seperti ini nin.. masih kah kamu mau merawatku nin?? ibu ku seperti tak menginginkanku lagi nin..
terenyuh hatiku mendengar kata- kata kak devan.. aku berhambur kepelukannya.. kupeluk dia dengan erat.. walau mata ini panas ingin menangis tapi kutahan, ingin aku terlihat tegar.
iya kak.. tenanglah kak.. aku ada disini untukmu kak.. aku akan merawatmu kak..
tenanglah.. itu hanya emosi sesaat ibu.. kataku menenangkan kak devan..
padahal dalam hati aku tak yakin dengan omonganku tentang ibu..
aku mencintaimu kak.. kataku lagi sambil kucium pipinya yang kini terlihat lebih tirus.
terimakasih nin.. aku juga mencintaimu..
bagaimana kabar bian nin??
bian masih sama ibu kak.. nanti kita mampir kerumah ibu ya kak untuk menjemput bian.. kataku lagi
iya nin.. aku sudah rindu bian..
iya kak.. aku juga rindu..
tunggu ya kak.. aku akan menanyakan suster.. kapan kita konsultasi ke dokter . agar kita bisa segera pulang..
aku bergegas.. agar kak devan tak menunggu lama takut terjadi apa- apa karena ditinggal.
banyak yang dikatakan dokter.. tapi lebih ke bagaimana cara merangsang sel- sel tubuh agar mampu seimbang dengan jalannya terapi nanti yang bisa dilakukan kak devan seminggu lagi..
yah.. hanya berusaha dan berdoa saja yang dapat kita lakukan.
sepatah katapun tak terucap. dari kak devan.. dia diam dan murung..
mungkin ini yang namanya sudah jatuh dan tertimpa tangga lagi..
kudorong kursi roda kak devan yang baru dibelikan ayahku.. ibu mertuaku seperti lepas tangan.. menganggap tak terjadi apa- apa.
taxi yang kupesan sudah datang.. aku membantu kak devan naik dengan tenaga tak seberapa yang kupunya.. karena tubuhku yang kecil hanya sebatas bahunya saja jika kami sama- sama berdiri. setelah itu kumasukkan barang- barang bawaan kami dibantu sopir taxi.
perjalanan menuju rumah ibuku menjemput bian.
sesampainya dirumah.. ibu dan bian sudah menunggu diteras, agar kami bisa langsung menuju kerumah mertuaku.
sebelumnya aku sudah menelpon ibu.. alasanku agar biaya taxi tak terlalu mahal.. padahal sebenarnya aku melihat kak devan malu bertemu kedua orang tuaku. biar bagaimanapun ayah ibu yang membayar semua pengobatan kak devan waktu dirumah sakit.
perjalanan kami tempuh lagi sekitar dua puluh menit. setiba dirumah.. sudah kulihat orang ramai.. tetangga kami seperti ingin tahu apa yang terjadi..
mereka menatapku tak suka.. seakan- akan aku berbuat salah.. mereka berbisik- bisik mencemoohku.. entah apa lagi yang dikatakan ibu pada orang- orang.. dan kenapa juga mereka mengurusiku..
sepertinya memang pembawa sial..
__ADS_1
lihat wajahnya buluk sekali..
ga kerja maunya gratisan..
bisanya hanya nadahin tangan saja..
begitu kudengar mereka saling berbisik..
kupejamkan mataku.. kukepal tanganku.. jangan menangis anin.. kataku dalam hati
kak devan hanya diam memandangku...
sedikitnya bela aku kak.. jangan diam saja.. kataku dalam hati.
dia tak bereaksi.. hanya menunggu aku berjalan sambil mendorong kursi rodanya.. barang yang kubawa masih kuletakkan diteras rumah, dan bian ada dipangkuan kak devan..
cepat masuk!! kata ibu..
kamu lihat dan dengar semua bergunjing membicarakanmu dan devan.. harusnya kamu sadar diri..jangan bisanya jadi beban suami..
lihat sekarang.. aku yang harus menanggung beban kalian.. jangan harap kalian bisa bersantai dirumah ini.. katanya lagi..
kudengar helaan nafas berat kak devan.. kemudian dia berkata..
ibu, aku sekarang masih sakit.. nanti aku bantu yang aku bisa ya bu.. maaf devan merepotkan ibu.. katanya lirih
sedih.. itu yang kurasa..
ada hati yang kesal namun tak bisa berbuat apa- apa..
samar- samar kudengar suara orang mendekat.. sinta ya dia sudah pulang..
ooo.. ternyata sudah pulang toh raja dan ratu..hahaha...
apa sudah menyiapkan makan siang mbak.. aku sudah lapar..
aku baru saja sampai sinta.. sebentar lagi ya.. aku akan mengantar dan mengurus kak devan dan bian sebentar..
aduuuhhh mbak.. tadi kan sudah disuruh ibu beli aja makanan diresto biar aku cepat bisa makan dan berangkat kerja lagi..
kami tak ada uang sinta.. uang sudah kupakai untuk bayar taxi tadi..
owhh gayanya naik taxi.. kenapa ga angkot saja.. biar murah..
jaga bicaramu sinta.. kalau kamu mau makan bikin saja sendiri jangan menyuruh anin yang buat.. keterlaluan kamu..
aku tersadar.. oya.. kak devan kan ga tahu kalau mereka suka main perintah padaku..monologku dalam hati
dia memberengut dan pergi yang pastinya melapor pada ibu..
__ADS_1
anin.. kamu berani membantah sekarang.. cepat bikinkan makanan buat sinta.. dia harus kuat bekerja menghidupi kita semua.. sindirnya lagi..