
Happy reading
berselang beberapa hari kemudian,hari libur sekolah telah tiba.kini viola sedang dalam perjalanan untuk ikut berlibur bersama dengan Brayen dan keluarga nya Brayen.awal nya viola akan pergi berlibur dengan keluar nya sendiri.tapi karena ayah nya ada kerjaan di luar kota yang sangat mendadak.makanya acara liburan keluarga di tunda.
setelah beberapa jam menempuh jarak yang cukup jauh.kini mereka telah sampai di sebuah desa yang terlihat sangat indah pemandangan nya.udara nya sangat sejuk dan masih murni.
"nah vio ini lah rumah bunda dulu" ujar Atika menunjukkan.dua wanita itu hanya senang berjalan ingin memasuki rumah,tidak memperdulikan dua pria yang sedang mengangkat barang barang mereka dari dalam bagasi.
"lihat bunda mu dia sudah seperti berbicara kepada menantu nya saja.tak ada niatan untuk membantu kita mengangkat barang barang nya." ujar Daswantara sedikit tersenyum sebal,sedangkan Brayen hanya menggeleng kan kepala nya.
Atika dan viola pun masuk ke sebuah bangunan kokoh nan indah itu.walau rumah ini di pedesaan,tapi dekorasi rumah nya begitu estetik.karena Atika telah merehabilitasi nya dengan secantik mungkin,agar rumah tua ini selalu nyaman di tempati kapan pun dan jadi terlihat seperti rumah yang baru.
di bagian depan halaman rumah yang tak berpagar itu,terdapat satu buah ayunan kecil dan juga taman bunga.sedangkan di bagian belakang rumah terdapat Padang rumput yang begitu luas,yang hanya tumbuh satu batang pohon yang tinggi di tengah tengah nya.dan di atas pohon kokoh tersebut terdapat sebuah rumah pohon yang terlihat indah di pandang dari bawah sana.
setelah menemui omah nya Brayen,Atika memperkenalkan viola kepada sang omah yang bernama Oma utiaswati.yang biasa orang desa sini menyebut nya nek uti.
"duh iyeu teh geulis pisan...nama nya siapa?" tanya omah uti dengan suara kagum nya.
"viola omah,panggil aja vio" ramah viola sembari tersenyum.
__ADS_1
"vio nama yang cantik secantik yang punya nama" cengir omah uti.
setelah beberapa saat beristirahat,kini menjelang esok hari nya.pagi pagi sekali Brayen mengajak viola berkeliling kampung ini.ya walau Brayen sudah lama tidak menempati kampung ini tapi dia masih sangat hapal jalanan di kampung ini.
"kenapa kakak pindah ke Jakarta?" tanya viola.
"karna masa depan aku ada di Jakarta yaitu kamu,makanya aku di takdir kan untuk pindah ke sana." santai Brayen sudah berhasil membuat pipi viola merona merah.
"kak bisa tidak sekali saja jangan membuatku jadi tidak karuan" rengek viola menghentikan langkah nya.
"aku suka melihat kamu seperti ini" ucap Brayen sedikit terkekeh.
"karena kamu terlihat imut dan menggemaskan" Brayen mengacak acak rambut viola menambah sebal gadis itu.
mereka kini kembali melangkah kan kaki nya menelusuri perkebunan teh.pemandangan nya terlihat sangat begitu indah.saat sedang asik bercanda gurau,tiba tiba Brayen melihat seseorang yang sangat ia kenal.
"tunggu sebentar di sini,jangan kemana mana" peringatan Brayen lalu ia pun berlarian entah ingin kemana
"mau kemana sih kak brayen,heemmmm udara nya sejuk sekali" viola terus menikmati udara yang berhembus menerpa wajah nya yang cantik itu lalu sesekali ia mengambil gambar wajah nya itu.
__ADS_1
sedangkan di sisi lain,Brayen kini telah berhadapan dengan seorang gadis.begitu juga dengan gadis itu,dari kejauhan gadis itu terus menatap Brayen dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Brayen benarkah itu kau?" suara yang selama ini sudah menghilang tanpa kabar kini kembali terdengar jelas di telinga Brayen.
wanita itu melangkah dengan sigap mendekat ke arah Brayen,dengan air mata yang sudah meleleh dengan deras nya.tapi saat gadis itu ingin memeluk Brayen,dengan kasar Brayen menolak nya mentah mentah.
"jangan sentuh" ucap nya
"Brayen aku sangat merindukanmu,selama ini aku mencari kemana mana" kata gadis itu.
"bohong!!!!" Brayen membalikkan tubuh nya lalu pergi begitu saja meninggalkan gadis itu,gadis itu terus mengejar Brayen.hingga Brayen bertemu dengan viola dan langsung menarik tangan viola untuk segera bergegas pergi dari tempat itu.
"kak ada apa sih,pelan pelan bisa kan" ucap viola yang merasa pergelangan tangan nya terasa sakit karena Brayen mencekal nya dengan kuat.
saat sedang melangkah dengan terburu buru,viola mendengar teriakan seseorang.sejenak ia mengamati wajah itu,lalu setelah nya fokus dengan jalan mengikuti langkah Brayen.
Bersambung........
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘
__ADS_1