
Happy reading
"kak hentikan sakit,lalu siapa perempuan itu sendari tadi dia mengikuti kita lalu menyebut nama kakak." viola terus mengoceh
"kak jawab vio,siapa dia!!!! apa kakak mengenal nya awww" viola meringis kesakitan saat Brayen menarik tangan nya kasar,terasa sangat ngilu tangan nya seperti tersengat listrik.
"kakk!!!!" teriak viola lalu tangan satu nya berusaha melepas cekalan Brayen yang sudah melukai tangan nya.
"kakak kenapa sih!!!! sangat kasar pada ku!!!!!" bentak viola lalu ia pun berlarian lebih dulu ke arah rumah karena saat itu juga rumah sudah berada di atas sana di depan mata.
tangan viola terasa nyeri,merah dan sakit untuk di gerakkan.karena tadi Brayen terlalu mencekal nya dengan begitu kuat.
"vio kamu kenapa?." tanya Atika saat melihat kedatangan viola dengan wajah yang sudah sangat sangat merah karena menahan sakit dan amarah nya.
"tangan kamu?kamu jatuh sayang?" tanya Atika cemas lalu langsung memapah viola untuk duduk di sofa ruangan tersebut.
__ADS_1
"akhh...Bun sakit" ringis viola saat Atika memegang pergelangan tangan nya
"kenapa bisa seperti ini?" tanya Atika.
"kak Brayen yang membuat nya,tadi dia menarik narik viola dengan kasar hingga seperti ini." adu viola karena masih merasa kesal.
"Brayen? itu anak kenapa bisa kasar seperti ini?." bingung Atika tak percaya kalau itu Brayen yang melakukan nya.
Brayen sendiri kini masih mematung menatap gadis yang sendari tadi mengikuti nya.seperti nya dia memang harus bicara dengan gadis itu.bukan malah lari seperti ini,dia butuh penjelasan dari gadis yang selama ini menghilang tanpa pesan apapun.hanya meninggalkan sebuah kabar bahwa dia telah menikah dengan pria kaya saat ia kembali ke Jakarta kota asalnya.
di Padang rumput belakang rumah Brayen sedang terduduk dengan dingin.dia sedang menunggu penjelasan yang akan Cantika jelaskan kepadanya.
"Brayen maafkan aku,aku benar benar sangat menyesal.tapi apalah daya ku,saat itu perusahaan papah ku bangkrut,aku harus membiayai biaya rumah sakit mamah ku saat itu.om firman menawarkan aku untuk menikahi nya lalu ia akan menanggung semua biaya rumah sakit mamah dan kebutuhan aku sehari hari nya.maaf kan aku Brayen,aku tak ada maksud untuk mencampakkan kamu.aku benar benar sangat menyayangi kamu,tapi saat itu situasi sangat berbeda.aku sangat takut kehilangan mama hikss..hikss..aku tak bisa berbuat apa apa hiks..hiks..selain menikah dengan om firman agar mamah ku bisa sembuh hikss...."penjelasan Cantika sembari menangis tersedu sendu
Brayen merasa prihatin,mengapa dulu dia tidak mengetahui hal itu.kenapa dia malah mengira Cantika itu tidak benar benar tulus mencintai nya.
__ADS_1
setelah Brayen mengetahui alasan nya,ia sedikit senang karena ternyata Cantika meninggalkan diri nya bukan karena tidak tulus mencintai diri nya.tapi karena ada sesuatu alasan yang memang jauh lebih penting dari kata cinta.
kini mereka berdua pun sibuk dengan dunia nya sendiri,saling bertukar cerita.saling menumpahkan kerinduan selama 4 tahun terbendung lama nya.mereka berdua saling tertawa bersama dengan lepas,sudah lama Brayen tidak tertawa seperti ini rasa nya ia sangat bahagia bisa tertawa sepeti ini.kini tak ada lagi alasan untuk diri menjadi pria es lagi,karena semua nya telah terkuak jelas kini.
ternyata sendari tadi seseorang sedang mengintip pergerakan Brayen dengan gadis itu.entah kenapa hati nya terasa begitu sakit dan perih saat melihat Brayen tersenyum dengan wanita itu.
viola menggigit bibir bawah nya dengan kasar,di lubuk hati terdalam nya rasa sakit yang begitu menyayat terasa begitu perih untuk viola saat ini.
"siapa wanita itu?selama ini aku tak pernah melihat kak Brayen tertawa selepas itu." umpat viola lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
"sitttsss...." terkejut seseorang saat menabrak tubuh viola."sorry"ujar nya.
"iya" singkat viola karena diri nya tidak ada selera untuk berbicara.
"emm..heyy,Lo temen nya brayen kah?" tanya orang itu membuat viola menghentikan langkah nya.
__ADS_1
Bersambung.......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘