
Happy reading
jam 04.33 sore agas baru saja bangun dari tidur siang nya,saat baru saja terbangun.mata nya langsung di suguhi pemandangan viola yang membuat diri nya menelan ludah nya susah payah.gadis itu terlihat baru selesai mandi,sedang tengkureb santai sembari memandang laptop di depan nya.
rasa nya tiba tiba sesuatu di bawah sana berdiri dengan sendiri nya,saat melihat lengkuk tubuh viola yang benimbulkan hasrat bagi agas.lagi lagi ia menelan ludah nya dengan susah payah,berusaha memalingkan wajah nya namun ia tak sanggup,ia malah mengomeli viola tak jelas.
"ngapain kamu pakai baju seperti ini?kau berniat untuk menggoda ku?" cetus agas membuat viola menatap kebingungan.
"menggoda?" ulang viola bingung.
"iya kau memakai baju pendek dan ketat seperti ini karena ingin menggoda ku kan." dengan pede nya agas berkata.
"hah?buat apa aku menggoda kakak,lagian bukan nya kakak sendiri yang mengatakan nya padaku bahwa kau tak berselera untuk menyentuhku.jadi aku merasa aman mau berpakaian seperti apa saja di depan mu,benar bukan? karena tubuh ku ini tidak anggun itu kan yang kau katakan.jadi mengapa kakak protes saat aku memakai pakaian seperti ini?" panjang lebar viola berkata dengan tatapan tajam.
agas yang sudah kalah berbicara dia langsung berjalan begitu saja menuju toilet.di dalam toilet agas menggerutu panas,mengapa bisa bisa nya lele nya berdiri tegang seperti ini.
"sial ternyata tubuh viola sangat bergairah" geruntu agas mengacak acak rambut nya frustasi
__ADS_1
ia pun memilih untuk mandi,dan berusaha melupakan lengkuk tubuh viola tadi.begitu sedang asik mandi tiba tiba saja lampu nya mati.viola yang sedang asik nonton,ia menjerit ketakutan.
"kakkkkkkk........" teriakan viola menutup kedua mata nya sembari ketakutan.
agas yang mendengar teriakan viola ia langsung keluar dari kamar mandi,hanya memakai handuk yang melilit tubuh nya hingga paha.
"kenapa kau teriak" panik agas.
jantung nya selalu saja di buat berdetak tak karuan,setiap kali melihat viola yang selalu membuat nya panik seketika.sedangkan viola yang merasa ketakutan langsung memeluk tubuh agas,ia benar benar takut kegelapan.
viola bisa merasakan aroma sabun dari tubuh agas,masih terasa lembab dan dingin.tubuh kekar ini benar benar bisa membuat nya nyaman.entah mengapa bisa seperti itu,padahal viola sangat tidak menyukai pria ini.
"aa...apa ini" terkejut viola saat tangan nya menyentuh benda panjang dari balik handuk yang melilit di tubuhnya agas.
gadis ini benar benar membuatku gila batin agas berusaha menahan hasratnya.
agas yang sudah tidak kuat lagi melihat lengkuk tubuh viola yang begitu sempurna.ia merampas bibir mungil milik viola dengan sepihak.
"upppp..." viola tercengang saat mendapati perlakuan ini dari agas.
__ADS_1
"kau terus menggoda ku jadi terimalah akibatnya." kata agas penuh gairah.
"kak aku tak mau" viola menghindar dari agas tapi tangan agas kembali berhasil mencekal pergelangan tangan viola dengan kuat.lalu ia mengangkat tubuh viola menuju kasur.
agas menidurkan viola,dan diri nya menumpu tubuh nya yang berada di atas viola dengan kedua tangan nya.
"kau benar benar menggoda ku,aku tak bisa menahan nya lagi." ujar agas lalu ia melemparkan handuk yang melekat di tubuh nya,membuat lele besar nan panjang milik nya terlihat jelas oleh viola.
"kak itu milik mu?" dengan suara bergetar viola berkata lalu menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
"ini juga milik mu" ucap nya dengan senyum di sudut bibir nya
agas kembali merampas bibir ranum milik viola lalu mengisap nya seperti madu yang membuat nya candu,terus dan terus viola hanya bisa pasrah.ia benar benar terkejut dengan perlakuan agas saat ini.agas mulai memainkan kedua tangan nya dengan lembut,merayap di bagian bagian tubuh sensitif viola
pria itu seperti tahu kelemahan wanita,agas sengaja melakukan ini.agar viola juga ikut merasa sensasi kenikmatan nya.ia tak mau bermain dengan paksaan,tapi saat mendengar viola mulai mendesah agas bertambah bersemangat.itu artinya viola mulai masuk ke dalam permainan nya.
Bersambung.......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen, and vote nya😘
__ADS_1