
Malam hari jam makan malam lia tidak keluar dari kamarnya dan masih termenung di atas kasur sambil memeluk guling,karena kakak nya takut mama nya akan curiga dengan lia tami segera ke kamar lia dan mengajaknya keluar untuk makan. Melihat keadaan adik nya makin buruk tami langsung menasehati lia dan member ilia semangat.
‘’Kamu masih mikirin dia dek?,,buat apa’’.
‘’Kakak tau betul gimana kamu lia,,kamu selama ini yang tidak pernah peduli dengan dengan laki laki sekarang kamu berubah hanya karna dia. Dan kamu menangis karena dia,,dia yang sudah ada hati lain tidak akan semudah itu dek akan suka sama yang lain kakak lihat dia dengan jelas tadi di depan gerbang sekolah mu lihat betapa tulus dia sama pacarnya. Dan percaya lah kamu di sini merudung dan dia di luar sana senang senang sama pacarnya".
‘’Tapi kak’’.
‘’Dek berhenti lah dari sekarang sebelum perasaan hati kamu makin dalam sama dia,,kakak mohon lia dan focus lah pada sekolah mu’’.
‘’Sekarang ayok kita keluar dan makan sebelum mama curiga’’.
Akhirnya lia mau mendengarkan apa yang di bilang kakaknya dan keluar dari kamar untuk makan malam bersama keluarga tapi setelah lia tenang sekarang giliran kakak nya yang kepikiran terus dengan aditiya,,tami takut adiknya bakal tidak bisa menghilang kan perasaan itu dimana mereka masih dalam ruang lingkup yang sama dan pasti akan selalu jumpa. Tidak berpikir lama tami langsung menghubungi bunga untuk meminta tolong sama bunga.
’Titt.. tittttt" bunyi suara telpon.
‘’Hallo kak?’’.
‘’Hallo bunga ini kakak’’.
‘’Iya kak tam ada apa?’’.
‘’Kakak mau mintak tolong sama kamu bun’’.
‘’Iya kak,,minta tolong apa?’’.
‘’Bunga,kakak percaya sama kamu karena kamu sudah seperti adik kakak sendiri kamu juga sudah bersahabat baik sama lia jadi kakak mohon tolong sama kamu bunga’’.
‘’Iya kak ada apa?’’.
‘’Oke bunga kakak langsung aja,,untuk pertama kamu bisa kasih tau kakak siapa aditiya?’’.
‘’Ou bang adit? Bang adit abang kelas kami kak dan dia ketua osis di sekolah,,bang adit kelas XI kak karena bentar mau kenaikan kelas jadi bakal ada pemilihan ketua osis baru’’.
‘’Jadi dia ketua osis?’’.
‘’Iya kak’’.
__ADS_1
‘’Dia punya pacar?’’.
‘’Ngng’’.
‘’Jawab aja jangan takut’’.
‘’Iya kak,bang adit sudah punya pacar dan pacarnya wakil ketua osis kak rani mereka udah pacaran dua tahun’’.
‘’Jadi kamu tau semua nya tentang dia dan bahkan tau berapa lama mereka pacaran’’.
‘’Hmm bukan gitu kak bunga tau dari anak anak basket juga,,bunga kan anak basket tim cewek jadi mereka selalu bicarakan bang adit dan kak rani’’.
‘’Sudah lah bunga terima kasih untuk waktunya maaf sudah mengganggu waktu nya’’.
‘’Iya kak sama sama,tapi tadi kakak mau minta tolong mau tolong apa kak?’’.
‘’Gak jadi bunga,yasudah kakak tutup telepon nya’’.
Setelah menelpon bunga,tami kembali masuk ke kamar lia dan melihat lia lagi melamun hati tami benar benar sakit melihat adik yang dia sayangi berubah dalam sekejap hanya karena masalah cowo.
Pagi hari nya lia kembali tidak bangun dari tidurnya.jam menunjukan pukul 7.30 tami yang bergegas untuk pergi kerja menyadari adik nya belum ada keluar kamar tami semakin khawatir dan langsung menghampiri kamar lia. Tami membuka pintu dan melihat lia masih tertidur pelan pelan tami bangunkan ketika berada di dekat lia tami memegang kepala lia yang panas bahkan badan lia basah karena keringat padahal kamar lia dingin dengan ac yang full,semakin khawatir tami memanggil mama nya dan segera membawa lia ke rumah sakit. Tiba nya di rumah sakit lia di kasih cairan infus agar panas nya turun,disana mama nya heran lia yang malam nya baik baik saja kenapa pagi ini bisa demam mendengar itu tami langsung mengalihkan kan pembicaraan.
‘’Benarkan kak,,gak ada apa apa kan yang terjadi sama adik mu?’’.
‘’Iya ma gak ada apa apa kok’’ tami menghela nafas panjang".
‘’Hmm tumben tumben nya dia sakit langsung di rawat’’.
‘’Yaudah kak mama sama papa pulang dulu ya mau kemasin barang barang adikmu’’.
‘’Oke ma,,hati hati ya ma pa’’.
Tami menghela nafas yang panjang mengingat adiknya tidak pernah seperti ini hancur hati tami melihat adik jatuh lemah hanya karena seorang cowok.
‘’Lia liaa kenapa harus begini sih,apa yang buat kamu begitu suka sama dia,,apakah dia memperlakukan kamu dengan begitu istimewa sampa sampai kamu sakit seperti ini’’.
‘’Kamu tau tidak perasaan kakak hancur melihat kamu terbaring lemah seperti ini hanya karena lelaki itu’’.
__ADS_1
‘’Huff’’.
Tami langsung menghubungi bunga untuk memberitaukan kalau lia sedang di rawat di rumah sakit,,dan menyuruh bunga datang kesana maksud lain adalah tami ingin berbicara sesuatu dengan bunga tentang aditiya.
‘’titt titt" suara bunyi telepon.
‘’Halo bunga kamu dimana?’’.
‘’Iya kak tam,,bunga di rumah ada apa tu kak?’’.
‘’Bun kamu bisa datang kerumah sakit gak sekarang? Rumah sakit MUDA PERTIWI,,cepat ya kakak tunggu’’.
‘’Loh emang nya kenapa kak? Siapa yang sakit?’’.
‘’Lia di rawat,,baru masuk juga hari ni. Cepat yaaa’’.
‘’Haa serius kak? Ya ampun liaa,,yaudah deh bunga kesana sekarang’’.
Bunga pun langsung pergi kerumah sakit untuk melihat lia disana dan bunga juga tidak tau kalau tami bakal membahas tentang adit di sana,setelah beberapa menit akhurnya bunga sampai dan langsung masuk ke ruangan lia tami masih memberi bunga waktu untuk mengocehin si lia. Tak lama itu tami mengajak bunga untuk berbicara di luar.
‘’Bunga ada yang mau kakak bicara kan sama kamu ini penting’’.
‘’Ada apa kak? Jangan jangan ini masalah bang adit’’.
‘’Ngng tau pun kamu’’.
‘’Kak sini bunga jelasin ya’’.
‘’Bang adit itu orang nya memang hangat kak sama siapa saja dia baik makanya baiknya bang adit tu banyak di salah paham kan sama cewek cewek,,bang adit tu sudah punya pacar kak’’.
‘’Lagian ni ya lia itu sama bang adit dingin banget kak bahkan lia gak negur bang adit sama sekali,bunga tau lia suka sama bang adit tapi saran bunga lebih baik lia jangan terlalu dalam lagi perasaan nya sama bang adit kasian lia nya kak. Lia bukan tipe yang mau ngomong sama orang apalagi sama cowok’’.
‘’Ini lah yang mau kakak minta tolong sama kamu bunga,,kamu kan tau lia kayak mana tolong balik kan semangat lia kembali dan bantu kakak untuk kembalikan lia yang dulu’’.
‘’Hati kakak hancur melihat dia seperti ini,,apalagi kamu tau kan lia kalau sakit tidak pernah sampai di rawat begini’’.
‘’Iya kak bunga tau’’.
__ADS_1
Setelah itu bunga kembali ke kemar lia untuk menjaga lia hari ini.
Tami akan mencari cara bagaimana pun itu biar adik nya bisa melupakan aditiya,,laki laki yang sudah merusak pikiran adik nya.