
Happy reading
"emm..heyy,Lo temen nya brayen kah?" tanya orang itu membuat viola menghentikan langkah nya.
"hemmm,siapa yang memberitahu mu" jawab viola malas
"Brayen yang mengatakan nya katanya lo teman nya,gue kira Lo pacar nya"bahagia royan.Jleppp.....ada perasaan yang begitu menusuk hati nya saat Brayen mengatakan kepada Royan bahwa diri nya di anggap sebagai teman.
"kenalin gue Royan sepupu nya Brayen dari Jakarta juga,tapi sekarang gue lagi menetap di sini nungguin omah" jelas Royan.
"vio" sejenak viola mengamati Royan,dia berfikir apakah Royan tau tentang wanita yang saat ini sedang duduk di bawah pohon itu bersama Brayen.
"Roy boleh aku bertanya?" tanya viola.
__ADS_1
"tentu boleh,Lo mau tanya apa? tempat wisata yang bagus di sini? pasar modern di sini? atau peternakan dan pertanian semua nya gue hapal." cerocos Royan merasa bersemangat saat melihat gadis cantik di depan nya ini.
"apa kau mengenal wanita itu?" tunjuk viola ke arah Padang rumput di mana tempat Brayen dan Cantika sedang berbincang bincang sembari tertawa tawa
"ouhhh tentu saja tau,dia kan mantan nya brayen.nama nya Cantika,4 tahun yang lalu Cantika itu menghilang seperti di telan bumi tanpa kabar apapun.itu juga yang membuat Brayen menjadi angkuh seperti sekarang,lalu Brayen pun memutuskan tinggal ke Jakarta karena alasan untuk mencari keberadaan Cantika itu.awal nya Brayen itu tinggal bersama ku di sini,tapi karena alasan itu dia ingin ikut dengan ayah nya menetap di Jakarta." penjelasan Royan yang membuat air mata viola berhasil pecah.lalu viola langsung beranjak pergi tanpa sepengetahuan dari Royan.
"tunggu!! tapi mengapa Cantika sekarang ada di sini ya,sekarang dia kembali lagi?!!!" bingung Royan lalu menoleh ke arah tempat tadi viola berada dan kini gadis itu sudah menghilang entah kemana.
entah apalah yang kini ada dalam pikiran brayen.mengapa dia sekarang tak berfikir bagaimana keadaan viola setelah ia melukai tangan nya tadi.kini dia hanya terus sibuk dengan Cantika.
selama ini juga ia merasa Brayen seperti sedang memberi harapan kepada diri nya.semua perkataan manis yang selalu terlontarkan untuk viola,kini terasa pahit untuk viola ingat kembali.dia benar benar tidak menyangka.bahwa selama ini dia hanyalah tempat pelarian saja.
"gue bego,mengapa sebodoh itu hingga gampang tertipu dengan cinta hiks..mengapa sangat meyakinkan seperti ini hikss..hiks....apa yang kak Brayen fikirkan,selama ini dia selalu memperlakukan aku layak nya seorang pacar.tapi ternyata aku hanyalah tempat pelarian nya saja."viola mengusap air mata nya,dia sudah menelfon asisten ayah nya untuk menjemput diri nya.mungkin siang nanti baru akan sampai.
__ADS_1
viola terus mengurung diri nya di kamar,sembari terus meruntuki nasib nya dan mengingat perkataan Brayen pagi tadi.
kenapa kakak pindah ke Jakarta?
karna masa depan aku ada di Jakarta yaitu kamu,makanya aku di takdir kan untuk pindah ke sana.
kak bisa tidak sekali saja jangan membuatku jadi tidak karuan
"bullshitttttt!!!!!!!!" viola menutup kedua telinga nya lalu kembali menangis tersendu sendu.
diri nya merasa bahwa selama ini ia hanya terlalu kepedean semata.ia Terlalu menganggap serius semua sikap Brayen yang romantis kepada nya.sampai ia telah jatuh ke jurang cinta nya hingga begitu dalam.
dan kini berujung sakit yang begitu hebat dan susah untuk bisa di telan dengan kenyataan.viola merasa sangat malu kepada diri nya sendiri,dia telah berani bermain cinta padahal dia saja tidak mengenal apa itu cinta?dia hanya bisa merasakan tanpa mengenal nya terlebih dahulu.
__ADS_1
Bersambung.......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘