Diam Diam Suka

Diam Diam Suka
Pernyataan part_1


__ADS_3

Happy reading


kini viola,Vano dan Brahmansya akan menginap di hotel milik argus.karena perusahan baru yang Argus bangun adalah perusahaan perhotelan sama seperti perusahaan milik Brahmansya


"jadi ini viola,cantik sekali ya putri mu.dulu terakhir aku bertemu dengan nya saat di Australia,dia masih bayi dan kini sudah sebesar ini." terkekeh Argus sembari memakan hidangan nya.


"siapa dulu ayah nya" cengir Brahmansya


sejenak viola bisa melupakan sakit hati nya.ia begitu menikmati liburan nya saat ini.setelah makan malam tadi viola langsung bergegas menuju kamar nya.


baru saja viola keluar dari dalam lift tiba tiba ada yang menabrak tubuh nya hingga secara bersamaan mereka terjatuh,dan tubuh viola bertumpukan di atas tubuh kekar pria itu.sejanak mata mereka saling menatap satu sama lain, sebelum pria itu langsung menggulingkan viola kesamping lalu berdiri.


"resek!!!" gertak pria itu lalu langsung berlenggang begitu saja meninggalkan viola yang masih mematung di tempatnya


"Why? kenapa dia marah?.bukan nya tadi dia yang menabrak aku?" kesal viola lalu bangkit dan langsung pergi ke kamar nya.


viola merebahkan tubuh nya di kasur,ia menatap atap kamar ini dengan Lamunan yang mulai menguasai diri nya.tapi tiba tiba handphone nya bergetar membuta lamunan viola buaya seketika.


"ngapain sih dia!!!" geram viola lalu mematikan handphone nya dan meletakkan nya di bawah bantal.


sedangkan di kediaman Daswantara terlihat Brayen dengan duduk di tepi kolam renang.berkali kali ia berusaha menghubungi viola.tapi tak kunjung ada jawaban dari gadis itu.tadi siang ia mengunjungi kediaman Brahmansya tapi rumah itu kosong.brayen khawatir takut viola akan pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


ia tak tau saat ini yang dia pikirkan hanya lah viola.dia tak akan bisa melepaskan gadis itu begitu saja.karena kenyataan nya dia memang benar benar jatuh cinta kepada viola.walau dia kini belum bisa jujur kepada Cantika bahwa diri nya sudah tidak lagi memiliki rasa kepada wanita itu.


"Brayen..." panggil seseorang.


"iya bun" jawab Brayen lesu.


"di depan ada yang mencari mu" kata Atika dengan nada tak suka.


Brayen yang saat itu pikiran nya hanya terfokus kepada viola.ia bersemangat untuk menemui seseorang di depan,karena Brayen mengira itu adalah viola.begitu membuka pintu dengan tersenyum Brayen melangkah,dan nihil seseorang yang kini memeluk nya dengan bahagian bukanlah viola.


"brayen" seru Cantika langsung memeluk Brayen dengan bahagia


"Brayen aku sengaja kemari,aku sangat merindukan kamu.ouh iya ini aku bawakan kamu spaghetti panggang brulee kesukaan kamu." Cantika menunjukkan bingkisan yang ia bawa di depan wajah Brayen,tapi pria itu hanya menatap nya dengan tatapan kosong dan senyuman yang telah memudar.


"lho kamu kok malah nyuruh aku pulang,aku ke sini untuk kamu lho." Cantika mengerucutkan bibirnya


"Cantika ingatlah kamu sudah punya suami,om firman pasti mencari mu.lebih baik kamu sekarang pulang." lagi lagi Brayen menyuruh Cantika untuk pulang.


"aku tak akan pulang sebelum kamu memakan spaghetti ini" manja Cantika,entah mengapa dulu setiap kali Cantika bermanja-manja an kepada diri nya Brayen sangat menyukai itu.tapi mengapa sekarang rasa nya Brayen sangat muak melihat tingkah manja Cantika.


"pulang" titah Brayen

__ADS_1


"gak" gigih Cantika.


"pulang Cantika" Brayen masih dengan kata kata dingin nya.


"aku gak mau Pulang" rengek Cantika.


"PULANG SEKARANG!!!!" bentak Brayen karena sudah merasa kesal membuat Cantika terkejut dan tak percaya bahwa kini Brayen sedang berkata kasar kepada dirinya.


"kamu banyak berubah,kamu bukan lagi Brayen yang dulu aku kenal" Cantika dengan mata berbinar berharap Brayen akan menenangkan diri nya.


"kamu pasti masih mencintai aku kan,hanya saja kamu masih marah karena aku menikah dengan firman iya kan?" Cantika mulai menangis.


"aku merasa,perasaan aku ke kamu sudah hilang sejak kamu pergi tanpa pesan.lebih baik kamu kembali kepada om firman dan lupakan aku.karena kita tidak mungkin bisa bersama lagi" kata kata Brayen yang membuat Cantika bertambah menangis.


"nggak kamu pasti bohong kan, kamu pasti masih mencintai aku.kamu bohong,Brayen bilang sama aku kamu bohong iya kan" rengek Cantika.


Brayen tak lagi mendengarkan perkataan Cantika,ia langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu nya.sejenak ia menyugar rambut nya kasar ke belakang.kepala nya terasa seperti ingin pecah.


suara teriakan Cantika yang terus memohon mohon masing terdengar dari balik pintu rumah itu.entah kini Brayen merasa sangat acuh kepada cantika.melohat gadis itu menangis saja Brayen merasa tak berselera untuk meladeninya.


Bersambung......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘


__ADS_2