
Malam yang dingin lia termenung di kamarnya sambil mendengarkan lagu romantis sambil mengingat kejadian di sekolah nya tadi bersama aditiya sambil tersenyum kecil lia mengingat dirinya hampir 1 hari bertemu adit di sekolah tanpa sadar lia tidak mengetahui kalau kakak nya dari tadi memerhatikan dirinya yang tersenyum sendiri.
“Hmhm,mulai kan senyum senyum sendiri”.
“Eh kakak kapan masuknya?” tanya lia.
“Dari tadi dek,kamu nya aja melamun nya kejauhan”.
“Gak kok kak”.
“Kamu pasti menghayalkan aditiya itu kan?”.
“Ngng”.
“Hufff terserah kamu lah dek,nanti kalau kamu sakit lagi awas ya”.
“Kak aku mau buat janji sama kakak,aku janji sama kakak aku gak bakal sakit lagi dan aku harus bisa semangat”.
“Oh iya kak,bang adit udah putus sama pacarnya”.
“Jadi? Kamu mau apa?”
“Ngng boleh gak aku dekati dia kak?”.
“Dek saran kakak jangan dulu,kakak gak mau hal aneh yang menimpa kamu”.
“Kak kasih lia kepercayaan sekali ini”.
“Lia janji gak bakal down”.
“Yaudah kalau kamu mau kayak gitu kakak turutin”.
“Serius kak? Realy? Mm terima kasih banyak kakak” Lia memeluk Tami.
Akan hal itu Tami harus tetap mengawasi Lia agar tidak terjadi yang aneh aneh dan pasti tidak akan lebih jau lagi soal perasaan Lia kepada Aditiya,Tami tau kalau perasaan Lia ke Aditiya bukan perasaan suka lagi tapi sudah jauh dari kata suka bisa di bilang Aditiya adalah cinta pertama Lia,makanya dari itu sangat susah buat Lia untuk melepas kan perasaan nya kepada Aditiya.
Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan hubungan Lia sama Aditoya masih saja seperti itu,Lia yang masih dingin kepada Adit makin bikin Adit bingung pada saat nya Lia memberanikan diri untuk mengungkap kaan perasaan nya kepada Aditiya tetapi Lia tidak langsung mengungkapkan itu Lia merundingkan hal ini kepada sang kakak dan meminta pendapat dari sang kakak harus bagaimana dia berbicara kepada Aditiya.
“Kak gimana harus ku bilang kepada bang Adit soal perasaan aku?”.
__ADS_1
“Kamu yakin dek,kalau misalnya jawaban dia tidak sesuai dengan harapan kita kamu mau terima?”.
“Yaa mau gimana lagi kak kalau jawaban dia seperti itu mau gak mau aku harus terima”.
“Kamu yakin dek?” tanya Tami sekali lagi.
“Iya kak aku yakin”.
“Yaudah kalau kamu yakin cobalah chat dia,tapi kakak gak mau setelah ini liat kamu down kalau jawaban nya tidak sesuai harapan”.
“Iya kak aku janji”.
“Yaudah chat lah dia,semoga tidak mengecewakan”
Lia pun memberanikan diri setelah dapat dukungan dari sang kakak tidak pakai lama Lia langsung membuka Whatsapp nya untuk mencoba mengechat Aditiya.
“Selamat malam bang Adit,maaf mengganggu”.
“Eh iya Lia ada apa?” tanya Adit.
“Abang saya bicara sesuatu sama abang,ini sedikit sensitif bang saya harap abang tidak marah sama saya”.
“Maaf bang sebenar nya saya suka sama abang,saat awal saya masuk sekolah saya sudah suka sama abang”.
“Oh itu saya kira ada apa”.
“Gimana bang?” tanya Lia.
“Iya Lia terima kasih banyak saya senang saya berada di antara orang orang baik saya rasa saya beruntung berada di dekat orang orang baik”.
“Haa? Maksudnya abang”.
“Iya Lia itu maksud saya”.
“Saya mau nanya sama abang satu lagi,apa abang punya perasaan juga sama saya?”.
“Eh Lia kamu aneh ya”.
“Aneh gimana bang? Saya kan nanya sama abang”.
__ADS_1
“Iya saya sudah kasih jawaban Lia”.
Melihat isi chat Lia sama Aditiya,Tami menyuruh Lia untuk menghentikan chat itu dan berbicara kepada Lia.
“Sudah dek,sudah cukup itu jawaban nya hanya tinggal kita lagi yang harus mengerti dengan jawabannya”.
“Kak?” Lia terdiam kaku.
“Sudah ya dek,lupakan dia sekarang kamu fokus aja ke pelajaran sekolah”.
“Kamu sudah janji kan apapun jawaban dari dia kamu terima dengan baik,sekarang kamu cuci muka dan istirahat”.
“Buang semua yang terjadi hari ini dan lupakan dia”.
“Iya kak Lia paham”.
Dengan berat hati dan rasa sakit hati yang Lia rasakan Lia harus menerima semua kenyataan itu,dan itulah yang terjadi. Pagi nya Lia bersiap untuk berangkat ke sekolah dan Lia meyakinkan kakak agar dia pergi sekolah sendiri menggunakan motor nya.
“Ma,pa,kak Lia duluan ya”.
“Eh dek sama kakak aja perginya”.
“Tidak usah kak,Lia pergi sendiri aja”.
“Kamu yakin dek?” tanya Tami.
“Iya kak aku yakin,udah lama si biru gak di bawa jalan”.
“Udah ya kak aku pergi dulu nanti telat”.
“Yaudah hati hati dek”.
Dijalan Lia benar benar merasakan udara dingin yang menyelimuti tubuh nya tidak ada perasaan sedih sama sekali pada diri Lia,Lia benar benar menikmati perjalanan nya menuju ke sekolah. Tanpa sadar Lia sudah sampai di sekolah nya dan memarkirkan motor nya di parkiran motor sekolah di sana Lia juga berjumpa saama Aditiya yang juga memarkirkan motor besar nya,tanpa sapa dan senyum Lia hanya melewati Aditiya di saat yang sama Aditiya kebingungan melihat Lia,dia melihat Lia seolah olah tidak terjadi masalah apa apa terhadap diri nya dan Lia.
Di kantin mereka juga bertemu dan ekspresi Lia ketika melihat Aditiya biasa saja hal ini membuat Adit bingung kenapa Lia melihat dirinya seperti orang yang tidak kenal.
Di sisi lain Lia setiap melihat Adit hati nya tidak karuan ada rasa sakit,dan kesal kepada Adit tetapi Lia tidak bisa berbuat apa apa Lia juga tidak ada hak untuk memaksa Adit untuk menyukai dirinya yang pasti saat ini hati Lia benar benar hancur tapi Lia sebisa mungkin untuk menahan itu semua Lia harus kuat untuk menahan perasaan nya yang hancur itu di dalam hati Lia Aditiya sebentar lagi akan keluar dari sekolah ini jadi itu bukan hal yang lama Lia percaya waktu akan cepat berlalu secara Aditiya sudah mau masuk ke kelas 3 jadi waktu Adit di sekolah tidak akan lama.
Lia akan berusaha agar tidak memikirkan Aditiya dan Lia akan tetapi dingin seperti sebelumnya kepada Aditiya,Lia tidak akan pernah berbicara kepada Aditiya kecuali ada urusan mendesak itu janji di daalam hati Lia. Lia buat seperti ini agar perasaan nya ke Adit akan hilang dan itu akan bikin Lia tenang.
__ADS_1
Dan yang pasti nya Lia berusaha tidak akan berharap lagi kepada Aditiya kalau memikirkan itu perasaan ini tidak akan pernah hilang jadi Lia akan terus berusaha untuk melupakan Aditiya.