Diam Diam Suka

Diam Diam Suka
Kepulangan Viola


__ADS_3

Happy reading


Viola masih setia menungggu kedatangan sang asisten Dady nya sampai.hingga menjelang siang hari ia pun berpamitan kepada Atika, Daswantara dan omah uti.sedangkan Brayen?jangan lagi di tanya.pria itu kini sedang sibuk dengan mantan nya dan melupakan viola begitu saja.


"Vio ada apa ini,kenapa sangat mendadak sekali seperti ini kamu pulang? Kita belum lagi melakukan apapun di sini sayang.lalu,lihat lah matamu.kamu habis menangis?ada apa ini? cerita sama bunda." Atika merasa cemas saat di kejutkan dengan kedatangan viola kehadapan nya sembari membawa tas pakaian dan dengan mata sembab nya.


"Vio mau pulang Bun,vio gak papa.kalau begitu vio pamit dulu ya Bun." Ujar viola bersalaman dengan ketiga orang tua itu lalu naik ke dalam mobil.


"Mas vio kenapa ya? Mengapa aku sangat mencemaskan nya?" Atika merasa seperti bisa merasakan apa yang viola rasakan.


"Sudah biarkan saja dia pulang,kamu tak perlu khawatir dia juga kan bersama asisten Dady nya." Daswantara mengelus elus lembut lengan sang istri sembari menatap kepergian viola yang di angkut oleh mobil mewah berwarna hitam itu.


Sedangkan baru saja beberapa menit viola menghilang dari halaman rumah itu,Brayen datang dengan senyuman yang terus terpampang nyata di wajah nya.


"Dari mana saja kamu ha?!!! Apa yang kamu lakukan sama vio hingga dia menangis sampai matanya bengkak seperti itu?!!" Marah Atika saat baru saja Brayen ingin duduk di meja makan.


"Vio?" Brayen tersadar dengan perlakuan nya tadi terhadap viola yang teramat amat kasar.

__ADS_1


Ha?baru sadar rupanya dia.sendari tadi kemana saja?,lihat lah sekarang dia langsung berlarian mengarah kamar nya viola.tapi alhasil ia tak mendapati viola di dalam kamar nya.


"Bun vio mana?" Tanya Brayen merasa bersalah


"Sudah pulang" ucap Atika berhasil membuat Brayen melotot tak percaya.


"Tidak mungkin Bun,vio tidak mungkin pulang sendiri" Brayen tak percaya.


"Asisten Dady nya yang menjemput,baru saja beberapa menit yang lalu pergi." Penjelasan sang ayah membuat Brayen langsung mengendarai mobil milik ayah nya berusaha untuk menyusuli viola.


Brayen berharap viola masih tidak jauh dari tempat nya tinggal.ia tak mengerti mengapa viola mendadak pulang.apa hanya gara gara diri nya bertindak kasar kepada gadis itu,viola marah?.


"Vio buka,Vi kamu kenapa?kenapa tidak berbicara padaku kalau kamu ingin pulang?" Brayen mengetuk ketuk kaca mobil bagian tempat duduk nya viola.


Sejenak viola membuang nafas nya kasar sebelum ia memberanikan diri untuk turun menemui Brayen.


"Kamu kenapa?kamu marah sama aku gara gara tangan mu terluka?kenapa sampai segini nya kamu marah sampai ingin pulang?aku minta maaf,aku akan mengobati luka tangan kamu.tapi marah kamu berlebihan vio.kamu sadar gak si?" Panjang lebar Brayen berkata sambil ngata ngatain viola membuat amarah viola semakin memuncak.

__ADS_1


"Cuma karena luka ini kamu ingin pulang?ayolah vi_"sambung nya Brayen lalu perkataan nya langsung di cekat oleh viola.


"Hati aku lebih sakit kak" marah viola.


"Why?" Brayen tak mengerti dengan ucapan viola.


"Aku tanya,selama ini kakak menganggap vio ini apa?" Pertanyaan yang entah mengapa rasa nya sangat sulit sekali untuk Brayen jawab.


"Jawab kak!!!" Bentak viola


Tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Brayen.saat ini Brayen seperti pria bodoh yang benar benar merasa kebingungan.ia sendiri juga bingung kepada perasaan yang hati nya suguh kan.


"Hiks..hikss..okeh,dengan kakak diam seperti ini itu sudah terjawab semua nya.hikks...kakak memang hanya menjadikan aku tempat pelarian,iya kan!!!" Geram viola dengan nada tidak terlalu tinggi tapi begitu terdengar menekan telinga Brayen dan hati nya.air Mata nya terus mengalir tanpa henti henti.


"Maksud kamu pelarian itu apa?" Brayen malah balik nanya membuat viola terkekeh kecut.


Bersambung......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘


__ADS_2