Diam Diam Suka

Diam Diam Suka
Menyayangimu Lebih Dari Apapun


__ADS_3

Happy reading


"ku kira kau mengetahui nya,sudahlah aku pergi dulu.ada beberapa pekerjaan di kantor ayah yang harus aku handel." kata Brayen membuat viola penasaran siapa yang sebenarnya Brayen maksud,apa bener dirinya?


Brayen pergi ke kantor nya sang ayah, beberapa karyawan selalu di buat heboh jika Brayen datang ke kantor nya Daswantara yaitu ayah nya brayen.para karyawa selalu semangat bekerja jika Brayen datang ke kantor tersebut.


banyak karyawan yang mengidolakan Brayen,bahkan ada beberapa karyawan sering kali memberikan sebuah bingkisan untuk brayen.brayen yang menghormati mereka yang lebih dewasa,ia hanya bisa menerima dengan wajah datar nya.


"bagaimana yah?" tanya Brayen saat bertemu dengan Daswantara


"seperti nya,gula darah ayah naik lagi.kepala ayah sangat terasa berat." ujar Daswantara sembari memegangi kepala nya.


"biar Brayen antar ayah cek ke dokter." Brayen berniat untuk memapah ayah nya,tapi Daswantara menolak nya.


"kamu handel saja pekerjaan ayah,biar asisten ayah yang mengantar nya." kata Daswantara lalu langsung di papah oleh sang asisten untuk turun ke bawah.


Brayen merasa kasihan melihat ayah nya,yang sering sekali sakit sakittan seperti itu.rasa nya ia ingin cepat cepat menyelesaikan kuliah nya dan mengurus perusahaan milik ayah nya.daswantara hanya bisa mengandalkan Brayen sebagai anak satu satu nya.sejak kecil Brayen sudah di ajar tentang bagaimana cara mengurus perusahaan,jadi wajar jika pria tampan itu tidak begitu kesulitan saat di minta bantuan oleh Daswantara untuk menghandle pekerjaan nya.


...********...


"vio sorry ya soal yang hari tu,gue benar benar nggak tau" kero merasa bersalah tentang kejadian malam itu saat viola masuk rumah sakit.

__ADS_1


"iya santai aja,gu..." belum sempat viola menyelesaikan perkataannya tangan nya langsung di tarik oleh Brayen.


"ke kantin" ujar nya sembari masih setia menarik viola


"aku lagi bicara sama kero kak" viola


"dia tidak penting,yang paling penting sekarang kamu isi perut kamu." Brayen dengan wajah datar nya.


"cihh...dasar kulkas sok perhatian sama aku" viola sengaja memancing Brayen.


"aku memang perhatian sama kamu" Brayen menjawab nya santai.


"apa kakak juga sayang sama aku?" tanya viola iseng.


kak Brayen sayang sama aku?apa aku gak salah dengar,apa dia sedang bercanda?


"becanda nya gak lucu" viola mengelak perkataan Brayen barusan.


"apa wajah aku terlihat seperti sedang bercanda?" Brayen menghentikan langkah nya dan menatap viola penuh arti.


"sudahlah kau terlalu polos,makanya kau tak mengerti apa yang aku katakan" Brayen kembali melanjutkan langkah nya masih terus berpegangan dengan tangan nya viola.

__ADS_1


sesampai nya di kantin,viola melihat kedua sahabat nya sedang asik makan bakso berdua sembari Selfi selfi.viola yang ingin bergabung dengan mereka mengajak Brayen untuk duduk dengan kedua sahabat nya.


"kak kita duduk di sana yuk" ajak viola,sedangkan Brayen hanya bisa patuh dan ikut duduk bergabung dengan kedua sahabat nya viola.


"huuuu inces viola lagi bucin lagi ni kayak nya sama pangeran nya" ledek Cika sembari melirik lirik tangan viola yang di genggam erat oleh tangan nya Brayen.


viola yang menyadari hal itu langsung melepas cekalan nya Brayen,dan akhir nya tersipu malu.


"apaan sih Lo cik,lagian kalian ngapain sih gak ngajak ngajak gue.main pergi pergi aja,gue kan jadi nyariin."cibir viola sembari duduk di depan Cika dan Selly yang memang saat itu kursi nya kosong.


"kan di suruh sama pangeran nya" cetus Selly yang mulut nya langsung di bungkam oleh Cika.


"Lo ngapain pakek bilang bilang segala monyet!!,kita kan udah dapet traktiran dari kak Brayen buat jangan bilang ini sama viola.lo mau di suruh muntahin lagi tu bakso ha?!!!!"bisik Cika sembari mencubit Selly dengan mata yang melotot melotot ke arah Selly.


"hehehe maksud gue....gue mau nyamperin pangeran tampan gue dulu" cengir Selly langsung membawa mangkuk bakso nya lalu duduk bersanding bersama dengan kero yang sedang duduk menatap mereka di ujung kantin sana.


"Selly kenapa sih,trus maksud dia bilang kayak tadi apa" bingung viola.


"biasa Vi,dia kan lagi kesambet sama tampang nya kero,Lo kayak gak tau aja sahabat Lo yang satu itu." Cika meyenggol lengan viola lalu ia langsung pergi saat mendapati tatapan sini dari Brayen.


Brayen sengaja menyuruh kedua sahabat viola untuk tidak mengajak viola ke kantin setiap istirahat.agar dia selalu bisa punya banyak waktu berduaan dengan viola di jam istirahat.sampe sampe Brayen berani mentraktir mereka berdua setiap jam istirahat.

__ADS_1


Bersambung......


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘


__ADS_2