Dia, Amaya

Dia, Amaya
Orang Aneh


__ADS_3

Amaya baru tahu ternyata Ari juga membeli unit apartemen di lantai yang sama dengan Dave. Beruntung saja, pria tersebut belum melakukan apa-apa karena saat akan membahas tentang kejadian di toilet lobi, seseorang menghubunginya dan Ari segera pergi dengan wajah kesal.


Amaya merasa lega, bukan karena Ari pergi. Namun, karena dirinya belum sempat memberitahu unit mana yang menjadi apartemen milik Dave.


"Aku harus segera masuk!" Amaya lekas masuk ke apartemen Dave dan dia jadi cengar-cengir saat Fhea yang sedang menonton kartun menatapnya heran.


"Kenapa, May? Kok kayak habis dikejar hantu?" Amaya menggeleng lalu menghampirinya. Dia meletakkan makanan yang tadi dibawanya di meja.


"Lebih dari hantu, Fhe!" Amaya mengambil bantal yang dipeluk Fhea dan duduk di sampingnya sambil memeluk bantal tersebut.


"Apa tuh? Leo?" Amaya menoleh ke arah Fhea yang menatapnya tajam, dia menggeleng lalu kembali fokus menonton serial kartun yang baru mulai. "May, sumpah aku penasaran banget. Kenapa gitu kamu tiba-tiba masuk kayak orang ketakutan gitu!"


"Fhe, ambil piring deh. Kita makan dulu!" Amaya masih enggan membahasnya. beruntung saja Fhea menurut dan segera beranjak ke dapur.


Amaya memperhatikan Fhea dan menghela napas lega.


"Oh, ya, May. Hubungan kamu sama Pak Dave gimana? Kapan Pak Dave ajak kamu nikah?" Amaya mendengkus pelan sambil memperhatikan Fhea yang memindahkan makanan ke piring.

__ADS_1


"Ngapain tanya begitu, Fhe? Aku masih mau fokus kerja dulu. Aku mau bantu pengobatan ibu, aku mau lihat ibu bisa jalan lagi dan aku mau ajak nenek jalan-jalan ke Monas!"


Fhea kembali duduk di tempatnya semula sambil menikmati mie pangsit yang mereka pesan. "Kamu bilang gitu bukan karena takut nikah, kan? Atau kamu sebenarnya ragu Pak Dave yang ganteng itu serius apa tidak sama kamu? Aku benar?"


Amaya menggeleng. Tiba-tiba saja ponselnya berdering dan senyumnya mengembang saat mengetahui siapa yang menghubunginya. "Cie, baru diomongin pacarnya langsung nelpon!"


Amaya mengacaukan Fhea dengan menerima panggilan dari Dave. Namun, bukan suara Dave yang Amaya dengar, melainkan suara Rose yang terdengar khawatir.


"Tante ada apa?" tanya Amaya panik. Dia menjadi tidak tenang saat mendengar suara tangisan Rose. "Tante?"


"Non, bisa datang ke rumah? Mas Dave mukanya babak belur, tapi nolak saat mau dibawa ke rumah sakit!"


Dirinya lekas mematikan panggilan tersebut dan segera masuk ke kamar tanpa mengatakan apa pun kepada Fhea yang memperhatikan dirinya dengan heran.


"May, mau ke mana? Kok pergi gitu saja?"


Amaya menghela napas pelan. "Dave luka-luka, aku sendiri tidak tahu dia kenapa. Tapi yang jelas Tante Rose sampai nangis dan aku harus ke sana, Fhe!"

__ADS_1


"May, tunggu. Aku ikut kamu!" Amaya yang sudah akan membuka pintu, memilih menunggu Fhea yang akan ikut. Dia berpikir lebih baik ada teman di saat dirinya cemas begini.


Mereka lekas pergi, tetapi di lobi Amaya kembali bertemu dengan pria yang ditemuinya tadi. Pria tersebut menahan lengannya, sampai Fhea yang juga ikutan panik seperti dirinya tidak sadar jika Amaya tidak ikut dengannya yang sudah masuk ke taksi.


"Lepas, kamu mau apa?" tanya Amaya kesal. Sebisa mungkin dirinya melepaskan diri dari cengkeraman pria tersebut, tetapi sama sekali tidak berhasil.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu kelihatan buru-buru?"


"Bukan urusan kamu. Yang jelas sekarang kamu lepaskan aku!" Pria tersebut menggeleng, masih saja bersikeras tetap menahan Amaya. "Apa mau kamu?" tanya Amaya kesal.


Pria tersebut tersenyum tipis lalu berdeham. "Bicara sama kamu. Ada beberapa hal yang harus kita bahas. Bisa?"


Amaya mendengkus pelan. Dia mengangguk setuju. "Jadi, kamu bersedia bicara?"


"Iya, tapi sekarang lepaskan aku. Tolong!" Amaya memperhatikan Fhea yang keluar dari taksi dan menghampirinya. Sebelum Fhea sampai dan tahu siapa pria di dekatnya itu, Amaya menggigit lengan pria tersebut sampai terlepas.


"Astaga, May!" pekik pria tersebut tidak menyangka. Teriakannya memanggil Amaya tidak dengar karena Amaya berlari ke arah Fhea dan mengajaknya segera pergi.

__ADS_1


"Orang tadi siapa, May?" tanya Fhea setelah mereka masuk mobil. Namun, Amaya yang belum siap bicara memilih mengabaikan pertanyaan Fhea dengan menjawab pertanyaan tersebut asal.


"Aku tidak tahu. Dia orang aneh!"


__ADS_2