
Ternyata hari senin sekolah di libur kan dan anak anak yang sudah datang di suruh pulang semua,karena Lia sudah terlanjur datang dan kakak nya sudah berangkat kerja jadi mau tidak mau Lia harus pulang naik taxi tapi Alvin melihat Lia yang sedang kesusahan mencari taxi dan akhirnya Alvin menawarkan tebengan untuk Lia sebelum nya Alvin mau ngajak Lia jalan jalan dulu dan ingin berbicara sesuatu kepda Lia.
“Li mau pulang ya?”.
“Eh Alvin,iya ni mau pulang”.
“Oh yaudah bareng aku aja”.
“Haa serius? Ntar ngerepotin”.
“Gak,ayuk naik tapi temani aku caru sesuatu dulu ya”.
“Oh okey”.
Mereka pun akhir nya pergi dan meninggal kan sekolah tetapi ada yang melihat dengan mata cemburu ketika Lia pergi berdua dengan Alvin orang itu adalah Aditiya,Adit cemburu melihat Lia jalan berdua dengan anak baru itu dan Adit juga ngeroceh sendiri melihat Lia sama Alvin.
“Hmm dia bilang suka sama aku tapi dengan mudah nya berpaling dengan yang lain”.
(Ya elah lu mah sama aja Dit,sama aja kalian ya mau Adit yang di novel Adit yang asli sama sama bikin naik darah 😑). (Maaf ken curhatan hati author yaa 😂 habis nya kesel setiap menulis nama Aditiya 😂)
Tak lama Yuri menghampiri Adit dan bertanya kenapa Adit berbicara sendiri.
“Dit,kamu kenapa?” tanya yuri.
“Eh yuri,gak kok gak kenapa kenapa”.
“Hmm kamu serius,tadi aku lihat kamu ngomong sendiri”.
“Oh kamu liat ya” Yuri langsung mengangguk.
“Itu anak kelas 10 sekarang gaya pacaran nya lebay kali”.
“Oo yaudah biarin aja Dit”.
“Iya yur,udah ah gak usah di bahas”.
“Hahaaa kamu nya yg bahas tadi”.
“Yaudah pulang yuk”.
“Adit aku gak mau langsung pulang”.
“Jadi kamu mau kemana?”.
“Gimana kalau kita jalan jalan dulu”.
“Hmm boleh juga”.
“Yaudah ayuk sayang”.
Adit dari luar saja dia terlihat cool tapi hati nya panas membara melihat Lia dan Alvin jalan berdua ( hahaaa rasain lu Adit 😏). Adit merasa perasaan kepada Lia makin menjadi jadi dan tidak terima kalau Lia berdua sama anak baru itu tetapi Adit sudah terlanjur jual mahal kepada Lia dan giliran diri nya yang tidak tenang ketika melihat Lia di tambah Lia sekarang bertambah dingin dengan Adit Lia benar benar tidak peduli tentang Adit sekarang.
Alvin membawa Lia ke cafe biasa dia datangi dan memulai memesan makanan mereka berdua semakin dekat saru sama lain dan Lia mulai merasa nyaman ketika di dekat Alvin begitu juga dengan Alvin merasa nyaman di dekat Lia. Dan hari itu Alvin juga ingin mengatakan sesuatu dengan Lia.
“Lia gimana suka sama tempatnya?” tanya Alvin.
__ADS_1
“Hmm suka Vin,ini baru pertama kali nya aku kesini”.
“Wah bagus dong aku akan bawa kamu ke tempat bagus lain nya yang belum pernah kamu datangi”.
“Hahaaa aku baru pertama kali ini datang ke cafe Vin,selama ini aku gak pernah nongkrong di cafe mana pun”.
“Haa serius Li?”
“Iyaa Vin,aku kan anak rumahan dan kakak ku juga sering di rumah aja jadi kami memang jarang sekali nongkrong di tempat kayak gini”.
“Kalau kak Tami masih ada karena ada yang ngajak keluar,kalau aku sama sekali gak ada rumah Bunga sama aku jauh banget Vin kasihan dia”.
“Wah jadi ini pertama kali nya kamu sama pacar kamu kesini kan”.
“Haaaaaaa pacar? Aku gak punya pacar Vin”.
“Ada nih,yang duduk di depan kamu Li”.
“Hmm maksud kamu” Lia sambil menunjuk Alvin.
“Iyaaa siapa lagi”.
“Hahaaa kamu bercanda Alvin”.
“Gak,aku serius Li aku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacar aku?”.
“Kamu serius Vin”?.
“Iya Li aku serius”.
“Okey beb”.
Kedua pun malu malu karena mereka sudah resmi pacaran Lia sama sekali tidak ada mikirin Adit dan perasaan Lia lebih terasa lapang sekarang dan Lia sekarang hanya fokus terpada pacar nya yaitu Alvin.
Berbeda dengan Adit hati nya semakin tidak karuan hati Adit sekarang terasa sesak ketika mengingat Lia dan terlebih melihat langsung Lia bersama laki laki lain makin membuat hati Adit panas.
Dan sisi lain Adit merasa tidak enak dengan Yuri Adit takut kalau nanti dirinya di anggap Yuri tidak menghargai perasaan Yuri.
Tanpa di sangka ternyata Adit melihat Lia bergandengan mesra dengan Alvin mata mereka saling melihat dan Lia melihat kemata Adit yang penuh kesal dan kecewa melihat itu Lia makin memegang erat tangan Alvin. Melihat itu Adit mengajak Yuri untuk ke mall lain.
“Yur kita ke mall lain aja yuk”.
“Ngng emang nya kenapa Dit?”.
“Aku gak mau di mall ini” alasan Adit.
“Tapi cuma di mall ini barang yang mau aku cari itu ada Dit”.
“Oh gitu yaa”.
“Emang nya ada apa sih Dit”.
“Gak ada apa apa Yur”.
“Kalau gitu ayuk”.
__ADS_1
“Oh iya yuk” jawab Adit sambil meringis.
Mereka kembali berjalan tapi mata Adit tetap memandang ke arah Lia melihat itu semakin membuat Lia semakin bermesraan dengan Alvin.
“Vin bagus gak aku pakai ini?”
“Bagus aii”.
“Kamu mau?” tanya Alvin.
“Hmm mau sih tapi mahal”.
“Nanti aja deh beli nya pas sama kakak”.
“Kok nunggu sama kakak?”.
“Iya,biarin kakak yang bayar hahaaa”.
“Ya ampun Lia Lia”.
Aditiya semakin panas melihat Lia dan Alvin perasaan makin tidak karuan melihat mereka berdua sampai sampai Adit tidak mendengar apa yang di bicara kan sama Yuri.
“Sayang” tegur Yuri.
“Eh iya,yang ini bagus yang”.
“Apaan sih Dit,kamu tu dari tadi ngelamun ada apa sih?”.
“Ou gak ada apa apa”.
“Ih udah ah ayuk kita pulang”.
“Loh kenapa sayang? Gak jadi beli”.
“Udah gak mood lagi,ayuk kita pulang” ucap Yuri.
“Uh selamat” kata Adit.
Sebenar nya Yuri tau kalau Aditiya dari tadi ngeliatin Lia dan itu membuat Yuri cemburu Yuri tidak suka Adit selalu terfokus ke Lia setiap Adit melihat Lia.
“Sayang mau makan apa?” Tanya Adit sambil memujuk Yuri.
“Aku gak mau apa apa Dit”.
“Jadi kamu mau apa?”.
“Aku mau pulang,aku gak mood mau ngapa ngapain”.
“Kamu marah?” tanya Adit dengan polos.
“Udh ah Dit antarin aku pulang aku capek”.
“Yaudah deh nih pakai helem nya”.
Yuri benar benar kesal sama Adit,dalam hati nya Yuri benar benar sedih melihat Adit seperti itu dan di dalam hati Yuri dia merasa takut kehilangan Adit. Yuri gak mau kalau dia sampai melepas kan Adit Yuri akan teeus berusaha agar Adit selalu bersama dengan nya apapun itu caranya.
__ADS_1