
“Bang adit saya suka sama abang”.
“Lia kamu kenapa?”.
“Saya mau jujur sama abang saya suka sama abang”.
“Lia sepertinya kamu salah paham sama saya”.
“Saya hanya bersikap baik kepada siapa pun termasuk kamu”.
“Saya hanya menganggap kamu tidak lebih dari adik kelas”.
Lia seperti mendengar suara bunga di saat bersamaan,,lia mendengar bunga seperti memanggilnya dan suara itu semakin keras. Dan pada akhirnya lia terbangun dari tidurnya badan lia langsung bergetar ketika bangun dari tidurnya dan dia merasa lega kalau itu hanya mimpi tapi mimpi itu terasa nyata bagi lia sampai sampai lia takut untuk mengingat mimpi itu.
“Lia kamu gak papa?” tanya bunga.
“Gak papa bun,aku baik baik aja kok”.
“Ia kalau masih gak enak badan mending ke uks aja ya,aku antar ni”.
“Gak papa bun aku baik baik aja,,tadi badan ku sedikit lelah jadi ketiduran”.
“Yaudah deh kalau begitu,,tapi yakin kan gak papa?”.
“Kalau gak enak badan bilang aku ya,,nanti aku di gorok kak tami kalau kamu kenapa kenapa”.
“Hahahaa iya bunga”.
Lia masih mengingat mimpi tadi dan lia tidak mau membayangkan kalau itu terjadi di kehidupan nyata,lia pergi ke toilet untuk mencuci muka agar tidak mengantuk dalam perjalan ke toilet lia melihat aditiya mereka saling memandang mata jumpa mata dan yang pasti itu bikin lia semakin tidak karuan di saat yang sama rani datang dari belakang adit dan langsung memeluk adit,,melihat itu di depan mata langsung membuat hati lia hancur yang tadi nya dia mau ke toilet malah melihat pemandangan yang sangat sakit bagi dirinya.
Lia segera lari untuk kembali ke kelas melihat lia lari tergesa gesa mata adit langsung fokus ke lia dan makin bikin adit penasaran sama lia kenapa sikap lia seperti itu kepada dirinya adit merasa apakah dirinya ada berbuat salah sama lia itu masih menjadi pertanyaan sama adit dan makin membuat adit ingin mencari tau kenapa lia seperti setiap melihat dirinya.
Lia lari sekencang dan sekuat tenaga sampai nafas ngos ngosan ketika masuk ke kelas dan duduk di tempat nya melihat lia ngos ngosan bunga heran ada apa dengan lia kenapa sampai seperti itu.
‘’Ia lo kenapa? Seperti baru lihat hantu’’.
‘’Iya bun aku melihat hantu yang sangat menyeram kan’’.
‘’Haa? Serius? Dimana ia?’’.
‘’Iya serius bun,aku lihatnya di dekat toilet’’.
‘’Ih serius ia’’ bunga ketakutan.
‘’Hahaaaa udah udah serius amat sih bun’’.
__ADS_1
‘’Ih apaan sih ia’’ bunga betek.
10 menit lagi jam pulang sekolah dan lia sama bunga bersiap siap mengemaskan perlatan belajar mereka sembari bercanda sama bunga dan teman kelas lain nya masuk lah beberapa anggota osis dan di antara nya ada aditiya sontak lia kaget dan berusaha untuk tidak kontak mata sama adit,,di lain sisi adit fokus ke lia dan terus memandang lia bunga yang menyadari itu langsung menggenggap kuat tangan lia dan menguatkan lia agar tidak down.
‘’Mohon perhatian nya adik adik’’ ucap sekretaris osis.
‘’di sini kita akan memberitau bahwa akan ada pemilihan ketua dan wakil ketua osis yang baru di karena kan bang aditiya dan kak rani akan naik ke kelas 3 dan yang pastinya mereka akan fokus kepada pelajaran serta unbk jadi kita akan membuka pendaftaran ketua dan wakil ketua osis yang baru masing masing perwakilan dari kelas 2 orang’’.
Kelas mulai rebut dan suara sekretaris osis pun tidak terdengar karena sangking ributnya kelas lia tapi tidak untuk aditiya yang masih memandang lia.
‘’Mohon suara nya teman teman semua saya belum selesai bicara’’.
‘’Pendaftaran akan di buka mulai besok sampai seminggu ke depan,,setiap kelas wajib 2 orang perwakilan ya’’.
‘’Iya kakkk’’ jawab anak anak kelas.
‘’Sekian dari saya dan boleh pulang semua nya hati hati di jalan,,terima kasih’’.
‘’Sama sama’’ jawab anak kelas.
‘’Ia ikut yuk lumayan kita jadi tenar’’.
Lia memandang sinis ke bunga.
‘’Gak ah bun males ikut kayak gituan’’.
‘’Eh aku duluan ya bun kak tami udah di depan’’.
‘’Oh lu di antar kak tami hari ni’’.
‘’Iya bun,,udah ya aku duluan byeee’’.
‘’Iya hati hati’’.
‘’Kamu juga bun’’.
Lia berlari dan cepat cepat untuk masuk ke mobil kakak nya tiba tiba lia mendengar ada yang memanggil dengan keras lia langsung terhenti dari lari nya dan mencari cari sumber suara tersebut setelah dapat lia melihat kalau yang memanggilnya tadi adalah aditiya melihat itu lia ingin langsung berlari tetapi kaki nya serasa di lem sehingga dia tidak bisa bergerak dan saat itu juga adit mulai mendekat dengan lia.
‘’Hii liaaa’’ sambil mengeluarkan senyum manis nya.
‘’Hii abang’’ sapa lia.
‘’Wah akhirnya kamu sudah bisa bicara juga lia’’.
‘’Maksud abang apa’’.
__ADS_1
‘’Maksud saya kamu kalau setiap lihat saya selalu diam dan kadang kamu lari seperti melihat hantu ketika jumpa saya’’.
‘’Ih apaan sih bang’’.
‘’Emang iya kok’’.
Dari kejauhan ada mata yang memandang mereka berdua,,iyap siapa lagi kalau bukan tami kakak nya lia dan di saat yang sama tami memanggil lia untuk segera pulang.
‘’Liaaaaa’’ tami melihat sambil melotot.
Lia pun memandang ke arah tami.
‘’Iya kak,,maaf bang kakak saya sudah nunggu dari tadi".
‘’Oh iya saya yang harus nya minta maaf’’.
‘’Saya duluan ya bang’’.
‘’Liaaa?’’.
Lia hanya melihat adit.
‘’Hati hati ya’’.
Di saat itu juga perasaan lia makin tidak karuan,,melihat lia mulai aneh kakak nya langsung menarik lia.
‘’Sudah itu dek’’ bilang Tami.
‘’Kakak gak mau ya kamu seperti ini lagi’’.
‘’Iya kak maaf’’.
‘’Lia kakak tu gak mau kamu sakit kayak kemarin lagi,,kamu kaya gitu aja kakak udah pusing mikirin kamu,,sekarang kakak tanya emang nya dia ada mikirin kamu kamu gak datang 2 hari kemarin’’.
‘’Kalau mikirin gak tau gak tapi dia nanya tadi kemana lia 2 hari gak datang’.
Mendengar itu mata tami langsung melotot lihat lia.
‘’Kak udah ah mata nya,,ntar keluar gimana’’.
‘’Kamu di Tanya dia kayak gitu? Gak percaya kakak’’.
‘’Iya kak lia gak bohong’’.
‘’Huff Lia Liaa’’
__ADS_1
Tapi hari ini benar benar seperti roller coster buat lia,,ia bingung perasaan ini antara senang sedih atau yang lain. Intinya hari ini hari yang full bag ilia karena bertemu aditiya dari pagi sampai dia pulang sekolah tapi di hati liaa yang paling dalam dia senang hari ini bisa berkomunikasi dengan baik sama adit.