
Tapi di saat yang lain Adit yang awal nya biasa saja sama Lia malah menyimpan perasaan kepada Lia,perasaan nya semakin menjadi di karena kan Lia yang selalu dingin terhadap dirinya terkadang perasaan ini membuat Adit tidak tenang tapi Adit harus tetap terlihat profesional dia berusaha agar ini tidak terlihat sama Lia.
Di sisi lain ada Yuri yang sudah mengintai Adit Yuri teman sekelas Adit dan Yuri juga sudah lama suka sama Adit tapi Yuri di tikung dengan Rani yang saat itu sudah memenang kan hati Adit. Mendengar Adit sudah putus dengan Rani Yuri pun berusaha gimana pun caranya Adit harus masuk ke dalam hati nya. Setiap hari Yuri selalu caper dengan Adit begitu juga Adit yang merasa dirinya sendiri dan tidak ada siap siap yang bakal memarahi nya Adit melayani caper nya Yuri.
Suatu hari Yuri dengan pede mengajak Adit untuk nonton ke bioskop dan mengajak Adit jalan jalan medengar Yuri mengajak dirinya jalan jalan Adit mengiyakan permintaan Yuri.
"Dit besok kamu sibuk gak?”
“Besok? Gak tuh yur”.
“Ngng gimana kalau kita nonton besok ada film bagus loh”.
“Benarkan? Hmm boleh juga yur”.
“Kamu serius Dit?”.
“Iya Yur”.
“Okeh besok jam 3 kita perginya ya”.
“Ngng okeh,aku jemput kamu ya”.
“Haa? Kamu serius jemput aku Dit?”.
“Iya yur”.
“Okeh besok aku tunggu di rumah ya”.
“Thanks ya Adit udah mau nemani aku”.
“Iya yur sama sama”.
Besoknya sebelum jam 3 Adit sudah sampai di rumah Yuri melihat Adit datang perasaan Yuri tidak karuan dan merasakan senang yang luat biasa,Yuri harus bisa mendapatkan Aditiya bagaimana pun cara secara Aditiya adalah laki laki yamg membuat Yuri tahan menjomblo demi menunggu Aditiya putus dari Rani.
Di tempat lain Lia seperti biasa dengan tenang mengerjakan soal soal yang ada di lks nya maupun buku cetak nya sama sekali Lia tidak ada memikirkan Aditiya mengingat nya saja hati Lia langsung sakit apalagi memikirkan dia,Lia membenci dirinya sendiri kenapa dia bisa suka dengan laki laki seperti itu Lia menyesal tidak mendengarkan perkataan kakak nya kalau saja dia mendengar apa kata kakak nya ujungnya tidak akan seperti ini.
Tetapi Lia tidak akan tinggal diam lagi sekarang dia agak bergerak lebih kuay sekarang,Lia menghubungi Bunga sahabat nya dan mengajak Bunga untuk ikut organisasi osis.
“Bun aku mau tanya sesuatu ni?”.
“Iya Ia tanya apa?”.
“Bun? Kamu masih tertarik gak masuk osis?”.
“Masih Ia,kenapa?”.
“Yaudah kita sama sama masuk ya”.
“Haaa? Serius Ia kamu mau masuk osis,kemarin kamu menolak dengan keras”.
“Udah jangan banyak bicara,besok kita urus berkas nya”.
“Aaa iya okey Ia”.
__ADS_1
DI tempat Bunga dia masih kebingungan dengan Lia kenapa mendadak gini Lia yang awalnya tidak mau dan sekarang malah nekat mau ikut Bunga berpikir pasti ada alasan nya kenapa Lia mau masuk osis,apa alasan nya bang Adit tapi bang Adit tidak ada lagi di sana nanti Bunga masih penasaran apa alasan kuat Lia untuk ikut osis.
Di sekolah tujuan Bunga langsung kepada Lia dan menanyakan apa alasan nya Lia ingin masuk osis.
“Lia?”.
“Eh Bunga”.
“Lia lu serius mau ikut osis?”.
“Iya Bun emang nya ada yang salah aku mau masuk osis,bukan nya kamu yang ngajak kemarin bun?”.
“Iiiya sih tapi kok kamu secepat ini berubah pikiran,apa karna bang Adit?”.
“Bunga tolong jangan sebut nama laki laki itu lagi aku muak dengar nya”.
“Haa? Ada apa Ia? Ko tiba tiba lu kayak gini sama dia?”.
“Udah deh Bun lu mau tau alasab nya kenapa? Kan lu sendiri yang bilang ikut osis biar tenar kan dan aku mau tenar di sekolah plus aku mau ambil posisi ketia osis”.
“Pokoknya posisi ketua harus aku yang pegang”.
Mendengar itu Bunga masih bingung bahkan merasa aneh dengan Lia,Lia berubah dalam beberapa hari bahkan gaya penampilan Lia juga berubah Lia mulai pakai make up ke sekolah dan tidak membawa tas ransel besarnya. Ada apa dengan Lia kenapa Lia berubah begitu cepat.
Di rumah Lia bicara dengan orang tua nya dan meminta sesuatu kepada orang tua nya karena selama ini Lia yang mandiri tidak pernah meminta apa apa sama orang tua Lia yakin pasti permintaan ini bakal di turuti sama orang tua nya.
Di meja makan mereka berkumpul dan saling bercerita tentang masalah masing masing tiba saat nya lia yang berbicara.
“Ma,Pa Lia mau mintak sesuatu”.
“Kamu mau mintak apa dek?” Tanya papanya.
“Pa Lia mau mobil,mobil yang keluaran terbaru itu”.
Mendengar itu mama sama papa nya Lia sempat kebingungan melihat Lia yang tidak pernah meminta hal apapun ke orang tua nya,mendengar itu kakak nya Lia sedikit terkejut dan menanyakan untuk apa mobil itu.
“Kamu beli mobil untuk apa dek?” Tanya Tami.
“Untuk di pakai lah kak,aku capek bawa motor terus,kadang kehujanan kadang pas hari panas gak kuat lagi aku kak”.
“Yaudah besok papa urus ya dek”.
“Okey pa,makasih banyak ya pa”.
“Iya dek,tapi ingat harus hati hati ya”.
“Siap bos”.
“Oh iya kak,salon masih ada yang buka kan malam ini”.
“Masih,kamu mau ngapain”.
“Ayok kita kesalon kak”.
__ADS_1
“Haa? Serius?”.
“Iya serius,ayoo cepetan”.
Di sini Tami ngikutin saja apa kata Lia dan mereka langsung segera pergi ke salon dalam perjalanan Tami dan Lia tidak ada pembicaraan sama sekali di dalam mobil mereka berdua hanya diam saja dan tiba lah sampai di salon langganan Tami. Sampai nya di salon Lia bergegas masuk ke dalam salon dan langsung duduk di kursi salon nya. Melihat ada tamu staf salon langsung menghampiri Lia.
“Hallo ada yang bisa saya bantu?” sapa staff salon kepada Lia.
“Oh iya ce,aku mau warnai rambut sama di curly ce”.
“Oh mau kayak gitu boleh”.
Tidak lama masuk Tami kedalam salon,melihat Tami masuk kedalam salon staf salon langsung menghampiri Tami.
“Eh kak Tami tumben malam malam ke salon,mau di apain ni”.
“Gak ce hanya nemani adik saja”.
“Ou mana adik nya kak?” tanya staf salon.
“Itu yang duduk di sana”.
“Oo itu adiknya kak Tami,kirain siapa tadi”.
“Iya ce,btw dia mau ngapain ce?”.
“Oh iya dia mau warnai rambut dan di buar curly”.
“Haa? Serius ce”?.
“Iya kak dia bilang seperti itu”.
“Yaudah saya tanya lagi dia nya ya ce”.
“Okey kak,nanti kalau udah panggil aja saya ya kak”.
“Siap ce”.
Tami pun langsung menghampiri Lia dan bertanya apakah Lia beneran mau warnai rambut.
“Dek kamu serius mau warnai rambut?”.
“Iya kak aku serius”.
“Kenak marah gak sama guru nya?” tanya Tami.
“Gak masalah kali kak,yang lain malahan ada warna rambutnya yang pink,hijau,atau biru gak di apa apain kok”.
“Yaudah kalau gitu,kamu mau warna apa?”.
“Aku mau warna coklat sedikit ke merahan kak”.
“Hmm coba aja tanya cece nya”.
__ADS_1
Tidak lama Lia memanggil staf salon tadi dan langsung menyuruh staf salon itu untuk memulai pekerjaan nya. Tami yakin pasti ada alasan di balik semua ini tapi dirinya tidak masalah yang penting adik nya bisa lepas dari Aditiya.