Diam Diam Suka

Diam Diam Suka
Senja


__ADS_3

Happy reading


"Brayen...Bray...ayah sudah menunggu untuk makan di bawah...Bray...."berkali kali Atika memanggil nama Brayen,tapi tak ada jawaban sama sekali.


"kemana pergi nya anak itu" bingung Atika.


Atika pun memilih untuk turun ke bawah.saat sedang menuruni anak tangga,Atika mendengar suara Brayen berasal dari ruang makan.


"rupanya kamu sudah di sini,dari mana saja kamu?." ujar Atika lalu duduk di tempat makan nya.


"tadi Brayen habis dari gudang Bun" kata Brayen.


"ngapain kamu ke sana?" Atika sembari menyendok kan nasi ke piring milik Daswantara


"menaruh barang barang yang sudah tidak terpakai bun" jawab Brayen lalu mulai melahap makanan nya.


sedangkan sendari tadi viola terlihat terus menatap wajah Brayen lekat.entah apa yang sedang viola pikirkan sekarang.tiba tiba saja diri nya teringat akan perasaan nya terhadap pria itu.mengapa dia bisa sampai sedekat ini dengan Brayen?padahal dulu mereka tidak saling mengenal sama sekali.awal pertemuan nya juga terisi oleh kegaduhan mulut yang saling beradu.

__ADS_1


mengapa aku bisa jatuh cinta pada nya?sejak kapan aku suka dengan nya?dan sampai kapan aku terus memendam nya seperti ini?


viola terus kalut dalam lamunan nya,dia tak bisa membayangkan apapun selain perasaan nya kepada Brayen.


"ngapain liatin aku kayak gitu?mau di suapin?" tanya Brayen membuat lamunan viola pecah dan menjadi salah tingkah tidak karuan.


"emm tidak" viola berusaha tenang di posisi nya padahal hati nya berdegup begitu kencang.brayen selalu bisa mengusik hati viola,kata kata nya selalu membuat hati viola tidak bisa bekerja dengan baik,selalu berdenyut dengan tidak karuan.


tak ada suara,hening seketika karena mereka kini sibuk dengan makanan nya masing masing.sedangkan viola masih memikirkan perasaan nya sembari mengunyah makanan nya.ia merasa seperti orang bodoh yang mencintai tanpa ada kepastian.


...********...


mereka terlihat asik melihat senja yang akan datang.matahari belum sepenuh nya tampak seperti senja.hanya baru terlihat warna jingga yang mewarnai langit dengan indah.


"kemarilah" ucap Brayen menarik tangan viola untuk duduk di depan nya.ya mereka kini sedang duduk bersantai di tanah pantai.


viola hanya bisa patuh,lalu duduk di depan Brayen dengan kaki Brayen yang tertekuk.lalu pria itu menghimpit kedua pinggang viola dengan kaki kekar nya.

__ADS_1


Brayen menopangkan dagu nya di atas pundak viola,dengan tangan yang memeluk tubuh mungil viola hangat.viola sejenak merasakan debaran hati yang begitu hebat.rasa nya ia sangat suka di perlakukan Brayen seperti ini.


"kau tau tidak?mengapa aku tidak menyukai senja?" tanya Brayen kepada viola.


"tidak" jawab viola dengan sedikit mendongak menatap netra milik Brayen sekilas.


"karena aku sangat membenci sebuah perpisahan." jelas Brayen dengan mata penuh arti entah seperti ada sesuatu yang mengganjal di sana.mata itu seperti menyimpan sebuah perasaan kecewa yang sulit untuk di utarakan,itu yang viola lihat dari sosok Brayen sekarang.


"mengapa seperti itu?" bingung viola.


"karena sebuah perpisahan adalah hal yang menyakitkan" kata Brayen


"tapi bukan kah senja mengajarkan,bahwa kita harus merelakan perpisahan dengan tersenyum indah seperti warna jingga yang selalu senja sandingkan?,senja juga mengajarkan kita bahwa di dunia ini tak ada yang abadi menetap terus bersama kita,apapun yang kita miliki,apapun yang kita cintai dan sayangi tak akan selama nya bisa ada untuk kita,akan ada waktu nya untuk mereka pergi dan berakhir dengan perpisahan." penjelasan viola.


"apa kau pernah merasakan bagaimana rasa nya ditinggalkan oleh orang yang sangat kamu sayang?" pertanyaan Brayen yang terlihat sangat tidak cocok untuk keluar dari mulut seorang Brayen yang angkuh dan dingin.


Bersambung.......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘


__ADS_2