Diam Diam Suka

Diam Diam Suka
Tunangan


__ADS_3

Happy reading


VISUAL


Brayen



Viola




Vano



Hari hari berganti menjadi hari yang baru,bulan pun bergilir menjadi bulan yang baru dan tahun pun beralih menjadi tahun di mana tahun yang sudah sangat di tunggu tunggu.tahun yang selalu menjadi penyemangat untuk viola dan brayen.tahun yang selama ini selalu mereka nanti.

__ADS_1


di usia viola yang kini telah menginjak 18 tahun viola dan Brayen memutuskan untuk memulai ke jenjang awal yang lebih serius lagi.walau usia viola terlihat sangat begitu mudah.tapi tak ada salah nya untuk mereka bertunangan dulu.


viola kini sedang menunggu kedatangan brayen.begitu pun para tamu undangan.acara tunangan akan segera di mulai.tamu undangan sudah pada berdatangan.kini tinggal menunggu Brayen saja yang masih berada dalam perjalanan.


apa Vano rela di langkahi oleh Vio?ini hanya sekedar tunangan terlebih dahulu.viola akan menikah setelah kakak nya menikah juga.vano sebenar nya sudah memiliki kekasih,tapi ia masih menutupi siapa kekasih nya selama ini dari publik.


viola terlihat tersenyum bahagia di depan cermin.terus dan terus ia memandangi wajah nya yang cantik itu.penampilan nya bertambah anggun saat viola mengenakan gaun indah itu.


"vio apa kamu sudah menelfon Brayen?tamu undangan sudah menunggu" ujar Vano yang tiba tiba muncul


"itss kakak,ini yang ingin tunangan aku atau mereka sih,kenapa mereka yang terlihat tak sabar menunggu?"gumam viola berdecak heran.


"mungkin kak Brayen kena macet di jalan,jadi sabar lah sedikit aku saja masih bisa sabar" kata viola masih tersenyum senyum di depan cermin sembari sesekali di benahi hiasan nya oleh MUA.


"coba kamu telfon" ucap Vano.


"akhh...baik baik kenapa jadi kakak yang seperti ingin bertunangan."cetus viola mulai ingin menelfon Brayen.


berkali kali viola menelfon tapi tidak kunjung ada jawaban dari pria itu.hingga membuat Vano bertambah pusing,bagaimana jika Brayen tak kunjung datang juga.apa yang akan ia katakan kepada tamu undangan,karena pada saat itu Vano lah yang menjadi pengurus pertunangan ini.

__ADS_1


"itu anak selalu saja tidak bisa on time" geruntu Vano mengacak acak rambut nya lalu menghilang dari dalam kamar viola.


"lihatlah dia sudah seperti mengurus pernikahan anak nya saja." ucap kata si MUA sembari terkekeh ke arah Viola.


"dia memang seperti itu,dia tidak suka sesuatu yang bertele tele apa lagi menunggu lama seperti ini." jawab viola.


waktu sudah menunjukkan jam 9 siang.sudah dua jam menunggu tapi Brayen tak kunjung datang.vano bertambah kalang kabut,ia sudah berusaha untuk menghibur para tamu undangan tapi hingga selama ini Brayen belum juga terlihat batang hidung nya.


"Vano kemana Brayen? mengapa sampai jam segini belum datang juga?" tanya Sang Dady.


"aku juga tidak tahu dad" jawab Vano dingin.


"apa kamu sudah menghubungi Brayen?" tanya Brahmansya.


"sudah dad,tapi handphone nya tidak aktif." kata Vano.


sedangkan di dalam kamar,viola menatap para tamu dari jendela kamar nya.mereka terlihat terus bertanya tanya mengapa acara nya belum juga di mulai.perasaan cemas mulai menghantui fikiran viola.ia takut acara nya tidak berjalan dengan lancar.apa lagi mendengar Brayen yang susah di hubungi,bahkan bunda dan ayah juga sama.susah untuk di hubungi.


Bersambung........

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘


__ADS_2