
Happy reading
di kediaman Brahmansya,Vano dan Fera sedang ada perdebatan.mereka sedang berdebat karena Vano tak mau melihat fera bekerja.ia sangat mengkhawatirkan kondisi Fera yang sedang hamil muda.
"beb aku gak papa serius,aku gak mau berhenti bekerja.kamu kan tau ini cita cita aku sejak kecil,saat aku sudah berhasil menjadi dokter mengapa kamu malah melarang aku seperti ini." rengek Fera tak mau mendengarkan perkataan Vano.
"sayang tapi pikirkan kondisi kamu dan calon anak kita.kamu sedang mengandung anak pertama kita,aku tak mau terjadi sesuatu dengan kandungan kamu dan diri kamu." penjelasan vano.
"beb plisss aku tak mau" rengek lagi Fera lalu meninggalkan Vano begitu saja.
"Vano ada apa ini? mengapa setiap Dady pulang kalian pasti saja berantem." tanya Brahmansya.
"aku cuma tak ingin Fera bekerja dad,dia kan sedang mengandung.aku takut dengan kesehatan nya jika dia terlalu lelah." jelas Vano.
"sudah lah jangan terus menekan istrimu seperti ini,sebaik nya kamu ikuti saja kemauan nya sekarang.nanti kamu coba pelan pelan bicara dengan nya.tapi jangan emosi seperti tadi,Fera tidak akan luluh jika kamu meminta nya seperti itu." saran dari Brahmansya.
"hufffff"Vano menghela nafas nya panjang "makasih dad,nanti Vano bakal coba."lanjut nya.
sedangkan di kediaman Laras,agas baru aja pulang dari kerja nya.langsung mendapatkan tatapan sinis dari Laras.
__ADS_1
"malam mah" sapa agas mencium pipi Laras.
"mamah kenapa sih?" tanya agas bingung melihat sikap Laras yang tidak seperti biasa nya.
"kenapa kamu tidak memberikan uang untuk viola? jadi selama berbulan bulan kamu menikah dengan viola,kamu tidak pernah memberikan istrimu nafkah?" ujar Laras marah
"itu viola yang tak mau,lagian salah sendiri dia menolak.ya agas tak mau ambil pusing lah." ucap nya santai membuat Laras bertambah marah.
"ini anak kalau di bilangin" Laras menjewer telinga agas membuat pria itu meringis kesakitan.
"kalau vio menolak,kamu seharusnya membujuk dia.bukan malah seenak nya membiarkan vio tak mendapatkan uang dari kamu sedikit pun." omel lagi Laras.
"apa yang kakak katakan?" cetus viola yang tiba tiba datang lalu langsung menjatuhkan bag belanjaan nya karena kesal mendengar perkataan agas barusan.
mati aku vio kenapa bisa ada di sana?
"kamu dari mana? tumben kamu memakai pakaian ini,sangat cantik sekali" puji agas agar viola tak marah sekaligus ia ternganga dengan penampilan viola yang tidak sepeti biasanya.
"jawab vio apa yang kakak katakan barusan" cetus viola masih dengan tatapan sinis nya.melihat tak ada jawaban dari agas,viola berjalan begitu saja menuju kamar nya.lalu ledakan tawa dari sang kakak nyaris membuat agas marah.
__ADS_1
"mampus bisa bisa nanti malam gak dapet jatah ni" goda Rafi.
"diam kamu mas" kesal agas lalu beranjak pergi tak lupa mengambil bag milik viola untuk di bawa ke kamar nya.
"say....aku gak ada maksud tadi,aku cuma mau menghindar dari Omelan mamah lho." bujuk agas merasa lucu melihat viola yang terus menekuk wajah nya.
"tapi gak usah bawa bawa aku seperti itu," ucap viola
"tapi benarkan kamu selalu puas bermain dengan ku,iya bukan? bahkan kamu selalu ingin lagi dan lagi" goda agas.
"apa sih kak,bukan nya kamu yang selalu meminta nya lagi?.aku tak selalu menuntut kakak untuk memuaskan aku,lagian setiap kali bermain dengan kakak aku bukan merasa puas,aku malah di buat lelah terus menerus dan Kaka selalu tak perduli." omel viola.
"benarkah?" agas mendekat ke arah viola lalu memeluk tubuh viola dengan sangat erat.
agas meraba raba perut viola.lalu ia menarik baju viola yang terselip di celana nya.tangan nya mulai meremas sesuatu benda kenyal yang sangat ia suka.viola melengguk saat agas terus meremasnya dengan sangat perlahan.
Bersambung.......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘
__ADS_1